Selasa, 23 Juni 2015

Tips Menghemat Menjelang Bulan Puasa

Tips Menghemat Menjelang Bulan Puasa
Belanjaan di Bulan Puasa, Dok. Pribadi
Alhamdulillah, sebagai umat muslim kita patut bersyukur karena tahun ini masih dapat bertemu kembali dengan bulan ramadhan. Salah satu bulan yang kedatangannya selalu di nantikan oleh seluruh umat muslim di seantero dunia., termasuk di Indonesia. Biasanya, untuk wilayah Indonesia setiap bulan ramadhan tiba selalu di sambut dengan berbagai perayaan dan tradisi sesuai kebiasaan daerah masing-masing.
 
Di sisi lain, kehadiran bulan ramadhan di anggap sebagai momentum yang tepat bagi banyak orang untuk mengontrol hawa nafsu. Dalam hal ini tidak hanya menyangkut urusan lapar dan haus, tetapi juga dalam urusan nafsu ‘ekonomi’ yang menjadikan pengeluaran malah makin membengkak. Betul gak!

Banyak yang beranggapan atau berpikir bahwa dengan adanya ramadhan pengeluaran akan sedikit berkurang (bisa berhemat) dengan dalih karena makan siang jadi berkurang. Namun pada kenyataannya yang terjadi malah kebalikannya, yakni pengeluaran malah meningkat. Bahkan peningkatan yang terjadi kadang tidak tanggung-tanggung, yaitu bisa sampai 50% bila di bandingkan dengan bulan sebelumnya di luar ramadhan.

Penyebabnya pun beragam? Hal ini bisa kita lihat dari berbagai macam kebutuhan yang di siapkan, mulai dari menyiapkan menu sahur dan buka puasa yang banyak macam yang ujung-ujungnya tidak di habiskan. Kadang juga karena keseringan makan sahur dan buka puasa di luar rumah (ngabuburit). Belum lagi di tambah dengan persiapan menjelang hari lebaran, seperti membeli kue-kue lebaran, membeli baju dan juga menyiapkan parsel-parsel cantik. 

Untuk itu, jangan heran jika menjelang hari lebaran tiba semua pusat perbelanjaan berubah menjadi sangat ramai, di mana sudah pasti dipenuhi oleh para konsumen. Oleh karena itu, jangan heran juga jika harga dari bahan pokok, makanan sampai pakaian pun akan meningkat drastis.

Namun, semua hal itu bisa di antisipasi dengan melakukan penghematan. Bagaimana cara menghemat saat bulan Ramadhan? Berikut beberapa tips menghemat menjelang bulan Ramadhan.

Kelola Uang Dengan Baik

Setelah mendapat gaji dari perusahaan atau instansi lain di mana anda bekerja, ada baiknya beberapa bulan sebelum Ramadhan tiba, untuk segera mengalokasikan dana yang di miliki secara proporsional sebagai dana yang akan di butuhkan selama ramadhan, termasuk di dalamnya untuk dana darurat. Untuk rinciannya sebagai berikut :
  • 30% diperuntukkan buat modal kerja, di mana hasil dari modal kerja tersebut bisa diperuntukkan membayar hutang, zakat dan dana proteksi. Syukur-syukur bisa diperuntukkan juga buat hobi, rekreasi dan pengembangan diri Anda dan keluarga.
  • 30% diperuntukkan menabung dan investasi (menabung adalah menyisihkan sebagian uang kita untuk masa depan, sementara investasi adalah menumbuhkan tabungan tersebut). Jika dana 30 persen ini tidak pernah digunakan, bisa juga kita ambil sebagian diperuntukkan penyelesaian kewajiban (cicilan, hutang-hutang produktif terlebih dahulu baru hutang-hutang konsumtif).
  • 40% diperuntukkan buat memenuhi kebutuhan sehari-hari dan jika punya sisanya, baru buat keinginan dan gaya hidup.
Jika pembagian ini tidak bisa Anda terapkan, minimal untuk tabungan/investasi dianggarkan 10 persen dari penghasilan, baik penghasilan sendiri sebagai suami maupun jika istri punya penghasilan kreatif lainnya selama bulan Ramadhan.

