Jumat, 27 Maret 2015

Jika Aku Memiliki Samsung Galaxy Note Edge


Smartphone

Beberapa hari ini saya tidak lagi menggunakan smartphone, tapi bukan berarti saya tidak suka dengan kehadiran ponsel pintar ya. Saya tidak menggunakannya karena smartphone yang saya miliki rusak total. Sebelum mengalami nasib tragis tersebut, jauh-jauh hari sebelumnya smartphone yang saya pakai telah menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Mula-mula di awali dengan layarnya yang rewel, yakni touch screennya kadang-kadang tidak berfungsi kemudian berubah menjadi garis-garis seperti yang terjadi pada komputer yang terserang virus.

Kamis, 26 Maret 2015

Samsung Galaxy Note Edge, Gadget Untuk Segala Aktivitas

Pameran Karya Arsitektur
Sebagai seorang mahasiswa teknik arsitektur, saya dibiasakan untuk mengerjakan berbagai macam tugas kuliah, seperti membuat makalah, proposal untuk dijadikan acuan dalam merencanakan desain, menggambar, atau pun membuat papper. Untuk menyelesaikan tugas-tugas tersebut diperlukan berbagai referensi, yang mana pasti akan membutuhkan berbagai sumber. Entah sumber tersebut berasal dari buku, wawancara langsung dengan ahlinya, jurnal, atau dari website sekalipun.

Di sisi lain, saya juga mulai aktif mengikuti berbagai kegiatan di luar kampus seperti acara workshop, seminar, talk show yang di adakan oleh produsen produk, menekuni dunia menulis (blog), sesekali melakukan travelling, dan lain sebagainya. Akan tetapi, di balik semua itu tetap saja saya cepat merasa bosan. Entah kenapa, saya selalu menginginkan sesuatu yang baru sebagai pendorong ketika akan melakukan aktivitas sehari-hari.

Tips Menghemat Listrik


Tips Menghemat Listrik
Pada artikel sebelumnya, saya menuliskan tentang masalah krisis energi yang di prediksi akan terjadi pada tahun 2025 atau paling lambat 2030. Selain itu, saya juga mengajak anda untuk melakukan penghematan energi sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah, yakni "Gerakan Nasional Hemat Energi".

Seperti yang sudah saya katakan, bahwa banyak hal yang dapat dilakukan untuk mendukung gerakan tersebut. Salah satunya adalah dengan memulainya dari hal-hal sepele yang bisa kita awali dari dalam rumah.

Rabu, 25 Maret 2015

Yuk, Dukung Gerakan Nasional Hemat Energi


Sumber Gambar : Kidsklik.com

Pernahkah anda merasa kaget hingga dada sesak akibat tagihan listrik membengkak? Atau anda merasa terbebani ketika tarif listrik per Kwh-nya di naikkan, khususnya buat para pelanggan non-subsidi. Sehingga secara perlahan-lahan pengeluaran pun ikut merangkak naik bagaikan timbangan badan, yang mana berdampak pula pada kondisi keuangan.

Selasa, 24 Maret 2015

Matahari Sebagai Sumber Energi Terbarukan

Panel Surya, Sumber : (http://kunaifi.files.wordpress.com/2009/02/2062.jpg)
Sebagaimana kita ketahui, Indonesia berada di jalur khatulistiwa yang di berkahi energi surya yang berlimpah sepanjang tahun di seluruh wilayahnya. Namun, fakta mengatakan bahwa sumber energi yang berlimpah tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. Sedangkan di sisi lain ada sebagian wilayah Indonesia yang belum merasakan indahnya di lalui listrik. Hal ini dikarenakan sebagian wilayah Indonesia belum di jangkau oleh jaringan listrik PLN.

Oleh karena itu, salah satu solusi yang dapat dipertimbangkan sebagai alternatif untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Mengapa harus PLTS? Karena PLTS merupakan teknologi yang ramah lingkungan serta tidak melepaskan polutan sepeti halnya pembangkit listrik tenaga fosil. PLTS juga mudah dipindahkan dan sistemnya dalam bentuk modular. Bukan hanya itu, PLTS bisa digunakan dalam skala rumahan dan itu sudah terbukti saat program PLTS masuk kampung halaman saya yang berada di daerah terpencil.

