Selasa, 21 April 2015

Dua Wanita Tangguh Yang Menginspirasi

Selamat Hari Kartini
Jika ditanya, siapakah sosok Kartini yang menjadi pilihanmu saat ini? Maka jawabannya akan lebih dari satu. Namun jika disuruh memilih, maka aku akan menjatuhkan pilihan itu kepada dua orang aku sayangi. Pilihan pertama tentu saja adalah Ibuku, sedangkan pilihan kedua adalah sang kekasih yang setia menemaniku selama sembilan tahun terakhir ini.

Senin, 20 April 2015

Memotret Kabut Di Atas Kayangan

Awal April tahun lalu, tepatnya setelah sepulang dari KKN yang telah aku lalui selama hampir dua bulan, aku menyempatkan diri untuk mencari suasana baru sekaligus meliburkan diri dari segala aktivitas perkuliahan. Padahal waktu itu proses perkuliahan masih berjalan dan belum memasuki masa liburan semester. Tapi aku tetap saja memutuskan untuk berlibur dan rehat sejenak dari semua hal yang berhubungan dengan kuliah.

Hal itu aku lakukan karena sudah menyelesaikan semua mata kuliah yang aku program di jurusan Arsitektur. Dan saat itu tinggal mengajukan judul skripsi dan memperbaiki beberapa mata kuliah yang nilainya masih standar alias C. Karena jadwal mata kuliah perbaikan belum keluar dan nilai KKN sebagai syarat untuk mengajukan judul belum keluar juga, maka aku semakin memantapkan diri untuk berlibur sejenak. Jadwal liburan yang aku agendakan pun tidak lama, yakni hanya seminggu dan paling lama sekitar dua minggu saja.

Karena tekad sudah bulat untuk berlibur dan euforia KKN masih saja terasa, maka aku memutuskan untuk berlibur di kampung halaman saja. Saat itu aku memilih kampung halaman untuk berlibur karena sudah hampir 4 tahun tidak ikut mudik. Di sisi lain sekalian untuk menengok orangtua sekaligus melihat perkembangan kampung halaman yang konon katanya sudah banyak mengalami perubahan.

Dari Atas PELNI, Dokumen Pribadi
Berbekal rasa penasaran tersebut, aku pun akhirnya pulang kampung juga. Dan seperti biasanya untuk sampai ke kampung harus melakukan perjalanan panjang dengan kapal. Bukan hanya itu saja, aku harus dua kali naik kapal baru sampai ke kampung halaman. Yang pertama naik kapal PELNI dengan tujuan Makassar ke Bau-Bau, setelah itu dari Bau-Bau melanjutkan perjalanan dengan naik kapal kayu yang kapasitasnya sampai 100 orang ke kampung halaman. Untung saja aku sudah terbiasa dengan perjalanan jauh tersebut, sehingga gak kaget lagi dan bisa menyesuaikan antara jadwal kapal PELNI dengan kapal yang menuju kampung halaman.

Singkat cerita, aku pun telah sampai di kampung halaman dan benar saja banyak perubahan yang terjadi selama 4 tahun aku tidak mudik. Namun yang paling menyenangkan bagiku adalah ketika sampai di rumah. Suasananya masih tetap sama dengan banyak pohon yang mengelilingi, seperti pohon jeruk, nangka, sirsak, pepaya dan di belakang rumah masih penuh dengan pohon bambu.

Keadaan tahun 2010 (Potret dari Laptop Compac), Dokumen Pribadi
Hanya ada sedikit perubahan, yakni depan rumah sudah di aspal dan saat itu kampungku sedang mengikuti lomba kebersihan yang di adakan provinsi, yang mana pemenangnya akan menjadi wakil provinsi dalam lomba keberhasilan tingkat nasional. Tapi sayang seribu sayang, setelah berhasil menjadi pemenang lomba tidak jadi di ikutkan sebagai wakil provinsi dan konon katanya pihak provinsi lebih memilih daerah yang masih berada di wilayah kelahiran sang Gubernur.
Selama di kampung halaman, banyak hal yang aku temui dan semua itu membuat senang serta bahagia. Apalagi bisa merasakan makanan khas kampung halaman yang sudah lama tidak aku rasakan. Entah itu kasoami, kapussu nosu, maupun ikan yang selalu dalam keadaan segar ketika di beli bahkan tak jarang ikan yang dijaula masih bergerak alias hidup.

Di satu sisi, aku bisa berkunjung ke rumah sanak saudara yang dekat maupun yang jauh jaraknya dari rumah. Mengunjungi nenek yang kini sudah memasuki usia renta dan mulai pikun. Sesekali juga aku menyempatkan diri untuk berkumpul dengan teman-teman. Dan kebetulan saja waktu itu berdekatan juga dengan acara pesta demokrasi, yakni pemilu legislatif sehingga suasana kampung semakin ramai setiap harinya. Bahkan suasananya seperti hari raya besar saking ramainya setiap hari sampai hari H pemilihan.

Namun tak hanya itu, masih ada hal lain yang membuatku senang lagi ketika berada di kampung, yakni  kabut yang sering menyelimuti kampung ketika hujan datang. Entah itu ketika hujan dengan intensitas kencang maupun ringan. Dan bagiku pemandangan itu sungguh menakjubkan serta sayang bila di sia-siakan. Beberapa di antara berhasil aku abadikan ke dalam kamera Handphone meskipun hasilnya mungkin gak sebagus jepretan kamera DLSR.