Khusus untuk porsi 40 persen, harus ada prioritas :
  • Kebutuhan untuk Hari Raya. Sisihkan sebagian dari porsi 40% tersebut untuk hari raya idul fitri, walaupun anda atau istri akan mendapatkan uang THR (Tunjangan Hari Raya). 
  • Keperluan keluarga. Gunakan sebijak mungkin kebutuhan yang benar-benar akan bermanfaat selama bulan ramadhan. 
  • Keperluan belanja pribadi. Jika masih ada lebih, barulah buat keperluan belanja pribadi.

Persiapkan Budget dan List Belanjaan

Bagi yang sudah berkeluarga, bulan puasa mungkin akan sedikit membuat otak berputar karena harus menyelesaikan masalah keuangan, mengingat harga bahan pokok yang tinggi ketika Ramadhan. Pastikan untuk mempersiapkan budget yang lebih ketika bulan puasa. Di sisi lain, di harapkan untuk menabung yang dikhususkan untuk mencukupi kebutuhan selama bulan ramadhan. 

Selain itu, tidak ada salahnya untuk membuat list belanjaan mengenai apa saja yang dibutuhkan ketika menjalani bulan ramadhan. Hal ini demi memudahkan dalam menjalankan bulan puasa, sehingga tidak perlu khawatir lagi akan masalah budget yang sering membengkak ketika ramadhan tiba.

Belanja Sekaligus Untuk Sebulan

Harga-harga kebutuhan di Bulan Ramadhan biasanya merangkak naik. Untuk menyiasatinya, yakni dengan belanja di awal bulan dan sekaligus untuk kebutuhan selama satu bulan. Selain harga-harga yang masih belum terlalu tinggi, juga dapat meminimalisir pengeluaran tak terduga. Tapi ingatlah untuk selalu merencanakan belanja dengan matang. Jangan terlalu banyak membeli hal yang kurang penting, sehingga stok makanan malah terbuang percuma. Yang terpenting adalah kebutuhan gizi selama satu bulan berpuasa terpenuhi.

Tidak Mudah Termakan Promosi

Untuk yang satu ini paling banyak di tawarkan ketika bulan Ramadhan tiba. Biasanya promosi bertebaran di hampir semua tempat perbelanjaan. Mulai dari supermarket hingga Online Shop, semua menggembar-gemborkan Ramadhan Sale. Sebagai konsumen seharusnya bisa mengontrol diri untuk tidak terlalu termakan buaian promosi. 

Selain berisiko membeli barang yang tidak terlalu kita butuhkan, hal ini juga bertolak belakang dengan esensi Ramadhan, di mana kita harus merendahkan hati kita dan lebih peka terhadap sekitar kita. Manfaatkan Promo Ramadhan dengan bijak untuk membeli sesuatu yang benar-benar kita butuhkan.

Berbuka Puasa di Rumah

Berbuka puasa bersama di luar sekali-kali bisa saja dilakukan. Namun, jika keseringan malah akan menambah biaya pengeluaran. Harga-harga yang naik tentu membuat aneka makanan di restoran atau tempat lainnya berubah menjadi lebih mahal dari biasanya. Belum lagi harus menghabiskan waktu untuk menunggu setidaknya satu jam sebelum berbuka puasa, karena pada jam-jam tersebut hampir semua restoran maupun tempat ngabuburit lainnya menjadi lebih ramai dari hari biasa di luar bulan ramadhan. Ada baiknya menyiapkan makanan untuk sahur dan juga buka puasa di rumah. 

Selain mengasah kemampuan memasak, tentu kudapan dan minuman buatan sendiri lebih higienis dan jauh dari bahan-bahan berbahaya seperti pemanis buatan. Dengan menghindari berbuka puasa di luar, selain dapat menghemat pengeluaran, makan masakan sendiri pun lebih terjamin nutrisi dan kebersihannya.

Makassar, 23 Juni 2015

Referensi Tambahan :
https://www.aturduit.com/articles/kiat-berhemat-menjelang-bulan-puasa/

28 komentar:

  1. bulan puasa memang justru jadi lebih boros ketimbang bulan lainnya, padahal siangnya puasa, jadi tips hemat jelang puasa ini patut di pertimbangkan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, siang puasa. Tapi menjelang buka, makan malam dan sahur banyak ngeluarin dana.

