Kamis, 30 April 2015

Cerita Tentang Sebuah Smartphone

Ilustrasi
Hampir sebulan lamanya terkatung-katung gara-gara smartphone kesayangan yang aku beli dua tahun lalu tiba-tiba aja rusak. Rasanya tuh... dunia ini seperti kembali ke zaman tempo doeloe, di mana segalanya jadi serba terbatas, serba manual, dan serba susah. Dunia pun seakan ikut menjauh, gak seperti biasanya yang selalu berada dalam genggaman. Semuanya berubah dengan begitu cepat, bahkan segala sesuatunya yang tadinya gampang kini menjadi ribet dan susah. Jangankan untuk mengecek perkembangan dunia, yang di depan mata saja jadi susah di cerna. Pokoknya gak banget deh....

Namun kini semua telah kembali normal seperti sedia kala. Bahkan dunia pun telah ikut kembali ke dalam genggaman dan siap untuk memberikan warna baru, serta menemani diri ini ke mana pun kaki melangkah. Rasanya seperti terbebas dari dalam penjara terkejam di dunia, walaupun sempat membuatku terkatung-katung hampir sebulan lamanya.

Kini, aku tak perlu takut lagi untuk menjalani segala aktivitas yang sempat aku tinggalkan hampir sebulan lamanya. Tak hanya itu saja, semangat yang sebelumnya hampir padam secara perlahan-lahan mulai bangkit lagi menemukan jalannya. Senyum sumringah pun ikut terpancar dan raut wajah yang sebelumnya sedikit murung telah berubah menjadi cerah ceria. 

Bahkan hampir saja melompat dan teriak sekencang-kencangnya ketika akhirnya aku memiliki smartphone lagi. Apalagi smartphone baru yang aku miliki naik satu tingkat dari smartphone sebelumnya yang dipastikan rusak parah dan gak bisa digunakan lagi. Kalau pun bisa di perbaiki, biayanya pun bakalan mendekati harga smartphone yang rusak itu sendiri. Sayang banget kan kalau ongkos perbaikannya sama dengan smartphone baru! Mending uangnya buat beli yang baru aja sekalian, hehehe...

Berawal dari pertimbangan tersebut, aku pun melakukan survey ke beberapa toko elektronik dan tak lupa juga mencari informasi tambahan lewat Mbah Google. Selama masa pencarian dan survey tersebut, mau gak mau aku harus bisa bertahan tanpa memiliki Handphone pintar. Sedangkan di sisi lain, aku tidak ingin gegabah dan salah dalam memilih smartphone idaman. Semuanya harus aku pertimbangkan, mulai dari kualitas, fitur-fitur yang tersedia, kapasitas memory, kamera, dan masih banyak lagi. Dan yang paling utama adalah harus sesuai dengan budget yang aku sediakan.

Alhamdulillah, tantangan yang aku buat sendiri bisa dilalui dengan aman. Bahkan gak terasa kalau hampir sebulan lamanya waktu terlewatkan begitu saja, hanya karena ingin mendapatkan smartphone idaman dan tentu saja sesuai budget yang telah aku siapkan.

Kurang lebih seperti itulah usaha yang aku lakukan demi mendapatkan sebuah Smartphone baru sebagai pengganti ponsel pintar sebelumnya yang rusak parah. Itulah ceritaku kali ini, tentang sebuah smartphone sekaligus pemberi semangat dan warna baru dalam hidupku.

Makassar, 30 April 2015

Selasa, 28 April 2015

Celotehan Ibu Kost Di Akhir Pekan

Celotehan Ibu Kost Di Akhir Pekan
Celotehan Ibu Kost Di Akhir Pekan
Akhir pekan selalu menghadirkan cerita tersendiri bagi siapa pun yang menjalaninya, tak terkecuali saya sendiri. Entah cerita tersebut berhubungan dengan kebahagiaan, kesenangan, kisah unik, menyeramkan dan lain sebagainya. Kesemuanya tergantung situasi yang di temui oleh masing-masing individu. Salah satunya contohnya seperti yang aku alami akhir pekan baru-baru ini.

Sabtu, 25 April 2015

Sebuah Renungan Kecil Di Hari Bumi

Sebuah Renungan Kecil Di Hari Bumi
Kurang lebih seminggu terakhir ini, banyak yang mengeluh akibat panasnya suhu udara di kota Makassar. Panasnya sangat menyengat dan menyakitkan, apalagi saat berada di tengah kemacetan ketika membawa kendaraan pribadi, seperti motor dan tanpa menggunakan jaket sebagai pelindung tambahan. Terasa bangat kulit bagaikan di tusuk-tusuk jarum, bahkan mereka yang menggunakan jaket saja masih merasakan panasnya sengatan matahari yang menerpa.

