Jumat, 18 Desember 2015

Bagaimana Menuliskan Sebuah Cerita Perjalanan Yang Menarik?

Sumber : Slide yang di kirim TravelNBlog ID lewat email
Setelah materi pertama mengenai “Travel Blogging” usai, kini aku dan peserta lainnya bersiap untuk menerima materi selanjutnya yang menurutku gak kalah menarik juga. Kali ini yang akan membawakan materi adalah seorang lelaki. Ia memiliki ciri khas suka bercerita panjang di blog dan terkenal akan gaya berceritanya yang enak dibaca. Menariknya, ternyata sebagian peserta yang ikut workshop adalah fans-nya.

Siapakah dia? Ada yang tahu!

Ya... Dialah mas Arif Rahman, sang pemilik blog Bacpackstory[dot]me. Sesuai dengan ciri khasnya, tema materi yang dibawakan pun tak jauh-jauh hal itu. Adapun tema yang ia angkat, yakni “Enrich Your Stroy”.

Dan sebelum masuk ke materi, ia pun melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Kak Nunu, yakni melemparkan beberapa pertanyaan kepada kami. Di mana bunyi pertanyaan pertama kurang lebih seperti ini : “Apa yang membuat kalian betah berkunjung blog travel yang sama secara berulang-ulang?”

Mendengar pertanyaan tersebut, kami secara spontan dan saling berebutan seperti anak kecil untuk menjawabnya. Ada yang menjawab karena cerita yang disajikan menarik dan enak dibaca, karena foto-fotonya keren, tampilan blognya menarik dan menyejukkan, bahkan ada yang terhipnotis sama penulisnya (ganteng atau cantik), dan ada juga yang jadi penonton setia alias menyimak saja.

Usai pertanyaan tersebut dijawab, pertanyaan kedua pun ikut menyusul. Pertanyaannya kurang lebih seperti ini : “Tulisan yang kaya gimana, atau seperti apa yang kalian sukai di travel blog?”. Rata-rata kami menjawab story telling, seputar tips dan trik perjalanan. Padahal dari raut wajah mas Arif Rahman menginginkan jawaban yang lebih dari itu. Namun apa daya, jawaban yang ditunggu tidak kunjung terucap jua.

Karena jawaban yang ditunggu tidak adalagi, maka materi pun dilanjutkan. Dilayar dihadapan kami muncullah sebuah slide yang berisi tentang hasil survey, yang isinya ternyata tidak beda jauh dengan pertanyaan pertama. Begitu pula dengan jawabannya, yang mana sebagian sama dengan yang kami jawab. Setelah itu dilanjutkan dengan slide kedua (hasil survey juga), dimana pertanyaan dan jawabannya hampir sama juga.

Menariknya, di slide ketiga berisi tentang sebuah quote dari mas Arif Rahman sendiri. Sebuah quote yang bisa dijadikan sebagai penyemangat sekaligus inspirasi. Mau tahu quote-nya seperti apa, nih simak kutipannya dibawah ini :
Quote yang menarik, Sumber : sama dengan gambar pertama
 
Muncul sebuah pertanyaan. “Bagaimana cara memperkaya tulisan itu sendiri?”

Nah... gak perlu menunggu lama, pertanyaan tersebut dengan sendirinya di slide selanjutnya. Seperti apakah jawabannya? Yang lagi pada kepo dan pengen tahu, angkat tangan dong! Ya udah, yuk di simak jawabannya di  bawah ini :
“Jawabannya, cobalah untuk menulis artikel yang terstruktur, ceritanya bagus dan menarik, serta jangan lupa memperhatikan beberapa hal, seperti harus punya bagian pendahuluan, tengah, dan akhiran.”

Kemudian muncul lagi sebuah pertanyaan. Agar ketiga bagian tersebut tetap menarik buat para pembaca, apa yang harus dilakukan? Seperti kata pepatah ”Banyak jalan menuju Roma”, maka untuk menghasilkan tulisan yang baik pasti selalu saja ada caranya. Berikut beberapa contohnya yang sempat aku tulis dalam catatan kecil yang aku bawa.

Pendahuluan : 
  • Bisa mengawali cerita dengan sebuah dialog yang menarik. 
  • Bisa juga dengan berimprovisasi alias berbicara dengan diri sendiri. 
  • Jika masih bingung, cobalah untuk “Mendeskripsikan Sesuatu” yang sedang dilihat. 
  • Atau dengan mencoba membawa pembaca setia blog anda seakan berada ditengah-tengah situasi tertentu. Misalnya, sedang ada gempa bumi, berada diwilayah kerusuhan, dan masih banyak lagi.
Bagian tengah cerita : 
  • Merupakan roh dari sebuah cerita, dimana bagian ini bisa menguatkan atau kelanjutan dari dari sebuah cerita dan isinya bisa panjang, tergantung dari cerita yang dibuat. 
  • Merupakan tempat dimana cerita itu menjadi nyata dan tentunya berdasarkan pengalaman yang dialami sang penulis. 
  • Dibagian inilah kita bisa memainkan tempo dan menikmati cerita itu sendiri.
Bagian Akhir atau penutup :
Bagian ini bertujuan untuk memberikan jawaban dan kepastian akan cerita yang telah kita tulis. Apakah cerita tersebut layak atau tidak. Seperti membangun sebuah hubungan gitu. Namun tak hanya itu saja, bisa juga dengan menarik sebuah kesimpulan, meninggalkan sesuatu yang bisa membuat pembaca penasaran, tepatnya menghadirkan sebuah tanda tanya besar. Atau memberikan sesuatu yang berbeda, misalnya di akhiri dengan sebuah ending yang bahagia. Contohnya, seperti tulisanku sebelumnya yang berjudul “Cerita Dibalik Terdaftarnya Aku Jadi PesertaTravelNBlog 5.

