Rabu, 25 Februari 2015

Pentingnya Memahami Kebutuhan Pencahayaan Pada Bangunan

Dokumen Pribadi
Pada artikel sebelumnya, saya membahas tentang solusi rumah masa depan, yang mana artikel lengkapnya ada disini. Dalam merencanakan sebuah hunian, seorang arsitek akan selalu mempertimbangkan berbagai aspek dalam mewujudkan rancangannya. Salah satunya adalah aspek kenyamanan, baik itu dari luar maupun dalam bangunan itu sendiri.

Berbicara tentang aspek kenyamanan khususnya hunian privat seperti rumah, kebanyakan owner yang awam masih mengutamakan keindahan bangunan saat dilihat dari luar ketimbang memberikan rasa nyaman, baik dari luar maupun dalam bangunan itu sendiri. Tidak jarang kita temukan masyarakat awam yang menginginkan bangunannya seperti demikian. Namun malah melupakan kenyamanan untuk dirinya sendiri.
 
Salah satu dari aspek kenyamanan yang seringkali terlupakan adalah menyangkut pencahayaan. Bagi mereka yang masih awam, beranggapan bahwa semua ruangan memiliki pencahayaan yang sama. Padahal anggapan tersebut merupakan salah satu hal yang keliru. 

Saya ambil contoh pada ruang makan. Untuk meningkatkan selera makan, maka memerlukan pencahayaan yang cukup lembut dan halus, namun tidak terlalu redup. Sedangkan untuk posisi cahaya sendiri usahakan agak rendah, tapi jangan sampai menghalangi pandangan di sekitar meja makan. Selain itu, gunakan lampu gantung tepat di atas meja makan karena baik untuk menghadirkan fokus.

Selain dapat memberikan kenyamanan pada penggunanya, pencahayaan juga dapat membangun suasana dalam sebuah bangunan. Warna yang dihasilkan oleh sumber cahaya mampu memberikan pengaruh terhadap mood penggunanya, baik itu emosi, selera, ketenangan dan masih banyak lagi. Misalnya untuk mendapatkan ketenangan, maka gunakanlah sumber cahaya yang menghasilkan warna biru. Begitu pula dengan suasana lain yang anda inginkan.

Perlu untuk di ingat bahwa beda ruangan, beda pula kebutuhan pencahayaannya. Di ruang mana pun, cahaya merupakan salah satu faktor kenyamanan. Terang saja tak cukup, karena adanya skema khusus agar penglihatan tak terganggu.

So... masih mau menganggap bahwa pencahayaan semua ruangan tetap sama dan kurang penting untuk di perhatikan.

Makassar, 26 Februari 2015
Catatan :
*Menerima Jasa Desain Rumah Tinggal*  

8 komentar:

  1. Ooohg justru di ruang makan malah sebaiknya redup ya? Saya paling ga suka ruangan yang kurang cahaya...hahaha kecuali ruang tidur

    BalasHapus
    Balasan
    1. Redupnya kaya pencahayaan di restoran-restoran. Untuk ruang tidur bisa di pasang beberapa lampu, ada lampu untuk membaca yang memerlukan cahaya terang. Sedangkan saat tidur yang digunakan jangan terlalu terang seperti cahaya biru yang cocok karena bisa membuat rileks dan cepat tidur.

      Hapus
  2. Wah.. terima kasih infonya. saya dan suami termasuk awam di pencahayaan rumah. yg penting ruang keluarga yg sekaligus bengkel kerja punya lampu terang, sudah OK banget. hehe... harus banyak2 belajar ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk ruang kerja, belajar, ruang keluarga sudah benar menggunakan lampu terang. Sedangkan untuk ruang makan gunakan lampu yang mengundang selera makan seperti di restoran. Untuk dapur gunakan yang terangnya khusus untuk area dapur tapi bukan yang down light ya bu.Nanti saya ulas lagi di artikel berikutnya.

      Hapus
    2. ulasan singkat yg menarik dan bernas. seperti judul tulisannya yg mencerahkan. #bermanfaat

      Hapus
    3. Terima kasih. Alhamduillah, jika ilmu yang saya bagikan bisa memberikan manfaat pada khalayak ramai.

      Hapus
  3. Kenyamanan ini dipelajari di Psikologi, nyaman = psikologi enak

    @guru5seni8
    Penulis di www.kartunet.or.id / http://hatidanpikiranjernih.blogspot.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya benar, kurang lebih mengarah pada psikologi mba Tyaseta.

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...