Jumat, 24 April 2015

Kisah Mistis Dibalik Malam Jum'at Kliwon

Kisah Mistis Dibalik Malam Jum'at Kliwon
Kisah Mistis Dibalik Malam Jum'at Kliwon
Alhamdulillah, akhirnya bisa istirahat juga setelah melewati malam yang sedikit mencekam dan melelahkan. Namun sebelum diri ini termakan oleh rayuan empuknya tempat tidur dan di kalahkan oleh rasa ngantuk yang begitu kuat, tak ada salahnya jika aku menengok blog terlebih dahulu yang sempat tak ku tengok selama satu hari. 

Selasa, 21 April 2015

Dua Wanita Tangguh Yang Menginspirasi

Selamat Hari Kartini
Jika ditanya, siapakah sosok Kartini yang menjadi pilihanmu saat ini? Maka jawabannya akan lebih dari satu. Namun jika disuruh memilih, maka aku akan menjatuhkan pilihan itu kepada dua orang aku sayangi. Pilihan pertama tentu saja adalah Ibuku, sedangkan pilihan kedua adalah sang kekasih yang setia menemaniku selama sembilan tahun terakhir ini.

Senin, 20 April 2015

Memotret Kabut Di Atas Kayangan

Awal April tahun lalu, tepatnya setelah sepulang dari KKN yang telah aku lalui selama hampir dua bulan, aku menyempatkan diri untuk mencari suasana baru sekaligus meliburkan diri dari segala aktivitas perkuliahan. Padahal waktu itu proses perkuliahan masih berjalan dan belum memasuki masa liburan semester. Tapi aku tetap saja memutuskan untuk berlibur dan rehat sejenak dari semua hal yang berhubungan dengan kuliah.

Hal itu aku lakukan karena sudah menyelesaikan semua mata kuliah yang aku program di jurusan Arsitektur. Dan saat itu tinggal mengajukan judul skripsi dan memperbaiki beberapa mata kuliah yang nilainya masih standar alias C. Karena jadwal mata kuliah perbaikan belum keluar dan nilai KKN sebagai syarat untuk mengajukan judul belum keluar juga, maka aku semakin memantapkan diri untuk berlibur sejenak. Jadwal liburan yang aku agendakan pun tidak lama, yakni hanya seminggu dan paling lama sekitar dua minggu saja.

Karena tekad sudah bulat untuk berlibur dan euforia KKN masih saja terasa, maka aku memutuskan untuk berlibur di kampung halaman saja. Saat itu aku memilih kampung halaman untuk berlibur karena sudah hampir 4 tahun tidak ikut mudik. Di sisi lain sekalian untuk menengok orangtua sekaligus melihat perkembangan kampung halaman yang konon katanya sudah banyak mengalami perubahan.

Dari Atas PELNI, Dokumen Pribadi
Berbekal rasa penasaran tersebut, aku pun akhirnya pulang kampung juga. Dan seperti biasanya untuk sampai ke kampung harus melakukan perjalanan panjang dengan kapal. Bukan hanya itu saja, aku harus dua kali naik kapal baru sampai ke kampung halaman. Yang pertama naik kapal PELNI dengan tujuan Makassar ke Bau-Bau, setelah itu dari Bau-Bau melanjutkan perjalanan dengan naik kapal kayu yang kapasitasnya sampai 100 orang ke kampung halaman. Untung saja aku sudah terbiasa dengan perjalanan jauh tersebut, sehingga gak kaget lagi dan bisa menyesuaikan antara jadwal kapal PELNI dengan kapal yang menuju kampung halaman.

Singkat cerita, aku pun telah sampai di kampung halaman dan benar saja banyak perubahan yang terjadi selama 4 tahun aku tidak mudik. Namun yang paling menyenangkan bagiku adalah ketika sampai di rumah. Suasananya masih tetap sama dengan banyak pohon yang mengelilingi, seperti pohon jeruk, nangka, sirsak, pepaya dan di belakang rumah masih penuh dengan pohon bambu.

Keadaan tahun 2010 (Potret dari Laptop Compac), Dokumen Pribadi
Hanya ada sedikit perubahan, yakni depan rumah sudah di aspal dan saat itu kampungku sedang mengikuti lomba kebersihan yang di adakan provinsi, yang mana pemenangnya akan menjadi wakil provinsi dalam lomba keberhasilan tingkat nasional. Tapi sayang seribu sayang, setelah berhasil menjadi pemenang lomba tidak jadi di ikutkan sebagai wakil provinsi dan konon katanya pihak provinsi lebih memilih daerah yang masih berada di wilayah kelahiran sang Gubernur.
Selama di kampung halaman, banyak hal yang aku temui dan semua itu membuat senang serta bahagia. Apalagi bisa merasakan makanan khas kampung halaman yang sudah lama tidak aku rasakan. Entah itu kasoami, kapussu nosu, maupun ikan yang selalu dalam keadaan segar ketika di beli bahkan tak jarang ikan yang dijaula masih bergerak alias hidup.

