Minggu, 29 November 2015

Kala Blogger Dan Jurnalis Berada Dalam Satu Meja


Dokumentasi Admin BRID (Kang Arul)
Menjadi seorang blogger itu ternyata sangat menyenangkan dan juga banyak manfaatnya. Ah... coba saja dari dulu aku tahu hal ini, pasti gak akan aku sia-siakan begitu saja. Namun apa daya, penyesalan selalu datangnya belakangan dan tak ada lagi gunanya untuk meratapi hal tersebut. Yang lalu biarlah berlalu, kini saatnya untuk menghias masa depan dengan karya indah dan menggunakan waktu yang ada dengan sebaik mungkin. Setuju gak!

Salah satunya dengan menjadi seorang blogger. Seperti yang sudah aku katakan sebelumnya, bahwa menjadi blogger itu sangat menyenangkan dan banyak manfaatnya. Contohnya, seperti pengalaman yang aku rasakan saat akhir pekan 2 bulan yang lalu. Dimana semua itu bermula dari kunjunganku ke galeri Indosat Makassar, yang beralamat di jalan Slamet Riyadi.
 

Ketika itu, selain kehadiran Henry Jufri, ternyata hadir juga teman-teman blogger dari pusat dan tergabung dalam sebuah komunitas yang bernama “Blogger Reporter Indonesia atau BRID”. Nah... dari mereka, aku dan juga teman-teman Blogger Makassar lainnya yang hadir di acara tersebut di undang ke acara yang mereka adakan. Dimana acara tersebut merupakan hasil kerja sama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan. Agar terdaftar di acara tersebut, khusus Blogger Makassar di berikan waktu untuk mendaftar sampai hari Jum’at di kantor PWI Sulawesi Selatan.

Mau tahu bagaimana cerita selanjutnya. Jangan kemana-mana dulu ya, tetap duduk manis di depan laptop/pc atau gadget kesayangan anda, karena setelah ini ceritanya bakalan semakin menarik dan sayang kalau dilewatkan begitu saja. Ddddeeehhh... jadi lebay dah.

*  *  *

Sabtu, 5 September 2015, ditengah empuknya kasur dan posisi tidur yang lagi nyaman, tiba-tiba alarm smartphone yang aku setel sehabis Isya berbunyi nyaring. Suara ayam berkokok pun bersahut-sahutan layaknya orang balapan di arena MotoGP, sehingga mau tidak mau dan suka tidak suka, aku yang baru sejam tidur terbangun kembali. Dengan perlahan-lahan aku bangkit sambil mengumpulkan tenaga dan juga roh yang sedang beterbangan entah kemana.

Saat semua roh sudah terkumpul dan sesuai kebiasaan, tempat pertama yang aku tuju adalah galon air. Usai meneguk satu dua gelas air, aku lalu melangkahkan kaki menuju tempat wudhu agar tidak telat shalat shubuh. Sehabis shalat shubuh, aku melakukan olahraga ringan terlebih dahulu sebelum mandi.

Entah kenapa, meski baru sejam tidur dan juga sehabis mandi tentunya, badanku tidak merasakan capek dan ngantuk seperti hari-hari biasanya. Maklum, hampir tiap malam begadang di warkop sampai shubuh. Malahan aku merasa segar kembali dan begitu bersemangat layaknya cuaca pagi itu yang begitu cerah ceria.

Singkat cerita, sekitar pukul 07.30 WITA aku memacu motor kesayangan menuju lokasi acara yang di adakan Blogger Reporter Indonesia dan PWI Sulawesi Selatan. Kurang lebih pukul 07.50 WITA aku sampai di lokasi. Di lokasi sendiri sudah lumayan banyak peserta, yakni Blogger Maros yang di undang khusus oleh Bang Nur Terbit, beberapa wartawan yang yang berada dibawah naungan PWI tentunya, dan seorang blogger yang juga berprofesi sebagai guru yang biasa dipanggil Mbak Abby.

Ketika waktu menunjukkan pukul 08.00 WITA, para peserta yang hadir segera masuk ke ruangan yang telah disiapkan. Namun sayangnya, para narasumber yang ditunggu-tunggu belum juga ada. Usut punya usut, ternyata masih dalam perjalanan balik dari Tana Toraja ke Makassar. Untungnya, semua peserta memaklumi karena memang perjalanan dari Tana Toraja ke Makassar atau sebaliknya memakan waktu lumayan lama, yakni sekitar 10-12 jam. Aku tahu hal itu, karena pernah merasakan hal yang sama ketika melakukan studi tour awal tahun 2009.

