Tampilkan postingan dengan label Sosbud. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosbud. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 November 2016

Sekjen MPR : Tebarkanlah Kebaikan di Dunia Maya


Netizen Makassar ngobrol bareng MPR-RI di Hotel Aryaduta
Empat Pilar Kebangsaan, kalimat itu dua tahun belakangan ini kembali ramai terdengar. Kalimat yang sebenarnya bukan merupakan hal baru, khususnya bagi yang lahir dan sekolah di jaman orde baru, karena memang kebanyakan akrab dengan istilah-istilah tersebut. Kedengarannya terasa jadul, ketinggalan jaman bahkan sedikit membawa kita bernostalgia ke masa orde baru yang telah berlalu hampir dua puluh tahun.

Senin, 04 Juli 2016

Cerita Mudik : Dari Rebutan Tiket Hingga Menginap di Pelabuhan

mudik lebaran
Pelabuhan Soekarno-Hatta, Dok. Pri tanggal 19 Juni
Waktu begitu cepat berlalu. Tak terasa bulan ramadan tahun ini sebentar lagi bakal berakhir. Satu persatu para perantau mulai mudik ke kampung halamannya masing-masing. Pelan tapi pasti, jalanan ibukota pun mulai terlihat lengang dan sepi. Tak ada lagi kemacetan, apalagi bunyi klakson kendaraan roda empat maupun roda dua yang biasanya bersahut-sahutan bak sebuah perlombaan bahkan terkadang mirip alunan musik.

Kamis, 09 Juni 2016

Pesan Untuk Kamu Pemuda Harapan Bangsa

Pesan Untuk Kamu Pemuda Harapan Bangsa
Pemuda Harapan Bangsa
Katanya pemuda harapan bangsa, lha kok galau. Pemuda, kok hobinya galau. Bagaimana negara mau maju dan jadi macan asia kalau hobinya galau. Bilangnya NKRI harga mati, tapi giliran di ajak bela negara malah mikir dulu. Eh... ujung-ujungnya malah berdalih kalau itu tugasnya aparat, seperti TNI dan akhirnya nggak mau deh bahkan kabur entah kemana.

Rabu, 16 Maret 2016

Karena Damai Bukan Untuk Dunia Nyata Saja, Tapi Juga di Dunia Maya


Damai di  dunia nyata dan dunia maya
Damai Bukan Dunia Nyata Saja, Tapi Juga Dunia Maya

Dulu, sebelum mengenal yang namanya dunia maya, aku selalu berpikir bahwa dunia nyata adalah satu-satunya dunia yang paling kejam. Namun ternyata aku salah, masih ada dunia lain yang lebih kejam dari dunia nyata dan itu di namakan dunia maya. Saking kejamnya, orang-orang menyebutnya dunia yang tak bertuan. Artinya, orang bisa melakukan apa saja, ngomong apa saja, dan semacamnya tanpa ada yang melarang. Toh, tidak ada yang tahu di mana rumahnya berada atau dengan kata lain di mana yang bersangkutan tinggal.

Selasa, 08 Maret 2016

Makassar Adakan Festival Gerhana Matahari Total 2016


Makassar Adakan Festival Gerhana Matahari Total 2016
Gerhana Matahari bukan peristiwa lokal, bukan peristiwa nasional, bukan peristiwa global, akan tetapi merupakan peristiwa alam semesta yang langka. Dimana untuk Gerhana Matahari hanya akan berulang setiap 53 tahun sekali dan 300 tahun sekali untuk Gerhana Matahari Total.

Tahun ini, tepatnya 9 Maret 2016 besok, negeri kita tercinta akan mengalami salah satu peristiwa yang sangat langka tersebut. Ya, apalagi kalau bukan Gerhana Matahari Total seperti yang ramai dibicarakan seminggu terakhir ini, yang mungkin juga menjadi tranding topic dunia.

Kamis, 12 November 2015

Perbedaan Memimpin Ala Boss dan Leader

Ilustrasi
Menjadi seorang pemimpin itu ternyata susah-susah gampang yah.

Emang susahnya dimana. Kalau menurut pribadi saya, susahnya itu ketika seoarang individu belum pernah menjadi seorang pemimpin, lalu tiba-tiba ditunjuk untuk memimpin sebuah perusahaan, orang banyak, dan lain sebagainya.