Di satu sisi, aku bisa berkunjung ke rumah sanak saudara yang dekat maupun yang jauh jaraknya dari rumah. Mengunjungi nenek yang kini sudah memasuki usia renta dan mulai pikun. Sesekali juga aku menyempatkan diri untuk berkumpul dengan teman-teman. Dan kebetulan saja waktu itu berdekatan juga dengan acara pesta demokrasi, yakni pemilu legislatif sehingga suasana kampung semakin ramai setiap harinya. Bahkan suasananya seperti hari raya besar saking ramainya setiap hari sampai hari H pemilihan.

Namun tak hanya itu, masih ada hal lain yang membuatku senang lagi ketika berada di kampung, yakni  kabut yang sering menyelimuti kampung ketika hujan datang. Entah itu ketika hujan dengan intensitas kencang maupun ringan. Dan bagiku pemandangan itu sungguh menakjubkan serta sayang bila di sia-siakan. Beberapa di antara berhasil aku abadikan ke dalam kamera Handphone meskipun hasilnya mungkin gak sebagus jepretan kamera DLSR.

Ketika itu, aku sedang menelpon di atas bukit yang merupakan asal mula kampungku berdiri sebelum sedikit demi penduduk bergeser ke lembah di bawahnya yang akhirnya bertahan menjadi pemukiman sampai saat ini. Oh iya, aku menelpon dibukit tersebut karena jaringan seluler hanya sampai di situ saja. Dan bila sedikit saja bergerak menuruni bukit, maka jaringan di pastikan perlahan-lahan akan menghilang dari peredarannya.

Konon bukit tempat aku menelpon saat itu memiliki nama yang keren dan sering membuat orang kaget ketika mendengarnya. Dan nama yang aku maksud adalah Kayangan (Desa Kayangan). Karena setiap pendatang sering kaget ketika mendengar nama itu, akhirnya kepala kampung (saat itu belum ada yang namanya kepala desa) mencoba mengubah nama tersebut menjadi Kahyanga atau Kahianga.

Di situlah aku mengabadikan kabut ke dalam kamera Handphone yang aku miliki. Ketika itu hujan mendadak deras dan angin kencang, namun tidak berlangsung lama. Setelah itu hujan hanya dalam intensitas rendah dan saat itulah kabut terbentuk secara perlahan-lahan. Beberapa di antaranya bisa di lihat di bawah ini :



Itulah ceritaku kali ini tentang kampung halaman dan kabut yang berhasil aku abadikan ke dalam kamera Cross A18 yang aku miliki.

Makassar, 20 April 2015

Minggu, 19 April 2015

Selamatkan Hutan Tropis Indonesia dan Belajarlah Dari Kearifan Budaya Lokal Yang Ramah Lingkungan

Selamatkan Hutan Indonesia (Sumber  Foto : www.kaskus.co.id)

Indonesia adalah negeri yang terkenal akan kekayaan alamnya. Negeri yang memiliki kekayaan alam berlimpah, yang di amanatkan oleh Sang Pencipta kepada kita semua untuk dijaga dengan sebaik-baiknya. Salah satu dari sekian banyak kekayaan alam yang harus kita jaga dengan sebaik-baiknya, yaitu adalah Hutan.

Sabtu, 18 April 2015

Yuk, Belajar Melestarikan Dan Ramah Pada Objek Wisata Yang Di Kunjungi

Gunung Rinjani dari Udara, Sumber : www.tanyoe.com
Indonesia merupakan salah satu negeri yang kaya akan objek pariwisata. Wisata Indonesia sangat terkenal karena memiliki keindahan alam yang membuat para wisatawan domestik dan mancanegara takjub. Beberapa objek wisata di Indonesia antara lain : Danau Toba, Candi Borobudur, Pulau Wakatobi, Raja Ampat Papua, Pulau Dewata Bali, Pulau Komodo, Pulau Sipora di Mentawai dan masih banyak lagi.

Semua objek wisata tersebut di atas memiliki daya tarik dan keunikan tersendiri, sehingga bisa memikat dan membuat para wisatawan takjub, bahkan berulang kali datang kembali ke objek wisata tersebut untuk menikmati keindahannya.

