Kamis, 19 Februari 2015

Penampungan Air Hujan Sebagai Solusi Mengatasi Permasalahan Air Bersih

PAH, Solusi Mengatasi Masalahan Air Bersih
Air merupakan hal yang sangat vital bagi kehidupan manusia. Tidak ada manusia yang dapat hidup tanpa air. Bahkan fakta membuktikan bahwa manusia dapat menahan lapar lebih lama daripada menahan haus. Coba bayangkan apa jadinya apabila kita kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan kita.
 
Indonesia sebagai negara yang beriklim tropis, memiliki curah hujan rata-rata di atas 2 meter per tahun. Yang artinya kalau semua air hujan yang turun tidak mengalir ke mana-mana, tidak meresap dan tidak menguap maka Indonesia terendam setinggi 2 meter. Jumlah yang terlalu banyak, sehingga malah menimbulkan keluhan. Kita senang di hari-hari pertama musim hujan, lalu mengeluh di hari-hari berikutnya dan sangat lega ketika musim hujan akhirnya benar-benar pergi.

Dengan curah hujan yang demikian tinggi, seharusnya air hujan bisa dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif sumber air bersih di Indonesia. Sayangnya, ketika curah hujan di Indonesia cukup tinggi, masyarakat masih jarang yang memanfaatkannya. Air hujan yang begitu berlimpah, lebih banyak terbuang sia-sia dibanding untuk dimanfaatkan. Sedangkan saat curah hujan sangat rendah, masyarakat justru kekurangan air.

Hal ini menjadi suatu ironi yang tidak terelakkan ketika negara lain yang memiliki curah hujan terbatas bisa memanfaatkan air hujan dengan sangat baik seperti Inggris. Dengan curah hujan hanya sekitar 700 mm/tahun saja, Inggris tidak pernah mengalami kekurangan air. Mereka membangun danau-danau buatan untuk menampung air hujan, sehingga pada saat musim kemarau datang mereka tetap memiliki cadangan air.

Oleh karena itu, air hujan perlu dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif, jika tidak ingin kekurangan air bersih saat musim kemarau. Lantas bagaimana cara memanfaatkan air hujan tersebut? Banyak cara untuk memanfaatkan air hujan tersebut, salah satunya adalah dengan membuat Penampungan Air Hujan (PAH).


Ilustrasi : Contoh Penampungan Air Hujan
Dari pengalaman saya sejak kecil, air bersih merupakan salah satu permasalahan utama di daerah saya. Namun, permasalahan tersebut tidak membuat warga kehabisan akal untuk mendapatkan air bersih. Salah satu cara warga untuk mendapatkan air bersih adalah dengan menampung air hujan saat musim hujan tiba. Cara ini sangat efektif untuk mendapatkan air bersih, walaupun tidak semua bak Penampungan Air Hujan yang dibuat oleh warga mampu bertahan selama musim kemarau. 
 
Dengan membuat bangunan penampungan air hujan, warga secara tidak langsung telah memberikan contoh penyediaan air baku mandiri dengan sistem pemanenan air hujan, meskipun saat penggunaannya berlangsung singkat. Di daerah saya, bak Penampungan Air Hujan dengan kedalaman 4 meter (sudah termasuk dengan ketinggian 1 meter di atas tanah), dapat bertahan 3-4 bulan pemakaian. 

Pada dasarnya, bangunan Penampungan Air Hujan sangat sederhana cara pembuatannya. Adapun cara warga membuat bak penampungan air hujan dan cara kerjanya adalah sebagai berikut : 

Pertama-tama warga menggali tanah di sekitar tempat tinggal mereka dengan diameter 1,5-2,5 meter. Dengan diameter tersebut, warga menggali sesuai dengan keinginan dan kemampuan finansial yang mereka miliki. Setelah kedalaman galian sesuai dengan yang di inginkan, maka dilakukan plesteran dan acian agar nanti musim hujan bisa digunakan untuk menampung air hujan. 

Sebelum musim hujan tiba, bak penampungan yang sudah selesai pengerjaannya di buatkan penutup, baik dengan menutup langsung dengan plat beton atau dengan membuatkan penutup dari bambu/kayu. Setelah penutup selesai dikerjakan, maka bagian terakhir adalah dengan membuat saluran air yang dihubungkan dengan atap rumah. 

Demikianlah apa yang dapat saya sampaikan mengenai pemanfaatan air hujan. Semoga pengalaman yang saya tuliskan lewat artikel ini bisa bermanfaat bagi kita semua.
 
Makassar, 20 Februari 2015
Sumber Gambar :
http://www.ampl.or.id/digilib/read/manual-teknis-pemberdayaan-masyarakat-penampungan-air-hujan/440

8 komentar:

  1. info menarik , apa masih pelu penyaringan dan memberi kaporit agar bebas dari kuman????

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk hasil yang lebih baik, keduanya masih perlu dilakukan. Namun bisa juga hanya salah satunya saja, misalnya dengan meletakkan penyaring di talang air sebelum masuk ke bak penampungan dan di dalam penampungan agar kotoran yang masih lolos masuk ke dalam bak bisa di endapkan.

      Terima kasih dan Salam.

      Hapus
  2. Mungkin kalau ada penyaringan hasilnya akan lebih baik ya

    BalasHapus
  3. iya, seharusnya gt yak, tapiiii..ya begitulah..
    semoga ide dari tempat tinggal dikau ini bang bs dicontoh oleh daerah lain, terutama daerah2 yg sering mengalami krisis air.
    nice share :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe... orang Indonesia memang kebanyakan maunya yang instan ya.

      Saya pun berharap demikian, bisa di ikuti oleh daerah lain dan ikut mempraktekkannya.

      Hapus
  4. Anda ingin penyimpanan air yang kuat dengan kapasitas besar
    mungkin
    Tangki panel

    adalah solusi tepat untuk anda

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...