Senin, 23 Maret 2015

Ketika Aksi Pencurian Di Rumah Kost Marak Lagi

Ilustrasi, Sumber : beritajalanan.com
Hidup di kota besar adalah salah satu impian yang ingin di capai oleh banyak orang. Bahkan bagi sebagian orang desa, kota seringkali di anggap sebagai tempat yang cocok untuk mengadu nasib dan mengejar impian yang selama ini di cita-citakan. Tak jarang mereka beranggapan bahwa di kota segalanya bisa di capai dan di dapatkan dengan mudah. Dalam benak mereka, di kota semuanya serba tersedia dan instan.

Namun banyak yang tidak menyadari bahwa di balik keunggulan dan kemudahan yang mereka lihat, tersimpan banyak konsekuensi yang ikut membayangi dan patut untuk di waspadai. Banyak pula yang tidak sadar bahwa kehidupan di kota sangatlah keras. Berbagai permasalahan pun dapat kita temukan di kota, bahkan lebih kompleks lagi. 

Akibatnya, tingkat kriminalitas pun ikut terdongkrak naik. Kekerasan terjadi di mana-mana bahkan tak jarang menjurus pada pencurian dan perampokan. Sebut saja contoh sederhananya, yakni mengenai aksi begal membegal yang dilakukan oleh kawanan remaja, baik yang masih dalam pengawasan orangtua dan sekolah maupun mereka yang tergolong sudah bisa mencari nafkah untuk dirinya sendiri. Itu saja baru satu contoh, belum dengan aksi-aksi lainnya seperti perampokkan, pemerkosaan, penodongan, pembunuhan, dan masih banyak lagi.

Bila kita perhatikan dengan seksama, hampir semua aksi-aksi kriminalitas yang sering terjadi kebanyakan karena motif ekonomi. Akan tetapi, terkadang karena kepandaian dari para pelaku yang jeli melihat peluang. Padahal awalnya kadang tidak memiliki niat untuk melakukan demikian. Namun bukan berarti semuanya demikian, ada juga yang memang sudah merencanakan untuk melakukan aksi kejahatan atau kriminalitas.

Biasanya, para pelaku terlebih dahulu melakukan survey terhadap lokasi yang di incar. Entah itu rumah tinggal atau rumah kost. Modus yang paling banyak di lakukan adalah pura-pura menanyakan orang yang tidak kita kenal sama sekali. Ada juga sebagian yang berprofesi sebagai pemulung, penjual buku-buku agama, dan peminta sumbangan. Untuk yang ini sering sekali saya jumpai dan dari pengalaman saya sekitar 60-75% memanfaatkan peluang. 

Tak jarang mereka memasuki rumah kontrakan dan rumah kost tanpa meminta ijin terlebih dahulu dan jika ada kesempatan mereka memanfaatkannya dengan sebaik mungkin. Yang di incar biasanya yang mudah di bawa dan bisa di sembunyikan dengan cepat, seperti Handphone dan laptop. Bahkan mesin cuci pun pernah di colong, waktu itu saya masih ngontrak rumah.

Bagi mereka, kawasan kost-kostan dan rumah kontrakan adalah salah satu tempat yang pas untuk melancarkan aksinya, serta merupakan sasaran yang paling empuk. Bahkan sudah di anggap sebagai lahan basah yang dapat di kunjungi kapan saja mereka mau.

Ngomongin soal kasus kriminal, baru-baru ini di tempat saya kost telah terjadi kasus pencurian. Kejadiannya kurang lebih seminggu yang lalu. Al hasil, pencuri berhasil membawa 2 laptop dan Handphone. Sang pemilik barang sendiri baru sadar saat menjelang pagi ketika melihat pintu kamar terbuka dan ada yang janggal dengan isi kamarnya. Di situlah dia baru tahu bahwa pencuri telah mengambil barang-barang milikinya dengan leluasa.

Kejadian ini merupakan yang ketiga kalinya terjadi selama aku berada di tempat kost sekarang ini. Yang pertama, korbannya adalah aku sendiri dan temanku dan barang-barang yang di curi berupa Samsung Galaxy yang baru 1 tahun lebih aku miliki, Handphone Blackberry dan laptop serta modem baru kepunyaan temanku. Kejadiannya sekitar akhir maret tahun 2013.