Tepat pukul 08.30 WITA barulah acara dimulai. Semua narasumber, yakni semua admin Blogger Reporter Indonesia tentunya telah hadir dan dari wajah mereka tak nampak wajah kelelahan atau  ngantuk, meski baru saja melakukan perjalanan jauh. Segera saja Bang Nur Terbit mencairkan suasana dengan menjadi MC. Tak lupa juga menceritakan kenapa mereka telat sampai, setelah itu baru memperkenalkan satu persatu admin BRID, mulai dari Mas Hasmi Srondol, Kang Arul, Bang Sayuti, Mas Rosyid, dan Mas Ahmed Tsar.

Sumber Gambar : www.vitamasli.com
Usai memperkenalkan para admin BRID, acara pun dilanjutkan dengan sambutan ketua PWI SulSel, yakni Bapak Ismail Asnawin. Dalam sambutannya, beliau mengatakan bahwa seorang reporter /wartawan harus tahu dan wajib memiliki tiga hal, yaitu kualitas, integritas, dan moralitas. Namun demikian, di jaman modern yang serba menggunakan teknologi seperti saat ini, ketiga hal tersebut bakalan berlaku juga untuk para blogger. Artinya, dengan hadirnya komunitas “Blogger Reporter Indonesia”, maka kebiasaan yang selama ini kebanyakan curhat di blog secara perlahan-lahan akan beralih dunia reportase yang dalam penerapannya mirip-mirip dengan dunianya para wartawan.

Sesi Pertama : Menulis Ala Blogger dari Mas Hasmi Srondol

Dokumen Admin BRID (Syaifuddin Sayuti)
Selain sambutan tersebut, beliau juga kadang menyelipkan lelucon untuk menghangatkan suasana. Setelah beliau selesai memberikan sambutan, acara selanjutnya adalah masuk ke materi kepenulisan Ala Blogger. Bagi seorang wartawan menulis bukan lagi hal yang sulit, namun menulis ala blogger bisa dibilang sesuatu yang baru bagi mereka. Yang menjadi pemateri pada sesi pertama ini, yakni Mas Hasmi Srondol dengan tema yang di angkat adalah “Antara Blogger dan Jurnalis”.

Lewat tema tersebut, Mas Hasmi mulai menceritakan bagaimana awal berdirinya BRID, daya tarik seorang blogger yang tidak dimiliki oleh wartawan tentunya, seperti gaya bercerita, mainstream, ciri-ciri blogger (bergaya non fiksi dan diksi), dan juga kaidah dalam dunia perbloggeran (tweeting, posting, dan cara menyebarkan artikel di medsos).

Di sesi pertama ini, terdapat juga sesi tanya jawab. Beberapa di antaranya pertanyaan yang aku ingat sekaligus jawabannya seperti dibawah ini :
1.    Mbak Vita.
Mengapa hanya goodie bag yang dibagikan, kok berbeda dengan wilayah Jakarta? Bagaimana caranya agar Blogger Makassar bisa menyamai Blogger Jakarta?
Jawaban : semua kembali lagi ke komunitas (perbagus koordinasi antara komunitas)
2.    Hasan Kuba (Wartawan) :
Bagaimana proses / menerapkan konten marketing dalam blog?
Jawaban :  perbanyak memposting tulisan, menulislah yang unik, upload setiap hari. Sangat di hindari copy paste dalam dunia blogging.
3.    Rahman Haleda (Semangat Pagi / Biro Pare-Pare) :
Bagaimana memaksimalkan konten blog?
Bagaimana mengantisipasi masalah diluar profesi (wartawan) ketika akan mempertanggungjawabkan konten yang ditulis?
Jawaban :
Jangan menyerang pribadi ketika menulis konten, dalam artinya pertimbangkan ke hati-hatian dalam menulis.

Sedangkan pertanyaan ke-4 dari Kak Mugniar aku lupa karena sudah masuk waktu shalat zuhur, sehingga aku tidak mencatatnya. Usai shalat zuhur, kami semua beristrahat sebentar sambil menyantap menu makan siang yang sudah disediakan. Makan siang pun usai, seminar pun dilanjutkan dengan menjawab pertanyaan dari Kak Mugniar.