Jumat, 17 April 2015

Gara-Gara Pasar Sore, Aku Jadi Kepo

Masih teringat jelas kenangan saat pulang kampung setahun yang lalu, tepatnya akhir bulan tiga sebelum pemilu legislatif berlangsung. Waktu itu aku hanya kurang lebih dua minggu berada di kampung halaman. Namun selama berada di kampung halaman, aku tidak menyia-nyiakan setiap waktu yang ada. Entah itu mengunjungi sanak saudara, mengunjungi kakek dan nenekku, bermain dengan sepupu aku yang masih kecil-kecil dan lucu, membantu pekerjaan di dapur, bahkan mengantarkan ibu ke rumah-rumah warga yang ingin memesan horden.

Pasar Sore Waitii, Sumber : amelaholic.blogspot.com
Kadang-kadang juga aku mengantarkan ibu ke pasar untuk berbelanja. Di kampungku hari pasar hanya ada pada hari minggu, rabu dan jum’at. Setiap hari pasar pengunjung selalu ramai, baik yang akan berbelanja kebutuhan sehari-hari, belanja pakaian, bahan bangunan, bahkan ada pula yang datang ke pasar hanya untuk sekadar refreshing saja. Kurang lebih seperti itulah aktivitas masyarakat ketika menyempatkan diri berkunjung ke pasar.

Kamis, 16 April 2015

Cara Bijak Menghemat Listrik Dari Dalam Rumah

Penahkah anda merasa kaget hingga dada sesak akibat tagihan listrik membengkak? Atau anda merasa terbebani ketika tarif listrik per Kwh-nya di naikkan, khususnya buat para pelanggan non-subsidi. Sehingga secara perlahan-lahan pengeluaran pun ikut merangkak naik bagaikan timbangan badan, yang mana berdampak pula pada kondisi keuangan.

Berbagai reaksi pun di tunjukkan ketika melihat tagihan listrik membengkak. Yang pertama tentu saja anda kaget, setelah itu langsung sewot yang di barengi dengan nada marah-marah yang gak jelas dan entah di tujukan kepada siapa. Ujung-ujungnya muncullah perasaan berburuk sangka, entah itu di tujukan kepada PLN sebagai penyedia listrik atau kepada sang juru potret meteran listrik yang belum tentu juga salah. Bahkan tak jarang pula yang berpikir bahwa meteran listriknya telah di sabotase, misalnya telah di pasangi alat yang dapat menaikkan angka meteran secara otomatis.

Namun pernahkah anda berpikir bahwa bisa saja hal itu di sebabkan oleh anda sendiri. Entah hal itu anda lakukan dengan sengaja atau bukan. Misalnya menggunakan barang-barang elektronik yang memiliki daya tinggi, menyalakan televisi meskipun tidak ada yang menonton, tetap menyalakan lampu ketika hari sudah siang, membiarkan kran air tetap jalan walaupun tidak ada yang menggunakannya bahkan sampai-sampai meluber keluar dari penampungan, dan masih banyak lagi contoh sederhana lainnya.

Tahukah anda bahwa pemakaian energi di dalam rumah juga termasuk ke dalam golongan besar, terutama yang berhubungan dengan energi listrik dan air. Tak jarang loh... kita temukan pemborosan energi listrik di dalam rumah. Beberapa contoh sederhananya seperti yang saya tuliskan di paragraf sebelumnya. Jika gaya hidup demikian tetap di pertahankan, percaya atau tidak akan menimbulkan pemborosan energi yang sangat luar biasa, termasuk di dalamnya yang berhubungan energi listrik.

Akibatnya, bukan hanya energi seperti listrik saja yang akan habis. Namun akan berdampak pula pada kondisi keuangan anda seperti yang sudah saya katakan di awal paragraf ini. Yang mana mau gak mau, siap gak siap anda harus menyediakan anggaran yang lebih untuk menanggung biaya tagihan bulanan yang mendadak menjadi besar.

Padahal, pemerintah sudah secara intens melakukan sosialisasi kepada masyarakat, termasuk anda yakni dengan menghimbau agar membudayakan berhemat dalam penggunaan energi. Entah itu mengenai pengunaan listrik, bahan bakar minyak, maupun gas sekali pun. Melalui sosialisasi yang di sertai himbauan tersebut, pemerintah berharap sekaligus menuntut kita semua untuk bijak dalam menggunakan energi dengan segala cara yang kita miliki.

Hal ini dilakukan bukan tanpa alasan atau pun tanpa tujuan. Dengan menggalakkan gerakan hemat energi secara nasional, pemerintah bermaksud untuk mencegah timbulnya krisis energi yang mana sangat mungkin terjadi di masa mendatang. Berdasarkan hasil penelitian, survey dan telah di hitung secara matang, pemerintah memprediksi Indonesia akan mengalami krisis energi sekitar tahun 2025 atau paling lambat tahun 2030 nanti.

