Selasa, 14 April 2015

Ingin Mendapatkan Pekerjaan Impian Anda, Coba Tips Ini

Ternyata IPK tinggi bukan jaminan untuk langsung diterima kerja loh. Banyak faktor yang ternyata menentukan untuk bisa diterima kerja dengan gaji cukup dan fasilitas memadai. Belakangan ini, banyak yang mengeluh bahwa mencari kerja itu sulit.

Berikut ada beberapa tips yang perlu diperhatikan jika ingin mendapatkan pekerjaan impian anda.

Faktor 1 : Penampilan

Mau tidak mau, Anda harus mengakui bahwa penampilan adalah hal utama yang membuat pewawancara tertarik pada Anda. Bukan mau menjudge fisik ya, tetapi sederhana saja. Penampilan adalah hal pertama yang bisa dilihat dan dinilai, jadi wajar saja apabila memang selalu menjadi poin pertama Anda memperoleh panggilan kerja.

Dalam mengirim CV, usahakan untuk membuat foto diri menarik. Sedikit tersenyum bolehlah, karena Anda tak perlu mengirimkan foto tegang yang membuat Anda jadi tersingkir. Setelah mendapat panggilan interview, sesuaikan penampilan dengan posisi pekerjaan yang di apply, dan pastikan Anda berdandan rapi. Tidak perlu berlebihan, namun apabila saat bercermin Anda merasa percaya diri dan enak dilihat, Anda sudah mengantongi satu kesempatan lagi untuk diterima kerja. Nah, kalau soal penampilan sudah, cobalah untuk mengasah ke kemampuan Anda.
 
Faktor 2 : Respon cepat

Selalu pasang mata dan telinga, amati perubahan atau pesan apa yang dikirimkan dan wajib Anda tahu. Hal ini juga berlaku apabila orang yang mewawancarai anda melemparkan sebuah pertanyaan. Lebih baik jangan menjawab terlalu lama, dan berusahalah mencari jawaban smart. Sekalipun mungkin jawaban Anda benar, namun apabila terlalu lama hal ini akan mengurangi poin Anda. Anda dianggap seorang pekerja yang lamban responnya, dan mudah tersingkir oleh peserta interview lainnya.
 
Faktor 3 : Kontak mata

Sama pentingnya seperti penampilan, selalu jaga kontak mata ketika sedang melakukan wawancara. Apabila memang anda adalah tipe pemalu, usahakan sesekali saja membuang pandangan dari orang yang sedang melakukan interview dengan anda.

Faktor 4 : Kepercayaan diri

Kepercayaan diri juga salah satu faktor yang menentukan Anda bisa diterima bekerja. Mereka yang kurang percaya diri, terutama pada kemampuannya, justru langsung di coret dari daftar penginterview. Apalagi apabila Anda melamar di posisi front office, wah, percaya diri adalah bekal penting yang mendapat poin tinggi.

Faktor 5 : Menjawab smart

Berhubungan erat dengan respon cepat, Anda terlebih dahulu harus mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang perusahaan yang di inginkan serta posisi yang ingin dipilih. Informasi ini akan sangat membantu Anda dalam menjawab setiap pertanyaan yang diajukan.

Semoga tips singkat ini bisa bermanfaat dan meringankan beban anda yang telah berkali-kali melamar pekerjaan, tapi selalu saja di tolak dengan halus. Jika ada yang kurang berkenan dalam kalimat yang saya utarakan mohon di perbaiki dan di maafkan.  

Wassalam 
Makassar, 14 April 2015

Minggu, 12 April 2015

Sepenggal Kisah Yang Tercecer Sekaligus Berharga

Masih terlintas dalam benak ini perjalanan dari awal sampai penarikan peserta KKN tiba. Selama di perjalanan menuju lokasi KKN, begitu banyak pemandangan yang indah dan kenangan yang kutemui. Pemandangan yang tidak pernah saya jumpai di kota tempatku kuliah. Tak tau harus memulai dari mana, semuanya merupakan kenangan sangat berharga dan tak akan pernah kulupakan.

Dari beberapa kabupaten yang saya lewati selama menuju lokasi KKN, ada beberapa tempat yang membuatku takjub akan keindahannya. Banyak pelajaran yang saya dapatkan ditempat tersebut, meskipun lokasi KKNku bukanlah ditempat tersebut.

Dalam benakku, aku mengatakan andaikan semua daerah di Indonesia atau Makassar khususnya seperti kabupaten yang satu ini. Lingkungannya yang begitu tertata rapi, indah, nyaman, bersih, dan dipenuhi pepohonan, membuat siapa saja yang lewat menjadi nyaman serta seakan berada di surga. Saya mengatakan demikian karena udara yang saya hirup di daerah itu sangat segar dan membuat perasaan semakin plong.