Sabtu, 10 Oktober 2015

Mengenang Kembali Indahnya Masa Kecil

Masa kecil, masa-masa yang penuh kenangan dan juga msa-masa yang penuh dengan kebebasan. Tapi... itu dulu, beda dengan masa kecil anak-anak zaman sekarang yang lebih banyak dihabiskan di depan gadget dan di kekang untuk menuruti semua kemauan kedua orangtuanya. Entah disadari atau tidak, fakta dilapangan menunjukkan demikian.

Untung saja, masa kecil yang penuh dengan kebebasan itu masih aku rasakan. Itu semua karena aku dilahirkan sebelum tahun 90-an. Namun bukan berarti anak-anak kelahiran tahun 90-an tidak merasakan kebebasan juga. Mereka tetap merasakan juga kok, karena era teknologi atau masuknya teknologi ke negeri ini di mulai tahun 2000-an.

Selasa, 06 Oktober 2015

Tukang Sayur, Idola Sekaligus Idaman Para Ibu-Ibu

Ilustrasi (Sumber Gambar : Kaskus.co.id)
Duh... cuaca hari ini panas sekali, bahkan kipas angin pun tidak mampu untuk meredamnya. Saking panasnya, pikiran pun ikut-ikutan panas dan tak tahu harus bagaimana lagi. Tak hanya itu saja, keringat pun mulai bercucuran dan perlahan-lahan membasahi badan ini. Tak ayal, diri ini harus melepaskan pakaian (baju) yang sedang melekat.

Mumpung pikiran lagi panas dan tidak tahu mau ngapain, lebih baik aku nge-blog aja. Kali ini aku akan mengulas salah satu kebiasaan ibu-ibu menjelang pagi hari. Dimana kebiasaan ini tak jauh dari aktivitasnya untuk membuat dapur tetap ngepul dan seluruh isi rumah tetap terpenuhi kebutuhan gizinya.

Sabtu, 03 Oktober 2015

Perlunya Ruang Publik di Tingkat Kecamatan Maupun Kelurahan

Sebulan yang lalu, aku mendapatkan tugas kuliah yang di dalamnya wajib untuk melakukan survey sebelum menghasilkan sebuah desain kawasan pemukiman yang layak. Saat melakukan survey, terdapat beberapa permasalahan yang aku temui, di antaranya padatnya pemukiman warga sehingga menjadikan kawasan tersebut minim akan ruang terbuka hijau.

Padahal jika terdapat ruang terbuka hijau, area tersebut juga bisa difungsikan sebagai ruang publik. Akibatnya, anak-anak di area tersebut kebanyakan menggunakan media jalan sebagai tempat bermain yang tentu saja di sisi lain membahayakan nyawa mereka.

Dari permasalahan tersebut dan informasi yang aku peroleh, masyarakat juga ternyata memimpikan kehadiran ruang terbuka hijau sekaligus merangkap sebagai ruang publik di sekitar mereka. Selain alasannya demi keamanan anak-anak dan cucu mereka, juga diharapkan bisa menjadi wadah seperti tempat santai, refreshing, dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, mengingat kondisi pusat kota yang tidak banyak lagi tempat untuk dijadikan sebagai ruang terbuka hijau sekaligus ruang publik, maka tidak ada salahnya untuk merencanakan ruang terbuka hijau sekaligus ruang publik di sekitar kecamatan maupun tingkat kelurahan.

Makassar, 30 September 2015

Jumat, 02 Oktober 2015

Kala Anak Desa Memimpikan Hadirnya Ruang Publik

Bangunan Pencakar Langit Makassar
"Andai Makassar Memiliki Banyak Ruang Terbuka Hijau Sekaligus Ruang Publik".

Begitulah aku sering beranda-andai setiap kali memulai dan sehabis olahraga hampir setiap harinya. Bagaimana aku tidak berandai-andai seperti demikian? Lokasi biasa aku berolahraga (kampus Unhas) begitu hijau, banyak tersedia fasilitaas untuk berolahrga baik jogging, sepakbola, basket, voli, dan masih banyak lagi. Dari situlah aku selalu memimpikan kota Daeng ini memiliki banyak ruang terbuka hijau sekaligus menjadi area ruang publik yang mampu mewadahi aktivitas warganya di kala sedang membutuhkan tempat refreshing dan semacamnya.

Seperti yang sudah aku katakan sebelumnya bahwa aku dilahirkan disebuah desa terpencil yang berada di atas gunung. Sebagai orang desa/kampung, sewaktu kecil aku selalu bermimpi untuk menginjakkan kaki di kota dan dalam bayanganku kota merupakan tempat yang asyik untuk ditempati, dipenuhi pepohonan alias mengijau seperti di desa yang notabene masih menjaga kearifan lokalnya, dan masih banyak lagi yang aku bayangkan.