Bahkan tanpa menunggu pun, gejala krisis energi sudah mulai terlihat beberapa tahun belakangan ini. Contoh sederhananya yakni sering terjadinya pemadaman listrik yang hampir terjadi di seluruh daerah di wilayah tanah air yang kita cintai ini. Kelangkaan bahan bakar minyak pun sering terjadi, yang pada akhirnya membuat pemerintah mencabut subsidi BBM, dan masih banyak lagi contoh lainnya yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk itu, sebelum krisis energi tersebut benar-benar terjadi, maka kita semua harus segera melakukan antisipasi sejak saat ini. Dalam hal ini kita harus bisa melakukan penghematan energi, misalnya dalam penggunaan listrik. Sebagai masyarakat sudah sepatutnya memiliki kesadaran diri untuk berperilaku hemat energi dengan menunjukkan aksi nyata untuk mengurangi konsumsi energi dan menggunakan secara efisien, tanpa harus menunggu imbauan, sosialisasi dan peringatan dari pemerintah.

Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mendukung pemerintah dalam mewujudkan gerakan hemat energi secara nasional. Tidak perlu jauh-jauh kok! Kita bisa memulainya dari dalam rumah sendiri. Kita semua bisa memulainya dari hal-hal yang terlihat sepele, tapi jangan salah sangka meskipun sepele bisa memberikan hasil yang luar biasa kok.

Daripada anda semua penasaran, yuk simak beberapa hal di bawah ini yang konon katanya bisa mendukung gerakan hemat energi, khususnya dalam pemakaian energi listrik. Adapun di antaranya, yakni :
1.  Cobalah secara bertahap untuk mengganti lampu pijar yang selama ini anda gunakan dengan lampu terbaru yang berteknologi LED. Saat ini lampu LED sudah banyak di jual di pasaran dan bisa anda temukan di berbagai toko. Harganya mungkin sedikit lebih mahal, tapi lampu berteknologi LED bisa menghemat pengeluaran biaya listrik anda.

Berdasarkan pengalaman saya, lampu LED menghasilkan warna yang lebih terang dari lampu lainnya meskipun kapasitas lampu tersebut memiliki watt yang lebih kecil. Lampu LED juga telah tersedia dalam berbagai warna cahaya dan ada juga yang menggunakan sensor gerak. Ini sangat cocok bagi yang dikategorikan orang malas bergerak ketika menginginkan lampu padam tanpa perlu menyentuh saklar yang ada di dinding.

2. Kurangi penggunaan mesin cuci karena merupakan salah satu penyebab biaya listrik anda membengkak. Jika anda masih sehat dan kuat, tidak ada salahnya untuk mencuci pakaian secara manual. Selain mengurangi biaya listrik, anda juga bisa memperoleh tubuh yang sehat karena sekalian bisa melakukan olahraga ringan. Dengan mencuci secara manual, secara tidak langsung kalori dalam tubuh anda bisa terbakar dalam jumlah yang lumayan.

3.   Gunakanlah setrika yang memiliki pengatur panas otomatis. Ketika ingin menyetrika lebih baik dalam jumlah yang banyak bukan 2-3 lembar saja. Jangan lupa untuk mengatur tingkat kepanasan setrika anda sesuai dengan bahan pakaian yang ingin di setrika. Jika ingin lebih hemat lagi, saat menjemur pakaian lebih baik menggunakan hanger sehingga pakaian tidak terlalu kusut dan menyetrika pun tidak susah payah lagi.

4. Aturlah suhu AC anda ke suhu yang pas. Tutup baik-baik pintu anda dan jendela saat menggunakannya, serta matikan kembali saat anda tidak menggunakannya atau ketika akan bepergian. Sebenarnya dalam dunia arsitektur, penggunaan AC sangat di hindari karena dapat merusak lapisan ozon yang akhirnya menjadi salah satu penyebab global warming.

5.   Tidak ada salahnya mencabut colokan peralatan elektronik saat tidak digunakan. Mengapa harus di cabut? Karena meskipun tidak di pakai, ternyata tetap saja menyerap daya listrik meski dalam jumlah kecil. Akan tetapi, kita semua tahu bahwa di dalam rumah banyak sekali peralatan elektronik yang di gunakan.

6.  Bagi anda yang suka menggunakan hair dryer, cobalah untuk menguranginya bahkan bila perlu meninggalkannya karena memiliki watt yang lumayan yang besar. Di sisi lain, secara perlahan-lahan rambut indah anda akan rusak akibat keseringan menggunakan alat tersebut.

