Rabu, 03 Juni 2015

Perjalanan Terberat Adalah Ke Masjid


Ayo ke Masjid (Ilustrasi)
Renungan menjelang dini hari, mengingat bulan Ramadhan gak lama lagi akan datang menghampiri kita semua, khususnya buat kaum muslimin.

Wahai anakku...

Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke Masjid.

Betapa banyak orang yang kaya raya tidak sanggup untuk mengerjakannya. Jangankan sehari lima waktu, seminggu sekali pun terlupa. Tidak jarang pula seumur hidup, tidak pernah singgah ke sana.

Orang pintar dan pandai pun sering tidak mampu melakukannya. Walaupun mereka mampu mencari ilmu hingga ke universitas di Eropa, Australia atau pun Amerika.

Mampu melangkahkan kaki ke Jepang, Cina dan Korea dengan semangat yang membara. Namun ke masjid, tetap saja perjalanan yang tidak mampu mereka tempuh, walaupun telah bergelar Dr. Filsafat.

Pemuda yang kuat dan bertubuh sehat yang mampu menaklukan puncak gunung Guntur Garut dan Cikuray Garut bahkan sampai gunung Everest. Tapi, masih sering mengeluh ketika diajak ke masjid.

Alasan mereka pun beragam. Ada yang berkata sebentar lagi, ada pula yang berkata takut dibilang sok alim. Maka berbahagialah dirimu wahai anakku. Bila dari kecil engkau telah terbiasa melangkahkan kaki ke masjid.

Karena Bagi kami, sejauh manapun engkau melangkahkan kaki, tidak ada perjalanan yang paling kami banggakan selain daripada perjalananmu ke masjid.

Biar ku beritahu rahasianya kepadamu. Sejatinya perjalananmu ke masjid adalah perjalanan untuk menemui Rabmu. Itulah perjalanan yang diajarkan oleh nabi serta perjalanan yang akan membedakanmu dengan orang-orang yang lupa akan Rabnya.

Maka lakukanlah walaupun engkau harus merangkak dalam gelap subuh, demi mengenal Rabmu.

Makassar, 3 Juni 2015

22 komentar:

  1. Aku setuju mas. Memang gak ada manusia di dunia ini yang sempurna. Tetapi sesekali tidak ada salahnya untuk bersyukur dan mau menjalankan minimal 5 times a day untuk bekal perjalanan di akhirat. Thanks for remind us. :)

    xx,
    www.indahjelita.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama, semoga bisa membawa manfaat buat mba Indah Jelita.

      Hapus
  2. Hehehehe ... langsung ngaca diri sendiri. Meskid dari rumah ku cuman sekitar 20 langkah tapi suka malesssss #malu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe... berarti harus mulai di biasain ya ke mesjidnya.

      Hapus
  3. sekarang jamannya orang-orang suka mendaki gunung tapi berat melangkahkan kaki ke masjid

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe... lagi musim mendaki sepertinya, atau gara-gara pengaruh nonton film 5cm sama Romeo Rinjani dan semacamnya.

      Hapus
  4. Jangan bangga sudah melanglang buana ke berbagai puncak kalo belom rajin ke masid yah Mas. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe... seperti itulah lebih kurangnya pesan yang ingin di capai.

      Hapus
  5. Yang paling parah takut baju kusut..itu saya temui saat kerja dulu. Kok ga pada solat atau datang kemesjid gitu..eh mereka jawabnya "takut baju kusut". Aneh memang ya....tapi kalau ngomong udah kesana kemari dan keluar negeri bangga banget.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah... baru dengar juga tuh yang seperti itu. Itu mah bisa di bilang udah kelewatan dan lebih parah. Ternyata ada juga yang seperti itu orangnya, hhhmmm... sedikit aneh memang kalau di pikir-pikir.

      Hapus
  6. singgah pagi mas :) jum'at berkah amiiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe... Iya, Insya Allah membawa berkah.

      Hapus
  7. Membaca beberapa paragraf diatas membuatku merenung jauh terbawa perasaan bersalah juga bahagia.


    Semoga kita termasuk orang2 yg tetap berada di jalan-Nya :))

    BalasHapus
  8. Karena saya cewek, saya tugasnya jadi kompor supaya adek-adek mau Jamaah di Masjid, Ramadhan Insya Allah baru ber-Masjid lagi^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe... boleh juga tuh, ngomporin anak-anak biar rajin shalat berjamaah di masjid.

      Hapus
  9. saya serngnya menyuruh anak-anak ke masjid, tapi saya sendiri di rumah sholatnya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya kira gak masalah untuk shalat di rumah buat kaum hawa, karena pahalanya lebih besar ketika shalat di rumah. Beda dengan kaum adam, akan mendapatkan pahala yang lebih besar jika shalat di masjid.

      Namun jika ada seorang wanita yang ingin dan terbiasa shalat di masjid, siapa pun tidak boleh melarang juga. Kalau gak salah ingat seperti itu, kebetulan pernah diskusi sama anak tarbiyah.

      Hapus
  10. Subhanallah, sangat menginspirasi mas tulisannya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih mas Aldi untuk sanjungannya. Sekadar berbagi saja mas, daripada tulisannya mengendap di dalam word dan jadi sampah. Aku publish aja, siapa tahu bisa memberikan manfaat.

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...