Lalu, “Bagaimana cara menuliskan sebuah cerita perjalanan agar terlihat lebih menarik bagi pembaca?”

Jawabannya sih cukup simpel aja. Mau tahu gak seperti apa jawabannya. Hayuk di simak baik-baik!
  • Cobalah untuk membuat cerita yang seru dan membuat pembaca jadi deg-degan. 
  • Bisa juga dengan membuat dialog agar cerita yang dihadirkan semakin nyata. 
  • Cobalah untuk memperkaya ceritamu dengan menghadirkan karakter tertentu. 
  • Ketika bercerita, jangan abaikan manfaat pancara indra yang anda miliki. Artinya jangan sega-segan untuk melihat, mendengar, merasakan, menyentuh, menghirup, dan merasakan. 
  • Ajaklah pembaca untuk merasakan situasi sesungguhnya lewat cerita yang anda tulis. 
  • Jangan lupakan detail cerita itu sendiri. Maksudnya informasi yang diberikan lewat tulisan mengenai perjalanan itu harus valid. Gak mau kan anda masuk berita gara-gara ada orang hilang atau kesasar akibat membaca informasi yang ada berikan.
Gimana, cukup mudah dan gampang kan!

Sebelum materi yang dibawakan ditutup dan masuk waktu istirahat, mas Arif Rahman juga memberikan beberapa tips singkat. Diantaranya : 
  • Ingat 2 Kon. Maksudnya adalah Konten dan Konsisten. 
  • Perbanyak menulis dan juga membaca. 
  • Usahakan untuk tidak menyingkat kata dan cobalah untuk selalu menggunakan EYD dengan baik. 
  • Buatlah diri anda bahagia. 
  • Jangan lupa alat-alat pendukung.
Sumber : Slide yang di kirim TravelNBlog ID lewat email

Terakhir, di tutup dengan sebuah quote yang di kutip dari “Dan Poynter”. Kalimatnya kurang lebih seperti dibawah ini :

“If you wait for inspiration to write, you’re not a write, you’re a waiter”

Makassar, 17 Desember 2015

16 komentar:

  1. wah ilmunya bagus juga dari mereka ya, banyak manfaatnya ternyata ikut workshop2

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, manfaat yang didapatkan banyak bangad. Belum lagi koneksi semakin bertambah.

      Hapus
  2. wah ilmunya bagus juga dari mereka ya, banyak manfaatnya ternyata ikut workshop2

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kirim sekali langsung dapat hadiah gelas dan piring cantik.

      Hapus
  3. Memang menulis itu mudah, namun menuls yang berkualitas belum tentu mudah juga kan mas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu dia yang menjadi salah satu tantangan buat para blogger. Menghasilkan tulisan yang berkualitas belum semua orang bisa.

      Hapus
  4. Perkenalkan, saya dari tim kumpulbagi. Saya ingin tau, apakah kiranya anda berencana untuk mengoleksi files menggunakan hosting yang baru?
    Jika ya, silahkan kunjungi website ini www.kumpulbagi.com untuk info selengkapnya.

    Di sana anda bisa dengan bebas share dan mendowload foto-foto keluarga dan trip, music, video, filem dll dalam jumlah dan waktu yang tidak terbatas, setelah registrasi terlebih dahulu. Gratis :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal juga. Untuk sekarang belum berencana untuk menggunakan hosting. Masukannya tetap saya terima, siapa tahu saja ke depan saya berubah pikiran dan bisa menjadikan websitenya sebagai referensi.

      Hapus
  5. Tip yang menarik. Bisa juga diaplikasikan ke tulisan yang bukan travel writing. TFS :)

    Eh, namanya sama dengan nama ta' di'? :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa bangad, apalagi sekarang kebanyakan pengunjung blog lebih banyak menyukai artikel yang bergaya story teling.

      Hehehe... kembar nama jadinya.

      Hapus
  6. Wah, terima kasih sudah berbagi mas! :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yah... kebalik, harusnya saya berterima kasih pas mas karena sudah rela membagikan ilmunya kepada peserta workshop yang rata-rata masih amatiran.

      Hapus
  7. Belum pernah dapat kesempatan ikutan workshop menulis traveling. makasih sharing ilmunya Mas.
    Saya coba pelan-pelan karena susah membuat tulisan yang membuat pembaca tertarik membaca hingga akhir.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama Mbak Eti. Semoga membawa manfaat ulasannya.
      Insya llah, pasti bisa kok.

      Hapus
  8. Wah mksh share ilmunya . Jd inget sg klo cerita travelling lempeng aja ky jalan tol.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih kembali Mbak Kania. Semoga bisa membawa manfaat

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...