7.   Jika sampai saat ini anda masih bertahan dengan TV Tabung jadul anda, saya sarankan untuk beralih ke TV LED karena tidak banyak menarik daya listrik.

8.  Cobalah sesekali untuk memasak air dan menyimpannya di termos, sehingga saat anda ingin membuat kopi, teh, menyiram mie tidak perlu lagi menyalakan dispenser yang kapasitas watt-nya lumayan gede.

9.  Bila menggunakan tower air sebagai penampungan air anda, saya sarankan untuk pemanti otomatis pada toren air, sehingga pompa air anda bekerja sesuai dengan kebutuhan. Yang artinya selain listrik tidak terbuang percuma, air pun tidak tumpah ruah kaya habis terkena banjir bandang yang ujung-ujungnya meluber ke mana-mana.
Cara menghemat lainnya yakni dengan menggunakan timba alias manual seperti di kampung halaman saya.

Selain beberapa cara di atas, anda juga bisa mencoba dengan melakukan pengaturan desain rumah yang ramah lingkungan dan hemat energi. Cara ini cocok bagi anda yang sedang berniat untuk membangun atau merenovasi rumah. Anda mungkin bisa memilih rancangan bangunan yang hemat energi. Salah satunya dengan memasang banyak bukaan atau jendela-jendela besar agar sinar matahari dapat masuk ke dalam rumah secara optimal. Hal ini juga memungkinkan sirkulasi udara menjadi lapang, sehingga udara di dalam rumah tidak terlalu panas dan pengap. Dengan ini, anda mungkin tidak lagi memerlukan AC atau kipas angin.

Di samping itu, anda bisa juga memasang panel surya pada atap rumah Anda. Sistem ini sudah mulai populer di terapkan di rumah-rumah di Indonesia dan saya pun sudah merasakan manfaatnya di rumah saya di kampung. Panel surya ini mampu menyimpan cadangan energi yang didapat dari panas sinar matahari. Perangkat ini pun berguna untuk menyuplai listrik pada beberapa lampu, serta dapat memanaskan air yang ada di bak mandi anda. Meskipun harganya masih agak mahal, melihat kemampuannya dalam mengurangi konsumsi energi dan menyuplai energi cadangan untuk rumah anda, rasanya tidak akan rugi untuk menggunakan alat ini.

Semoga apa yang saya tuliskan ini bisa memberikan manfaat bagi siapa saja yang membacanya dan bisa di terapkan dalam lingkungannya masing-masing. Tidak ada salahnya untuk mengganti alat-alat elektronika anda dengan model yang ramah lingkungan dan hemat energi. Mungkin awalnya agak mahal, tapi saya yakin setelah anda mencobanya malah akan membuat anda bahagia dan tidak akan menyesal.

Semoga bermanfaat! Salam

Makassar, 16 April 2015

Catatan :
*Tulisan ini di ikutkan dalam lomba blog competition yang di adakan oleh Total yang bekerja sama dengan media Bisnis Indonesia. Jika berkenan sempatkan waktunya untuk memberikan vote dan sharenya di link yang saya garis tebal berikut ini (Writing Contest Total)*

Lewat Jemari Ini, Kutuliskan Rahasia Sekaligus Harapan Untuk Kemajuan Pariwisata Indonesia

Salah satu resort di kampung halamanku, Sumber : Wonderful Indonesia
Indonesia, negeri yang kaya raya akan kekayaan alamnya. Dari Sabang di ujung barat sampai Merauke di ujung timur kekayaan alam negeri ini terbentang dan sangat melimpah. Semuanya tersebar di darat, laut bahkan udara sekali pun. Sebuah potensi yang luar sangat biasa jika dapat dikelola dan dikembangkan dengan sebaik mungkin.

Bagiku, kekayaan alam yang begitu melimpah membuat Indonesia seakan potongan surga yang jatuh ke bumi. Hal ini telah di akui oleh orang-orang yang pernah mengunjungi Indonesia. Rata-rata dari mereka seakan terhipnotis, takjub dan iri akan kekayaan yang di miliki Indonesia.

Selasa, 14 April 2015

Ingin Mendapatkan Pekerjaan Impian Anda, Coba Tips Ini

Ternyata IPK tinggi bukan jaminan untuk langsung diterima kerja loh. Banyak faktor yang ternyata menentukan untuk bisa diterima kerja dengan gaji cukup dan fasilitas memadai. Belakangan ini, banyak yang mengeluh bahwa mencari kerja itu sulit.

Berikut ada beberapa tips yang perlu diperhatikan jika ingin mendapatkan pekerjaan impian anda.