Ketika itu, aku sedang menelpon di atas bukit yang merupakan asal mula kampungku berdiri sebelum sedikit demi penduduk bergeser ke lembah di bawahnya yang akhirnya bertahan menjadi pemukiman sampai saat ini. Oh iya, aku menelpon dibukit tersebut karena jaringan seluler hanya sampai di situ saja. Dan bila sedikit saja bergerak menuruni bukit, maka jaringan di pastikan perlahan-lahan akan menghilang dari peredarannya.

Konon bukit tempat aku menelpon saat itu memiliki nama yang keren dan sering membuat orang kaget ketika mendengarnya. Dan nama yang aku maksud adalah Kayangan (Desa Kayangan). Karena setiap pendatang sering kaget ketika mendengar nama itu, akhirnya kepala kampung (saat itu belum ada yang namanya kepala desa) mencoba mengubah nama tersebut menjadi Kahyanga atau Kahianga.

Di situlah aku mengabadikan kabut ke dalam kamera Handphone yang aku miliki. Ketika itu hujan mendadak deras dan angin kencang, namun tidak berlangsung lama. Setelah itu hujan hanya dalam intensitas rendah dan saat itulah kabut terbentuk secara perlahan-lahan. Beberapa di antaranya bisa di lihat di bawah ini :



Itulah ceritaku kali ini tentang kampung halaman dan kabut yang berhasil aku abadikan ke dalam kamera Cross A18 yang aku miliki.

Makassar, 20 April 2015

Minggu, 19 April 2015

Selamatkan Hutan Tropis Indonesia dan Belajarlah Dari Kearifan Budaya Lokal Yang Ramah Lingkungan

Selamatkan Hutan Indonesia (Sumber  Foto : www.kaskus.co.id)

Indonesia adalah negeri yang terkenal akan kekayaan alamnya. Negeri yang memiliki kekayaan alam berlimpah, yang di amanatkan oleh Sang Pencipta kepada kita semua untuk dijaga dengan sebaik-baiknya. Salah satu dari sekian banyak kekayaan alam yang harus kita jaga dengan sebaik-baiknya, yaitu adalah Hutan.

Sabtu, 18 April 2015

Yuk, Belajar Melestarikan Dan Ramah Pada Objek Wisata Yang Di Kunjungi

Gunung Rinjani dari Udara, Sumber : www.tanyoe.com
Indonesia merupakan salah satu negeri yang kaya akan objek pariwisata. Wisata Indonesia sangat terkenal karena memiliki keindahan alam yang membuat para wisatawan domestik dan mancanegara takjub. Beberapa objek wisata di Indonesia antara lain : Danau Toba, Candi Borobudur, Pulau Wakatobi, Raja Ampat Papua, Pulau Dewata Bali, Pulau Komodo, Pulau Sipora di Mentawai dan masih banyak lagi.

Semua objek wisata tersebut di atas memiliki daya tarik dan keunikan tersendiri, sehingga bisa memikat dan membuat para wisatawan takjub, bahkan berulang kali datang kembali ke objek wisata tersebut untuk menikmati keindahannya.

Jumat, 17 April 2015

Gara-Gara Pasar Sore, Aku Jadi Kepo

Masih teringat jelas kenangan saat pulang kampung setahun yang lalu, tepatnya akhir bulan tiga sebelum pemilu legislatif berlangsung. Waktu itu aku hanya kurang lebih dua minggu berada di kampung halaman. Namun selama berada di kampung halaman, aku tidak menyia-nyiakan setiap waktu yang ada. Entah itu mengunjungi sanak saudara, mengunjungi kakek dan nenekku, bermain dengan sepupu aku yang masih kecil-kecil dan lucu, membantu pekerjaan di dapur, bahkan mengantarkan ibu ke rumah-rumah warga yang ingin memesan horden.

Pasar Sore Waitii, Sumber : amelaholic.blogspot.com
Kadang-kadang juga aku mengantarkan ibu ke pasar untuk berbelanja. Di kampungku hari pasar hanya ada pada hari minggu, rabu dan jum’at. Setiap hari pasar pengunjung selalu ramai, baik yang akan berbelanja kebutuhan sehari-hari, belanja pakaian, bahan bangunan, bahkan ada pula yang datang ke pasar hanya untuk sekadar refreshing saja. Kurang lebih seperti itulah aktivitas masyarakat ketika menyempatkan diri berkunjung ke pasar.

Kamis, 16 April 2015

Tips Menghemat Listrik Paling Efektif dari Dalam Rumah

Tips Hemat Listrik Secara Efektif
Penahkah anda merasa kaget hingga dada sesak akibat tagihan listrik membengkak? Atau anda merasa terbebani ketika tarif listrik per Kwh-nya di naikkan, khususnya buat para pelanggan non-subsidi. Sehingga secara perlahan-lahan pengeluaran pun ikut merangkak naik bagaikan timbangan badan, yang mana berdampak pula pada kondisi keuangan.

Lewat Jemari Ini, Kutuliskan Rahasia Sekaligus Harapan Untuk Kemajuan Pariwisata Indonesia

Salah satu resort di kampung halamanku, Sumber : Wonderful Indonesia
Indonesia, negeri yang kaya raya akan kekayaan alamnya. Dari Sabang di ujung barat sampai Merauke di ujung timur kekayaan alam negeri ini terbentang dan sangat melimpah. Semuanya tersebar di darat, laut bahkan udara sekali pun. Sebuah potensi yang luar sangat biasa jika dapat dikelola dan dikembangkan dengan sebaik mungkin.

Bagiku, kekayaan alam yang begitu melimpah membuat Indonesia seakan potongan surga yang jatuh ke bumi. Hal ini telah di akui oleh orang-orang yang pernah mengunjungi Indonesia. Rata-rata dari mereka seakan terhipnotis, takjub dan iri akan kekayaan yang di miliki Indonesia.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...