Kabupaten Bantaeng Yang Menakjubkan

Seperti yang saya katakan sebelumnya, siapa pun yang lewat di daerah ini akan merasakan kenyamanan, ketenangan dan perasaan akan menjadi segar. Bagaimana tidak demikian? Daerah ini tertata begitu rapi, bersih dan di sepanjang jalan dipenuhi pepohonan yang membuat suasana menjadi sejuk dan semakin nyaman.

Hijau dan Rindangnya Bantaeng (www.kaskus.co.id)
Namun, semua itu tidak terbentuk begitu saja. Masyarakat di sana sangat disiplin, apalagi mengenai kenyamanan. Seperti sebuah tulisan yang mereka pasang di pinggir jalan yang isinya kurang lebih seperti ini : "Kebersihan adalah sebagian dari iman". Mereka betul-betul menjalankan dan mempraktekkan seperti yang tertulis di papan tersebut.

Selama melewati Kabupaten Bantaeng, saya sangat takjub akan kebersihan daerah tersebut. Saking bersihnya, di perjalanan tidak saya temui sampah yang bertebaran, baik itu puntung rokok, dedaunan yang kering atau pun sampah lain yang sejenisnya. Kedisiplinan warganya patut di acungi jempol.

Dari berbagai sumber yang saya dapatkan, jadwal kebersihan di kabupaten itu seperti jadwal orang makan, yaitu dalam sehari sampah-sampah tiga kali dibersihkan. Selain itu, setiap minggu warga sangat antusias mengadakan kerja bakti untuk membersihkan lingkungan kompleks masing-masing.

Meskipun hanya beberapa kali lewat, pengalaman dan pelajaran yang saya petik dari daerah tersebut sangat berharga sekali. Seandainya warga perkotaan semuanya seperti itu, mungkin cuaca panas seperti sekarang ini tidak akan kita temui. Udara yang kita hirup pasti bakalan segar tiap hari. Polusi dapat di redam dengan banyak pepohonan yang ada, keadaan kota akan semakin hijau, asri dan nyaman. Andai saja apa yang saya impikan itu bisa terwujud di kota tempat saya kuliah. Kapankah….. khayalan ini terwujud?

Kecamatan Ujung Loe Yang Asri dan Nyaman

Tempat kedua yang membuatku nyaman setelah Kabupaten Bantaeng, yaitu Kecamatan Ujung Loe Kabupaten Bulukumba. Daerah ini merupakan lokasi di mana saya KKN. Saat memasuki daerah ini, saya teringat kembali akan suasana kampung halaman. Daerahnya lumayan sejuk, udaranya begitu segar, dan membuatku langsung nyaman saat berada di daerah ini.

Memasuki daerah pedesaan banyak saya temui area persawahan, tambak, dan perkebunan karet yang membuat daerah ini semakin sejuk. Selama di daerah ini, banyak kenangan indah dan pelajaran berharga yang saya dapatkan. Di sini, saya harus beradaptasi dengan lingkungan pedesaan yang sangat jauh berbeda dengan perkotaan tempat saya kuliah.

Pemandangan di lokasi KKN, Dok. Pribadi
Meskipun demikian, saya tidak begitu susah untuk beradaptasi karena saya sendiri lahir di daerah terpencil yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Selama di daerah ini, saya seakan kembali ke rumah sendiri di kampung halaman. Kegiatan sehari-hari pun tidak berbeda jauh dengan yang biasa saya lakukan di kampung kelahiran saya.

Untuk mandi pagi, biasanya kalau di kota harus mandi pakai shower dan menghabiskan air yang banyak. Namun di sini, mandi harus menggunakan gayung dan tentu saja harus menghemat air juga. Selain itu, air yang digunakan bukan air PDAM, melainkan air tanah yang disaring agar airnya jernih.

Jika di kos mencuci motor menggunakan air PDAM, di posko saya KKN menggunakan air sungai yang mengalir di depan posko. Perbedaan lain yang saya temui, yaitu banyaknya pepohonan di pinggir jalan yang ada di depan posko KKN. Sedangkan jika di Makassar jarang saya temui keadaan yang demikian. Memasakkan pun sering menggunakan cara tradisional, yaitu memasak dengan menggunakan tungku bukan menggunakan kompor ataupun kompor gas.

Keadaan pedesaan yang begitu rindang, sejuk, banyak pepohonan, serta cara-cara tradisional warga dalam melestarikan lingkungan agar tetap terjaga keindahannya sampai anak cucu mereka, membuatku merasa malu karena tidak melakukan apa-apa selama di kota.

Itulah pengalaman dan pelajaran berharga yang saya dapatkan selama perjalanan dan semasa KKN bisa saya praktekkan dalam kehidupan sehari-hari, agar bisa membuat lingkungan dan bumi menjadi hijau kembali dan tetap lestari untuk anak cucu.