Faktor 1 : Penampilan

Mau tidak mau, Anda harus mengakui bahwa penampilan adalah hal utama yang membuat pewawancara tertarik pada Anda. Bukan mau menjudge fisik ya, tetapi sederhana saja. Penampilan adalah hal pertama yang bisa dilihat dan dinilai, jadi wajar saja apabila memang selalu menjadi poin pertama Anda memperoleh panggilan kerja.

Dalam mengirim CV, usahakan untuk membuat foto diri menarik. Sedikit tersenyum bolehlah, karena Anda tak perlu mengirimkan foto tegang yang membuat Anda jadi tersingkir. Setelah mendapat panggilan interview, sesuaikan penampilan dengan posisi pekerjaan yang di apply, dan pastikan Anda berdandan rapi. Tidak perlu berlebihan, namun apabila saat bercermin Anda merasa percaya diri dan enak dilihat, Anda sudah mengantongi satu kesempatan lagi untuk diterima kerja. Nah, kalau soal penampilan sudah, cobalah untuk mengasah ke kemampuan Anda.
 
Faktor 2 : Respon cepat

Selalu pasang mata dan telinga, amati perubahan atau pesan apa yang dikirimkan dan wajib Anda tahu. Hal ini juga berlaku apabila orang yang mewawancarai anda melemparkan sebuah pertanyaan. Lebih baik jangan menjawab terlalu lama, dan berusahalah mencari jawaban smart. Sekalipun mungkin jawaban Anda benar, namun apabila terlalu lama hal ini akan mengurangi poin Anda. Anda dianggap seorang pekerja yang lamban responnya, dan mudah tersingkir oleh peserta interview lainnya.
 
Faktor 3 : Kontak mata

Sama pentingnya seperti penampilan, selalu jaga kontak mata ketika sedang melakukan wawancara. Apabila memang anda adalah tipe pemalu, usahakan sesekali saja membuang pandangan dari orang yang sedang melakukan interview dengan anda.

Faktor 4 : Kepercayaan diri

Kepercayaan diri juga salah satu faktor yang menentukan Anda bisa diterima bekerja. Mereka yang kurang percaya diri, terutama pada kemampuannya, justru langsung di coret dari daftar penginterview. Apalagi apabila Anda melamar di posisi front office, wah, percaya diri adalah bekal penting yang mendapat poin tinggi.

Faktor 5 : Menjawab smart

Berhubungan erat dengan respon cepat, Anda terlebih dahulu harus mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang perusahaan yang di inginkan serta posisi yang ingin dipilih. Informasi ini akan sangat membantu Anda dalam menjawab setiap pertanyaan yang diajukan.

Semoga tips singkat ini bisa bermanfaat dan meringankan beban anda yang telah berkali-kali melamar pekerjaan, tapi selalu saja di tolak dengan halus. Jika ada yang kurang berkenan dalam kalimat yang saya utarakan mohon di perbaiki dan di maafkan.  

Wassalam 
Makassar, 14 April 2015

Minggu, 12 April 2015

Sepenggal Kisah Yang Tercecer Sekaligus Berharga

Masih terlintas dalam benak ini perjalanan dari awal sampai penarikan peserta KKN tiba. Selama di perjalanan menuju lokasi KKN, begitu banyak pemandangan yang indah dan kenangan yang kutemui. Pemandangan yang tidak pernah saya jumpai di kota tempatku kuliah. Tak tau harus memulai dari mana, semuanya merupakan kenangan sangat berharga dan tak akan pernah kulupakan.

Dari beberapa kabupaten yang saya lewati selama menuju lokasi KKN, ada beberapa tempat yang membuatku takjub akan keindahannya. Banyak pelajaran yang saya dapatkan ditempat tersebut, meskipun lokasi KKNku bukanlah ditempat tersebut.

Dalam benakku, aku mengatakan andaikan semua daerah di Indonesia atau Makassar khususnya seperti kabupaten yang satu ini. Lingkungannya yang begitu tertata rapi, indah, nyaman, bersih, dan dipenuhi pepohonan, membuat siapa saja yang lewat menjadi nyaman serta seakan berada di surga. Saya mengatakan demikian karena udara yang saya hirup di daerah itu sangat segar dan membuat perasaan semakin plong.

Kabupaten Bantaeng Yang Menakjubkan

Seperti yang saya katakan sebelumnya, siapa pun yang lewat di daerah ini akan merasakan kenyamanan, ketenangan dan perasaan akan menjadi segar. Bagaimana tidak demikian? Daerah ini tertata begitu rapi, bersih dan di sepanjang jalan dipenuhi pepohonan yang membuat suasana menjadi sejuk dan semakin nyaman.