Sedangkan kasus kedua, yakni terjadi sehari sebelum hari pertama bulan puasa di tahun yang sama dengan kejadian pertama. Barang-barang yang di bawa maling berupa 2 Handphone, laptop, dan dompet. Namun untuk yang kedua ini ketahuan sama pemilik barang yang di curi karena tersadar dari tidurnya. Dan terjadilah kejar-kejaran di dalam kost sampai pintu gerbang. Di sini sang pencuri yang mengalami nasib sial, motor yang di bawa bermasalah saat di hidupkan. 

Akhirnya dia ke tangkap dan barang-barang yang di curi berjatuhan, sedangkan dia sendiri lari menyelamatkan diri sebelum para penghuni kost lainnya yang sudah bangun menghakiminya. Bahkan saking ketakutan, motor yang dia bawa di tinggalkan di lokasi ia melakukan aksinya. Bukannya untung malah kerugian yang di dapat, karena motornya yang baru berusia satu tahun di tinggal begitu saja sebagai barang bukti.

Dari pengalaman tersebut, aku pun semakin berhati-hati lagi. Ketika sedang keluar kost, baik jauh atau pun dekat kamar kost selalu aku kunci. Terkadang ke kamar mandi pun aku tetap melakukan hal demikian. Hehehe... keliatan yah kalau aku begitu waspada.

Makassar, 23 Maret 2015

Minggu, 22 Maret 2015

Catatan Seputar Akhir Pekan

Bagi orang kota, akhir pekan merupakan waktu yang selalu di nanti-nanti. Biasanya akhir pekan di gunakan untuk berkumpul bersama keluarga dan refreshing. Menurut mereka, akhir pekan tidak boleh di sia-siakan dan wajib di manfaatkan dengan sebaik mungkin sebelum kembali ke rutinitas awal yang di penuhi dengan tumpukan pekerjaan yang menanti.

Hal ini bisa dibuktikan dengan penuhnya lokasi wisata setiap akhir pekan, baik yang lokasinya dekat maupun jauh. Sebagai contoh, di tempat saya menuntut ilmu sekarang (Makassar), setiap akhir pekan masyarakat ramai-ramai mengunjungi pantai losari, tanjung bunga, tanjung bayan, trans studio, dan masih banyak lagi. Aktivitas tersebut bisanya sudah terasa sejak siang hari dan puncaknya pada sore hari sekitar pukul 15.00 sampai tengah malam. Salah satu penandanya adalah berbagai kendaraan memenuhi jalan raya yang sebelumnya lancar-lancar saja. Bila di saksikan, keadaan ini hampir sama dengan yang terjadi di musim mudik bulan ramadhan.

Itu baru daerah Makassar loh! Bagaimana dengan kota yang lebih besar lagi, seperti Jakarta dan sekitarnya? Hhhhmmm... semua sudah pada tahu kan, apa yang terjadi! Dari pengalaman saya yang beberapa kali mengunjungi Jakarta sekaligus berlibur, keadaan demikian juga terjadi di sana. Bahkan lebih ramai lagi dibandingkan dengan hasil pengamatanku di Makassar. Jangankan menunggu akhir pekan, hari-hari biasa saja sudah begitu ramai dan tak jarang terjadi kemacetan lagi.

Ketika akhir pekan tiba, masyarakat Jakarta tak kalah antusias dengan masyarakat Makassar dalam menyambut hari yang telah di nanti-nanti tersebut. Biasanya yang paling banyak di kunjungi, seperti Kebun Binatang Ragunan, puncak Bogor, Taman Mini Indonesia Indah, Ancol, Kebun Raya Bogor, Monumen Nasional, dan masih banyak lagi.

Setiap kali akhir pekan datang, pasti akan di sambut dengan gembira dan penuh keceriaan. Tak jarang demi bisa menikmati akhir pekan tanpa ada yang terlewati sedikit pun, kebanyakan dari mereka semua telah merencanakan liburan dari jauh-jauh hari sebelumnya. Hal ini bisa di lihat dari berbagai persiapan yang di bawa saat akhir pekan tiba. Sebagai contoh kecil, banyak saya temukan yang menyiapkan akhir pekan mereka di kemas dalam bentuk piknik. Ini bisa dibuktikan dengan berbagai makanan yang mereka bawa seperti halnya orang akan piknik atau tamasya.

So... Bagaimana dengan akhir pekan anda, apakah seperti demikian atau lain dari yang lain? Misalnya tidur seharian, kerja bakti, mengadakan bersih-bersih di tempat tinggal anda, atau .....(silahkan isi sendiri).

Makassar, 22 Maret 2015
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...