Semoga pengalaman yang saya ceritakan lewat blog ini, bisa membuat para pembaca tergerak hatinya untuk melestarikan lingkungan, setidaknya lingkungan sekitar anda tinggal. Karena dengan memulai dari lingkungan sekitar dan diri sendiri, lambat laun siapapun yang melihat akan ikut juga nantinya.

Makassar, 12 April 2015

Sabtu, 11 April 2015

Dari Blog Menjadi Buku, Mungkinkah?


Dari Blog Menjadi Buku


Memiliki sebuah hobi adalah sesuatu yang sangat menyenangkan. Lebih-lebih lagi jika hobi tersebut berpotensi menjadi penghasilan tambahan sang empunya. Sebut saja salah satu di antara sekian banyak hobi di dunia ini adalah menulis. Entah aktivitas menulis dilakukan di blog, diary, atau berbentuk status sepertinya halnya yang sering kita lakukan di jejaring sosial masa kini.

Bagi saya, menulis adalah aktivitas yang sangat menyenangkan dan bisa membuat pikiran menjadi lebih positif lagi. Di satu sisi, menulis menjadi sebuah wadah untuk melepas kepenatan, sarana untuk menghibur diri dan melepaskan ide-ide yang selama ini membeku dalam pikiran akibat tidak tersalurkan dengan baik. Sedangkan di sisi lain, menulis juga bisa menjadi sebuah wadah untuk berbagi kepada sesama dengan harapan mampu memberikan manfaat dan menginspirasi banyak orang.

Jumat, 10 April 2015

Kompasiana Belum Familiar di Mata Mahasiswa Makassar


Kompas Kampus dan Kompasiana Blogshop (www.blog.kompasian.com)

Selasa tanggal 7 April merupakan hari kedua sekaligus terakhir berlangsungnya acara Kompas Kampus yang berlokasi di Universitas Hasanuddin, Makassar. Demi menghindari antrian panjang seperti yang terjadi di hari sebelumnya, aku tidur lebih cepat agar bisa bangun lebih pagi. Selain karena ingin menghindari antrian panjang, aku juga tidak ingin ketinggalan salah satu acara yang menurutku menarik sekali, yakni kopdaran Kompasiana yang bertajuk Kompasiana Blogshop. Acara tersebut sangat berkaitan erat dengan hobi baruku saat ini.

Kamis, 09 April 2015

Anniversary Day

Hari ini, aku sedikit berbeda dari hari-hari sebelumnya. Jika sebelumnya aku selalu begadang sampai pagi, maka hari ini yang aku lakukan adalah sebaliknya. Entah ada angin apa, semalam aku tidur lebih awal dan bangun pun jadi lebih pagi, yakni sekitar jam 3 dini hari sudah bangun. Karena bangun lebih pagi, aku menyempatkan untuk shalat tahajjud. Setelah itu, aku membuka laptop dan langsung menghidupkan internet untuk melakukan aktivitas di dunia maya sambil menunggu adzan shubuh tiba.

Membangun Indonesia Dari Pinggiran Lewat Program Pendamping Desa

Ilustrasi, Sumber : www.kompas.com

PNS adalah salah satu lowongan kerja yang paling banyak di incar lebih dari separuh warga negara Indonesia. Bagi mereka, menjadi PNS adalah suatu keharusan yang tidak bisa di tawar-tawar lagi. Apalagi bagi mereka yang seringkali beranggapan bahwa PNS lebih banyak santai, pekerjaannya gak terlalu menguras tenaga, dan yang pasti gajinya besar serta di jamin sampai hari tua. Bahkan dengan menjadi PNS, pintu kesuksesan lain akan terbuka lebar. Salah satunya adalah akan semakin mempermudah urusan, seperti mencari calon pendamping hidup.

Selasa, 07 April 2015

Antusiasnya Peserta Kompas Kampus Dalam Pengamatanku

Kompas Kampus, Sumber Gambar : www.blog.kompasiana.com

Hari senin kemarin, Makassar mendapatkan sebuah kehormatan sebagai salah satu daerah yang akan di pilih oleh Kompas dan kolega. Kunjungan kali ini dalam rangka peringatan ulang tahun Kompas yang ke-50 tahun yang disertai dengan acara roadshow salah satu stasiun televisi yang dimilikinya, yakni KompasTV. Acara roadshow yang diselenggarakan tersebut bernama Kompas Kampus.