Selasa, 18 Agustus 2015

Pocong dan Kuntilanak Turut Memeriahkan HUT Kemerdekaan RI

Pocong dan Kuntilanak di HUT RI ke-70, Sumber : Soewidia Henaldi
Sudah menjadi sebuah tradisi bahwa untuk memperingati Hari Ulang Tahun kemerdekaan Republik Indonesia selalu di adakan upacara bendera. Tahun ini, tepat hari Senin tanggal 17 Agustus 2015, tradisi itu kembali digelar dan seluruh pelosok negeri ikut merayakannya. Mulai dari anak-anak, remaja, orang dewasa dan tak ketinggalan yang lanjut usia pun ikut merayakananya. Enggak di kota Megapolitan, metropolitan, kota-kota besar, kabupaten, kecamatan, dan desa-desa dipedalaman pun ikut memeriahkan perayaan yang hadir setahun sekali tersebut.

Senin, 17 Agustus 2015

Lomba Memasukkan Botol Ke Dalam Pensil

#RI70
Gak terasa yah, hari ini negeri kita tercinta Indonesia telah memasuki usia yang ke-70 tahun. Andaikan negara ini adalah makhluk hidup seperti manusia misalanya, maka usia tersebut seharusnya sudah maju dan rakyatnya sejahtera. Setidaknya 75 - 90 persen dari total penduduk Indonesia saat ini yang telah mencapai 255 juta jiwa.

Sudah menjadi tradisi turun temurun setiap kali usia negeri ini bertambah, yakni selalu peringatan sebagai tanda penghargaan kepada para pendahulu kita yang telah berjuang sampai titik darah terakhir dalam merebut kemerdekaan. Biasanya, setiap kali menjelang peringatan hari kemerdekaan, seluruh warga pelosok negeri ini mengisinya dengan berbagai kegiatan menarik. Mulai dari menghias kompleks mereka tinggal, hingga menghadirkan berbagai perlombaan yang tentu saja sesuai adat dan kebiasaan daerah masing-masing. Contohnya lomba makan kerupuk, gerak jalan indah, pertandingan olahraga, dan masih banyak lagi.

Berbicara tentang lomba, aku punya cerita menarik dan kejadiannya kurang lebih seminggu yang lalu, tepatnya Minggu tanggal 9 Agustus 2015. Mau kan dengarin ceritanya. Ya udah, biar gak kelamaan dan membuat teman-teman bete, lebih baik aku mulai saja ceritanya. Di simak ya!

Rabu, 12 Agustus 2015

Madagaskar Rasa Indonesia

Madagaskar Rasa Indonesia
Alam Madagaskar Seperti Indonesia
Sepertinya kalimat itu cocok untuk menggambarkan kondisi yang terjadi di Madagaskar. Bagaimana tidak demikian? Konon nuansa nusantara begitu kental disana. Tak hanya itu saja, para ilmuwan pun memperkirakan bahwa negara kepulauan ini kemungkinan ditemukan oleh orang Indonesia, tepatnya seorang perempuan. Yang menjadi pertanyaan sampai saat ini, bagaimana bisa budaya Indonesia bisa berada di sana? Sedangkan jarak kedua negara kurang lebih 8000 kilometer!

Senin, 27 Juli 2015

Bukti Nyata Bahwa Jin Itu Lebih Bodoh Daripada Manusia

Allah menciptakan alam semesta ini bukan hanya makhluk-makhluk yang terbuat dari materi. Melainkan, Allah pun menciptakan makhluk yang tak dapat dilihat oleh manusia, yakni makhluk non materi. Sehingga, antara materi dan non materi itu seharusnya tidak dapat bersatu. Tapi, mengapa banyak manusia yang bersekutu dengan jin?

Sabtu, 25 Juli 2015

Yuk, Luruskan Pemahaman Anda Mengenai Pemberitaan Speaker Mesjid Yang Heboh

Speaker Masjid (Sumber Foto : www.malaymail.com)

"Penataan Speaker Mesjid Untuk Peningkatan Kualitas Umat."
 
Tim Pemantau


Kritik Slamet Effendy Jusuf mengenai kebijakan Dewan Mesjid Indonesia yang membentuk Tim pemantau loudspeaker, sepertinya karena tidak faham maksud dan tujuan dari kegiatan tersebut. Tim pemantau DMI adalah bagian terkecil dari sebuah proyek besar yang sedang dikerjakan DMI.