Hijau dan Rindangnya Bantaeng (www.kaskus.co.id)
Namun, semua itu tidak terbentuk begitu saja. Masyarakat di sana sangat disiplin, apalagi mengenai kenyamanan. Seperti sebuah tulisan yang mereka pasang di pinggir jalan yang isinya kurang lebih seperti ini : "Kebersihan adalah sebagian dari iman". Mereka betul-betul menjalankan dan mempraktekkan seperti yang tertulis di papan tersebut.

Selama melewati Kabupaten Bantaeng, saya sangat takjub akan kebersihan daerah tersebut. Saking bersihnya, di perjalanan tidak saya temui sampah yang bertebaran, baik itu puntung rokok, dedaunan yang kering atau pun sampah lain yang sejenisnya. Kedisiplinan warganya patut di acungi jempol.

Dari berbagai sumber yang saya dapatkan, jadwal kebersihan di kabupaten itu seperti jadwal orang makan, yaitu dalam sehari sampah-sampah tiga kali dibersihkan. Selain itu, setiap minggu warga sangat antusias mengadakan kerja bakti untuk membersihkan lingkungan kompleks masing-masing.

Meskipun hanya beberapa kali lewat, pengalaman dan pelajaran yang saya petik dari daerah tersebut sangat berharga sekali. Seandainya warga perkotaan semuanya seperti itu, mungkin cuaca panas seperti sekarang ini tidak akan kita temui. Udara yang kita hirup pasti bakalan segar tiap hari. Polusi dapat di redam dengan banyak pepohonan yang ada, keadaan kota akan semakin hijau, asri dan nyaman. Andai saja apa yang saya impikan itu bisa terwujud di kota tempat saya kuliah. Kapankah….. khayalan ini terwujud?

Kecamatan Ujung Loe Yang Asri dan Nyaman

Tempat kedua yang membuatku nyaman setelah Kabupaten Bantaeng, yaitu Kecamatan Ujung Loe Kabupaten Bulukumba. Daerah ini merupakan lokasi di mana saya KKN. Saat memasuki daerah ini, saya teringat kembali akan suasana kampung halaman. Daerahnya lumayan sejuk, udaranya begitu segar, dan membuatku langsung nyaman saat berada di daerah ini.

Memasuki daerah pedesaan banyak saya temui area persawahan, tambak, dan perkebunan karet yang membuat daerah ini semakin sejuk. Selama di daerah ini, banyak kenangan indah dan pelajaran berharga yang saya dapatkan. Di sini, saya harus beradaptasi dengan lingkungan pedesaan yang sangat jauh berbeda dengan perkotaan tempat saya kuliah.

Pemandangan di lokasi KKN, Dok. Pribadi
Meskipun demikian, saya tidak begitu susah untuk beradaptasi karena saya sendiri lahir di daerah terpencil yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Selama di daerah ini, saya seakan kembali ke rumah sendiri di kampung halaman. Kegiatan sehari-hari pun tidak berbeda jauh dengan yang biasa saya lakukan di kampung kelahiran saya.

Untuk mandi pagi, biasanya kalau di kota harus mandi pakai shower dan menghabiskan air yang banyak. Namun di sini, mandi harus menggunakan gayung dan tentu saja harus menghemat air juga. Selain itu, air yang digunakan bukan air PDAM, melainkan air tanah yang disaring agar airnya jernih.

Jika di kos mencuci motor menggunakan air PDAM, di posko saya KKN menggunakan air sungai yang mengalir di depan posko. Perbedaan lain yang saya temui, yaitu banyaknya pepohonan di pinggir jalan yang ada di depan posko KKN. Sedangkan jika di Makassar jarang saya temui keadaan yang demikian. Memasakkan pun sering menggunakan cara tradisional, yaitu memasak dengan menggunakan tungku bukan menggunakan kompor ataupun kompor gas.

Keadaan pedesaan yang begitu rindang, sejuk, banyak pepohonan, serta cara-cara tradisional warga dalam melestarikan lingkungan agar tetap terjaga keindahannya sampai anak cucu mereka, membuatku merasa malu karena tidak melakukan apa-apa selama di kota.

Itulah pengalaman dan pelajaran berharga yang saya dapatkan selama perjalanan dan semasa KKN bisa saya praktekkan dalam kehidupan sehari-hari, agar bisa membuat lingkungan dan bumi menjadi hijau kembali dan tetap lestari untuk anak cucu.

Semoga pengalaman yang saya ceritakan lewat blog ini, bisa membuat para pembaca tergerak hatinya untuk melestarikan lingkungan, setidaknya lingkungan sekitar anda tinggal. Karena dengan memulai dari lingkungan sekitar dan diri sendiri, lambat laun siapapun yang melihat akan ikut juga nantinya.

Makassar, 12 April 2015
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...