Dalam acara Kompas Kampus tersebut, seperti yang telah di agendakan akan mengujungi 5 kota besar di Indonesia, yakni Surabaya, Jogjakarta, Makassar, Bandung, dan akan berakhir di Jakarta. Dari ke lima kota tersebut, Kompas Kampus akan menyambangi 5 Universitas sebagai tempat berlangsungnya acara roadshow. Acara yang akan disuguhkan pun sangat menarik dan sayang bila tidak menyempatkan diri untuk hadir. Beberapa di antaranya, yaitu workshop fotografi dan infografis, jurnalistik TV, radio, dan drone juornalime serta talkshow bersama Rosianna Silalahi.

Selain itu, KompasTV yang merupakan news channel melakukan audisi pencarian news anchor yang berlangsung selama dua hari. Bukan hanya itu saja, nantinya di setiap jeda acara akan ada kuis dan games, kampus performance, dan SUPER (Stand Up Comedy Seru), sehingga acara Kompas Kampus menjadi semakin seru untuk di saksikan.

Oh iya... Untuk Kota Makassar, Kompas menjadikan Kampus Unhas sebagai tempat berlangsungnya acara Kompas Kampus. Dengan banyaknya acara yang akan disuguhkan, ternyata mampu menarik minat mahasiswa untuk tidak melewatkan kesempatan langka tersebut. Hal ini sudah terlihat ketika penukaran tiket pertama, yakni 4 hari sebelumnya dari jadwal yang sudah ditetapkan. Antusiasme peserta begitu luar biasa saat penukaran tiket. Bahkan dari hasil pengamatan yang saya lakukan, terkadang ada yang mendaftarkan namanya lebih dari satu kali. Dari daftar yang sudah di print dan dipegang oleh panitia, saya lihat ada yang mendaftarkan diri 3-5 kali. Entah hal tersebut dilakukan karena saking semangat atau karena takut gak kebagian tempat. Hanya merekalah yang tahu!

Ternyata yang mendaftarkan diri bukan hanya dari kalangan Mahasiswa, tapi ada juga dari kalangan SMA. Namun ada beberapa di antara SMA yang mencoba berbuat curang, yakni mengubah data diri pendaftaran online yang mereka print, yang mana nantinya akan diperlihatkan kepada panitia untuk ditukarkan dengan tiket yang sebenarnya. Dari yang saya lihat, sepertinya mereka mengubahnya dengan menggunakan software seperti photoshop dan semacamnya. Akan tetapi, mereka masih kurang jeli karena setiap peserta memiliki nomor registrasi berbeda. Al hasil ketahuan juga akhirnya dan ujung-ujungnya gak diterima walaupun sudah memohon ke pihak panitia untuk di terima. Hehehe.... siapa suruh berbuat curang.

Namun bukan hanya itu saja masalah yang saya temukan, masih ada lagi yang lainnya. Parahnya lagi ini terjadi pada mahasiswa yang notabene memiliki kebiasaan malas untuk membaca. Padahal dalam informasi yang ada, sudah disertakan syarat-syarat untuk bisa mengikuti acara yang akan berlangsung. Kebanyakan yang saya temukan adalah melakukan pendaftaran berkali tanpa membaca syarat-syarat yang tertera, nitip ke teman agar di daftarkan sebagai peserta, dan yang terakhir adalah mencentang semua acara yang ada.

Emang sih gak salah jika di centang atau dipilih semua acaranya. Namun yang membuat saya geleng-geleng kepala adalah mereka tidak tahu acara apa saja yang mereka ikuti. Yang mereka mau tahu adalah sudah terdaftar jadi peserta apa belum. Hal itu saya ketahui setelah ikut berbaur dengan mereka dan panitia serta mengajukan pertanyaan ringan ke setiap calon peserta. Jangan acara yang di ikuti, nomor Handphone dan email yang mereka gunakan sehari-hari pun banyak yang gak tahu. Padahal ini sudah mahasiswa loh!

Bukannya merasa sok pintar dan tahu segalanya, tapi melihat hal ini membuat saya sedikit sedih dan kecewa. Bagaimana tidak demikian, mengakunya mahasiswa, tapi kebanyakan dari mereka terlalu bersikap cuek dan menyepelekan hal-hal mendasar. Sebagai contoh : mereka asal mendaftar dan tidak membaca terlebih dahulu serta memahami acara apa saja yang nantinya akan mereka ikuti. Bagi mereka yang penting di centang semuanya dan sudah terdaftar jadi peserta. 

Inikah yang akan menjadi generasi penerus bangsa ini, hal-hal kecil saja tidak diperhatikan. Bagaimana nanti, jika mereka jadi pemimpin bangsa yang besar ini. Jangan-jangan rakyat tidak akan mereka anggap keberadaannya. Entahlah! Aku hanya berharap semoga suatu saat mereka bisa merubah kebiasaan tersebut.

Makassar, 7 April 2015

Catatan :
*Karena bertepatan Handphone lagi rusak, aku hanya bisa bercerita tanpa di sertai dokumentasi sebagai pelengkapnya*
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...