Kamis, 23 Juli 2015

Mengapa Ridho Suami Merupakan Surga Bagi Para Istri?


Mengapa ridho suami itu surga bagi para istri?

Sungguh sebuah pertanyaan yang menggelitik, namun butuh ilmu yang cukup dan memadai untuk menjelaskannya. Untung saja saat sedang berseluncur di dunia maya (Facebook), aku menemukan beberapa jawaban yang mungkin bisa membantu siapa saja yang masih penasaran akan hal ini. Bahkan bisa bermanfaat juga untuk kaum hawa yang bisa jadi belum tahu dan tidak ingin tahu akan hal seperti demikian.

Rabu, 22 Juli 2015

Sepucuk Surat Aneh Nan Unik Menyapa Kantor Dompet Dhuafa

Pagi ini, seperti biasanya setiap kali usai shalat shubuh dan menjelang matahari akan menampakkan diri sekaligus menyapa penghuni bumi dengan senyuman khasnya dari balik gunung, aku menyempatkan untuk mengecek beberapa akun social media yang aku miliki. Baik itu yang berbentuk Facebook dan Twitter, serta blog. Tak lupa pula, aku mengecek email dengan harapan menemukan sesuatu yang unik di dalamnya, siapa tahu ada surat nyasar.

Selasa, 21 Juli 2015

Hari Yang Melelahkan Sekaligus Menyenangkan Part 2

Sumber Gambar : www.beritatrans.com
Akhirnya, tepat pukul 11.00 WITA kapal yang ditunggu menampakkan buritannya meskipun masih lumayan jauh jaraknya dari pelabuhan. Tapi setidaknya membuat perasaan lega dan tidak lagi di PHP seperti sebelumnya. Pukul 11.30 WITA kapal yang ditunggu baru sandar dipelabuhan. Sedangkan adik saya pukul 12.30 WITA baru menuju ruang tunggu setelah penumpang kapal sudah banyak yang turun. (dari informasi yang aku peroleh lebih 1000 penumpang yang turun, jumlah yang lumayan banyak)

Hari Yang Melelahkan Sekaligus Menyenangkan Part 1

Suasana Mudik 2015, Sumber : Tempo.co
Waktu yang di nanti pun tiba, tapi sayang seribu kali sayang, sampai jam 8 pagi buritan kapal tak juga menampakkan diri. Jangan sandar dipelabuhan, ditengah laut yang berhadapan dengan pelabuhan pun tidak tampak. Ah... mungkinkah di PHP lagi?

Segera saja aku bertanya kepada para satpam dan beberapa calo tiket di sekitar pos tempat aku membaur. Namun jawaban yang aku terima sungguh mengecawakan, yakni mereka juga belum bisa memastikan. Untung saja tak berselang lama, ada beberapa pegawai dari BPJS yang sedang bertugas di posko mudik melewati kami dan mengatakan bahwa kapal paling cepat jam 11 baru akan sandar dipelabuhan. Dalam hati yang sedang kecewa, aku berkata "Alamak... semakin lama pula aku menunggu kalau begini terus".

Senin, 20 Juli 2015

Hari Yang Melelahkan Sekaligus Menyenangkan

Masih Suasana Mudik 2015, Sumber : tempo.co
Mungkin itulah kalimat yang tepat untuk menggambarkan apa yang aku alami sekitar seminggu yang lalu. Kejadiannya tepat terjadi pada hari Senin tanggal 13 Juli 2015. Sebuah pengalaman yang bagi saya sedikit menguji adrenalin, ketabahan, dan kesabaran dalam menjalankan ibadah puasa. Lebih-lebih lagi kejadiannya terjadi selama sehari penuh dan akan aku ceritakan pada kesempatan kali ini.

*  *  *

Beberapa hari sebelum pengalaman mengesankan ini, aku sempat melakukan hal yang sama pula, tepatnya malam Jum'at. Dimana malam itu aku sedang mengantar adik yang akan mudik ke kampung dengan menggunakan moda transportasi kapal laut (PELNI). Sesampainya di pelabuhan, aku menyaksikan suasana pelabuhan yang begitu ramai akan pemudik dan sudah mulai kelihatan peningkatannya bila dibandingkan seminggu sebelumnya saat mengantarkan ibuku ke tempat yang sama.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...