Senin, 06 Juli 2015

Mudik Gratis

Seperti biasa, setiap kali bulan ramadhan tiba dan menjelang hari Raya Idul Fitri, umat muslim khususnya di Indonesia kembali dihadapkan pada sebuah tradisi yang diwariskan secara turun temurun. Sebuah tradisi yang jika diperhatikan menjadikan negeri ini semakin unik dan berbeda dari negara lainnya di dunia. Tradisi yang dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan dan menarik untuk di simak. Tradisi apakah yang dimaksud? Apalagi kalau bukan “Mudik”.

Biasanya setiap kali musim mudik tiba, selalu identik dengan kemacetan yang bertambah parah dan kecelakaan, baik itu yang disebabkan oleh kendaraan roda dua maupun empat. Identik pula dengan aktivitas berdesak-desakkan, khusus untuk pengguna transportasi kapal laut dan kereta api. Bahkan sering juga di samakan dengan kehabisan tiket yang biasa terjadi pada transportasi udara (pesawat) dan darat (kereta api).

Dalam beberapa tahun belakangan ini, fenomena “mudik” semakin meningkat tajam. Alhasil, kemacetan dan kecelakaan pun seringkali terjadi bahkan tak bisa dihindarkan lagi. Penyebabnya bermacam-macam, entah itu karena kesalahan dari manusianya sendiri maupun berasal dari faktor lain, seperti kelebihan muatan pada kendaran yang digunakan, keadaan jalan yang tidak memadai atau dari kondisi kendaraan yang tidak di cek terlebih dahulu sebelum melakukan aktivitas mudik dan masih banyak lagi faktor lainnya yang sering kali di sepelekan.

Belajar dari pengalaman-pengalaman tersebut, akhirnya berbagai pihak pun ikut melibatkan diri dalam mempersiapkan mudik. Misalnya, perbaikan jalan rusak yang setiap tahunnya selalu di buru bahkan tak jarang dilakukan pelebaran jalan ataupun pembuatan jalan baru. Tak sampai di situ saja, pengamanan pun dilakukan oleh pihak Polri dengan maksud agar aktivitas mudik tetap lancar, aman, terkendali, tertib dan nyaman. Belum lagi di tambah dengan kehadiran posko-posko simpatik yang biasanya di bangun di sepanjang jalur yang dilalui pemudik, baik yang disiapkan oleh pihak kepolisian, instansi pemerintah, swasta maupun relawan yang ikut melibatkan diri. Bahkan semua persiapan ini sudah dilakukan jauh-jauh hari sebelum ramadhan tiba.

Selain berbagai persiapan di atas, beberapa tahun terakhir ini kembali di warnai dengan tren “Mudik Gratis”. Tujuan dari program ini adalah untuk mengurangi kemacetan, angka kecelakaan, bahkan untuk membantu masyarakat yang tidak mendapatkan tiket mudik atau tidak memiliki dana yang cukup untuk pulang ke kampung halaman. Program ini melibatkan banyak pihak, baik itu dari pemerintah atau swasta dalam hal ini melaui bantuan berbagai brand dan tentunya juga dari berbagai perusahaan. Di mana para hanya mendaftarkan diri, termasuk keluarga bagi yang memiliki keluarga dan daerah tujuan mudik.

Dengan adanya mudik gratis ini, banyak manfaat yang bisa di dapatkan. Misalnya kemacetan jadi berkurang dan angka kecelakaan pun bisa ikutan berkurang. Bagi pemilik brand akan meningkatkan kecintaan konsumen pada produk yang mereka miliki. Sedangkan bagi perusahaan, tentu saja akan meningkatkan kinerja dan loyalitas karyawan yang akan berdampak pada kemajuan perusahaan di masa yang akan datang.

Di sisi lain, pemudik pun merasa terbantu. Contohnya, bagi karyawan perusahaan tidak perlu capek-capek lagi untuk berburu tiket mudik atau takut tidak kebagian, mempersiapkan kendaraan yang akan digunakan, berjibaku dengan kemacetan, melawan rasa lelah dan ngantuk serta emosi yang kadang ikut terpancing. Lebih-lebih lagi bagi mereka yang memiliki dana pas-pasan atau tidak cukup untuk pulang ke kampung halaman. Mudik gratis adalah jalan satu-satunya sekaligus harapan terakhir yang akan mewujudkan impian mereka untuk menengok sanak saudara di kampung halaman.

Makassar, 6 Juli 2015

16 komentar:

  1. Wah enak nih, biasanya kalau udah musim lebaran selalu ada program mudik gratis

    BalasHapus
  2. Buat yang gak mudik, biasa aja ya pa Timur, walau gratis... hehehehe :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe... bisa jadi ada yang begitu.

      Hapus
  3. kayaknya saya nggak bisa ramadhan ke kampung -_-... sedih campur senang membaca postingan ttg mudik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kok sedih bercampur, apa jangan-jangan kampungnya bukan di desa seperti para perantau yang sedang mudik.

      Hapus
  4. saya tiap tahun ga pernah mudik, wong kampung saya di sini
    he he he

    iri sih kalo liat temen yang siap2 pengen mudik...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha... jadi tiap tahun kerjanya hanya menonton yang mudik lewat televisi dunk.

      Hapus
  5. Asik bagi yang mudik. Bisa gratis. Kalau yang gak mudik... hiks. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang gak mudik berlibur ke tempat wisata aja.

      Hapus
  6. Pernah ngerasain aktivitas mudik walaupun gak gratis..hehe.. Rame dan sesaknya gimanapun jadi kenangan sendiri^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di situlah nikmatnya mudik lebaran. Selain rame, juga harus berdesak-desakkan dengan penumpang lainnya.

      Hapus
  7. wah ada mudik gratis juga nih, asik dong untuk para pemudik gaa perlu mengeluarkan uang nya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, asyik buat yang mudik gratis dan dapat program ini.

      Hapus
  8. semoga mudik gratis ini bukan ajang untuk mereka hanya modus doang atau ada bisnis dibalik itu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah... itu yang ditakutkan, artinya ada timbal balik yang di harapkan.

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...