      Hapus
  2. betul sekali mas, sepertinya bulan puasa pengeluaran jadi 2x lipat, aneh, padahal saya makan dua kali sehari atau cuma sekali sehari, tapi mungkin bisa saya minimalisir, sebagai anak kos saya harus berhemat, terima kasih mas tipsnya, sangat bermanfaat sekali, untuk yang bagian terakhir, saya jadi kangen berbuka puasa dirumah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama mas, semoga bisa di praktekkan entah itu satu atau dua opsi yang di coba. Berbuka di rumah memang tiada duanya.

      Hapus
  3. ibu2 kalo udah denger sale bawaaannya pengen belanja ngeborong, gimana yah ??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha... Itu dia masalahnya, bisa di tahan gak ya.

      Hapus
  4. Iya kenapa ya di bulan puasa pengeluaran malah lebih banyak ketimbang di bulan-bulan lainnya, padahal siang harinya kita gak makan dan minum.. hehe... ya tapi kayaknya udah kejawab kenapa saya ini dengan artikel pa timur ini.. Terima kasih... salam kenal... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe... Aneh bin ajaib, tapi kenyataan memang sudah seperti itu yang terjadi.

      Hapus
  5. bermanfaat sekali nih bang tipsnya. jadi perbandingannya itu (30:30:40) %.
    Sangat setuju dengan Belanja Sekaligus Untuk Sebulan. Soalnya klw di bulan Ramadhan kita cukup fokus sama Ibadah saja. Yang seharusnya 10 malam terakhir kita ibadahnya makin khusuk malah disibukkan dengan berwara-wiri berbelanja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar bangad, seharusnya bulan ramadhan di gunakan untuk beribadah dengan khusuk bukan wara wiri belanja.

      Semoga bisa di terapkan tipsnya.

      Hapus
  6. jangan lupa juga kak bahwa di setiap rezeki yang kita dapat ada terselip rezeki orang lain yang lebih membutuhkan. Sedekah janganlupa loh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siip... Setiap hari jum'at kalau yang itu dan tiap ada dapat rejeki lebih. Kalau sekarang sesekali undang teman buat berbuka dan makan bareng di rumah kontrakan.

      Hapus
  7. Tipsnya boleh bgd nih mas..aku jg lg berhemat nih..buat bekal mudik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pas bangad donk Mbak untuk di terapkan.

      Hapus
  8. setuju mas
    kadang, (kadang ya) yang terberat itu biaya tak terduga
    entah ke dokter, atau keperluan lainnya
    jadi, itu yang harus kita maksimalkan demi penghematan agar selepas hari raya ga tongpes...

    inspiratif artikelnya, wajib bookmark bagi yang boros seperti saya ha ha ha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih untuk apresiasinya.
      Itu dia yang harus di antisipasi mas, biaya tak terduga.

      Hapus
  9. :( udah itu thr habis wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha... di habisin untuk belanja ya Mbak

      Hapus
  10. kalau say abiasanya belanja seminggu sih, jarang sebulan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau di rasa nyaman segitu dan keuangan bisa di atur, gak masalah juga.

      Hapus
  11. Saya mikirnya kalo ada momentum ramadhan jatuhnya pengeluaran dobel, nah makanya ini tips keren bisa diaplikasikan deh,capcuss :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siip... yuk, di aplikasikan tipsnya.

      Hapus
  12. boleh juga tuh tipsnya buat saya yang memang suka boros dalam hal keuangan :)
    makasih informasinya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama Mbak. Yuk, di praktekkan tipsnya. Siapa tahu bisa membantu mengatasi pengeluaran berlebih yang di rasakan.

      Hapus
  13. makasih tipsnya, iya deh buka puasa di luar jadi lebih mahal, jajan melulu hehe...untuk mudk jug butuh gede ya biayanya...semoga ada rejekinya aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah itu dia, apalagi harus ada dana untuk mudik juga.

      Amiin... Semoga selalu di lancar rejekinya.

      Hapus
  14. bagus ni mas sebagai alternaative investasi masa depan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siip... di coba diterapkan yuk dalam kehidupan sehari-hari.

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...