Kamis, 23 Juli 2015

Mengapa Ridho Suami Merupakan Surga Bagi Para Istri?

Ilustrasi

Mengapa ridho suami itu surga bagi para istri?
 
Sungguh sebuah pertanyaan yang menggelitik, namun butuh ilmu yang cukup dan memadai untuk menjelaskannya. Untung saja saat sedang berseluncur di dunia maya (Facebook), aku menemukan beberapa jawaban yang mungkin bisa membantu siapa saja yang masih penasaran akan hal ini. Bahkan bisa bermanfaat juga untuk kaum hawa yang bisa jadi belum tahu dan tidak ingin tahu akan hal seperti demikian.

Dari hasil penelusuranku di Facebook, aku menemukan salah satu tulisan sekaligus jawaban dari pertanyaan di atas. Tulisan ini di oleh salah seorang penulis terkenal, yakni Darwis Tere Liye. Ia sendiri juga mengutip jawaban ini dari seorang penulis yang ilmunya lebih dalam lagi. Seorang penulis yang berasal dari Tanah Serambi Mekah (Aceh), yang juga merupakan salah satu kawannya. Penulis yang dimaksud adalah Tengku Rahmat Idris (RH Fitriadi).

Mengapa ridho suami itu surga bagi para istri? Berikut jawabannya!
  1. Suami dibesarkan oleh ibu yang mencintainya seumur hidup. Namun ketika dia dewasa, dia memilih mencintaimu yang bahkan belum tentu mencintainya seumur hidupmu. Bahkan seringkali rasa cintanya padamu lebih besar daripada cintanya kepada ibunya sendiri. 
  2. Suami dibesarkan sebagai lelaki yang ditanggung nafkahnya oleh ayah ibunya hingga dia beranjak dewasa. Namun sebelum dia mampu membalasnya, dia telah bertekad menafkahimu, perempuan asing yang baru saja dikenalnya dan hanya terikat dengan akad nikah tanpa ikatan rahim seperti ayah dan ibunya. 
  3. Suami ridha menghabiskan waktunya untuk mencukupi kebutuhan anak-anakmu serta dirimu. Padahal dia tahu, di sisi Allah engkau lebih harus dihormati tiga kali lebih besar oleh anak-anakmu dibandingkan dirinya. Namun tidak pernah sekalipun dia merasa iri, disebabkan dia mencintaimu dan berharap engkau memang mendapatkan yang lebih baik daripadanya di sisi Allah. 
  4. Suami berusaha menutupi masalahnya di hadapanmu dan berusaha menyelesaikannya sendiri. Sedangkan engkau terbiasa mengadukan masalahmu pada dia dengan harapan dia mampu memberi solusi. Padahal bisa saja di saat engkau mengadu itu, dia sedang memiliki masalah lebih besar. Namun tetap saja masalahmu diutamakan dibandingkan masalah yang dihadapinya sendiri. 
  5. Suami berusaha memahami bahasa diammu dan bahasa tangismu, sedangkan engkau kadang hanya mampu memahami bahasa verbalnya saja. Itupun bila dia telah mengulanginya berkali-kali. 
  6. Bila engkau melakukan maksiat, maka dia akan ikut terseret ke neraka karena dia ikut bertanggung-jawab akan maksiatmu. Namun bila dia bermaksiat, kamu tidak akan pernah dituntut ke neraka karena apa yang dilakukan olehnya adalah hal-hal yang harus dipertanggungjawabkannya sendiri.
Semoga tulisan ini memberikan manfaat bagi siapapun yang membacanya. Semoga juga membawa berkah bagi Tengku Rahmat Idris dan Darwis Tere Liye
 
Makassar, 23Juli 2015

26 komentar:

  1. makasih sharenya, seringkali masalah suami istri itu karena miskom *pengalaman :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama Mbak, sekadar mengingatkan kembali saja.
      Ya, setuju bangad. Miskom seringkali membawa masalah.

      Hapus
  2. heem jadi lebih tau ini tentang Ridho Suami
    nice share

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih untuk apresiasinya, semoga tidak salah paham lagi dengan suami (kalau udah menikah/punya suami).

      Hapus
  3. hayoo hayoo jangan sampai ada salah paham lagi.. setelah membaca artikel ini jadi lebih paham sekarang dan untuk tetap tawaddu pada suami.. makasih mas..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama Mas, pengagumnya Darwis Tere Liye ya.

      Hapus
  4. ternyata itu ya jawabaannya, Ridha Suami Surga Buat Istri :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, jawabannya kurang lebih demikian dan mungkin bertambah juga.

      Hapus
  5. bener juga nih mas, kadang-kadang ngerasa capek ngurus rumah, sering mengeluh padahal belum tentu secapek suami mencari nafkah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe... Semoga bisa dijadikan bahan renungan.

      Hapus
  6. idul fitrih, musim nikah. heuheuheu...

    BalasHapus
  7. sangat bermanfaat artikelnya mas :) bulan syawal lagi musim nikah ya mas hehe di tempat saya banyak yang mau nikah.. aku kapan ya mau nikah :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah kalau di anggap bermanfaat. Iya, biasanya masuk musim nikah. Nanti juga bakalan nikah kalau sudah ketemu yang cocok dan keluarganya Mba Ipah merestui.

      Hapus
  8. maka, masihkan para istri akan mencari-cari alasan untuk tak patuh pada suami? ingatlah, bahwa surga seorang istri salah satunya ditentukan oleh ridho seorang suami.
    Saya pengagum karya-karya Tere Liye, tapi belum baca yang ini, ada di buku yang mana ya, Mas?
    Terima kasih sharenya, semoga banyak yang mengambil manfaat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini saya ambil dari status yang di posting oleh Darwis Tere Liye di akun Facebooknya.

      Terima kasih kembali untuk apresiasinya mas.

      Hapus
  9. Jadi terharu bacanya...
    Makasih sharenya mas... Menginspirasi sekali. Tapi terkadang karena ego juga yg menjadikan semua itu tehalang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih kembali. Alhamdulillah kalau di anggap demikian.
      Benar, ego kadang menjadi penghalang niat yang sebelumnya sudah baik.

      Hapus
  10. maka jadi lah suami yang baik suatu hari nanti.

    BalasHapus
  11. Balasan
    1. Terima kasih untuk kunjungan dan apresiasinya.

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...