Sesi Kedua : Materi Dari DR. Rulli Nasrullah Kang Arul (Blogger, Sosial Media dan Budaya)

Setelah pertanyaan tersebut terjawab dan Kak Mugniar sudah puas dengan jawaban yang diberikan, maka acara pun dilanjutkan ke sesi ke-2 dengan pematerinya adalah DR. Rulli Nasrullah (Kang Arul).

Dokumen Admin BRID (Bang Nur Terbit)
Bagiku, pemateri kedua ini sangat menarik. Mengapa? Sekilas yang aku ingat ketika Bang Nur Terbit menyebutkan profilnya, yakni telah menghasilkan banyak buku (jumlahnya ratusan), dulunya seorang wartawan juga (sekitar 18 tahun), dan kini menjadi seorang dosen beberapa kampus dibidang jurnalistik, media dan budaya. Semakin unik lagi karena gelar Doktor yang diraih tidak jauh-jauh dari dunia menulis, media sosial, serta budaya.

Apalagi caranya menyampaikan materi kepada peserta seminar, begitu menarik dan unik. Para wartawan senior saja sampai jadi bengong dan juga tambah bersemangat ketika mendengar kalimat seperti ini : “Di Indonesia sendiri, ada loh... blogger yang penghasilannya sampai puluhan juga, ratusan juta bahkan sampai miliaran. Bahkan ada blogger yang cuma nulis satu artikel dibayar sampai 50 juta, atau sekali tweet dibayar satu juta, dan masih banyak lagi.”

Kang Arul Menjawab Pertanyaan (Dok. Bang Nur Terbit)
Mendengar hal tersebut, seorang wartawan senior disampingku langsung bersemangat untuk bertanya dan terobsesi dengan satu artikel di bayar 50 juta. Pertanyaannya pun terbilang banyak, mulai dari cara membuat blog, cara memposting tulisan, membagikannya, dan tentunya yang tak ketinggalan adalah ingin sekali mendapatkan uang 50 juta tersebut dalam sekali menulis.

Tak hanya itu saja, usai wartawan disampingku tersebut bertanya, wartawan lain pun jadi berlomba-lomba untuk bertanya. Bahkan tak ketinggalan salah seorang gadis utusan dari Pemerintah Provinsi SulSel pun ikut bertanya.

Foto Bersama (Dok. Admin BRID, Mas Hasmi Srondol)
Hari itu, suasana seminar penuh canda tawa, penuh pertanyaan dari para wartawan yang penasaran dengan dunia blog, dan tentunya banyak ilmu yang dibagikan, serta foto bersama pun tak ketinggalan. Lumayan buat kenang-kenangan sekaligus mempererat persaudaraan dan tali silaturahmi.

Makassar, 28 November 2015

Catatan :
Artikel ini ditulis di Warkop 51 Depan Bukit Khatulistiwa, Daya. Tepatnya saat malam minggu.

14 komentar:

  1. Mantap reportasenya daeng Arif.. terus menulis dan sebarkan kebaikan dengan menulis. Salam hangat dari Jakarta

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Mas Sayuti, semoga bisa bertemu di Jakarta bula Desember nanti.

      Hapus
  2. mantap juga bang arif..... harus banyak banyak bergaul juga sih... blogger dan jurnalis kan sama sama bekerja di bidang penulisan. Bedanya formal dan informal serta gaya bahasanya juga berbeda...

    Tapi yaa itu tadi, keren lah :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya nih, perlu banyak bergaul lagi. Keduanya bagus jika berkolaborasi dan yang pasti bakalan semakin keren dah.

      Hapus
  3. Blog bagi saya merupakan pemikiran yg tertuang dalam tulisan, apa saja, cuma saya berusaha setia pada tema blog. Kalau jurnalis saya gak taulah, salam kenal mas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau saya sekarang malah tulisannya jadi gado-gado soalnya agak susah menulis ke satu tema.

      Salam kenal juga.

      Hapus
  4. Wow keren banget ya acaranya... Kalau ada mas hazmi ama kang arul mah dijamin gak pengen pulang pengene menggali dan belajar banyak hal sama mereka yaaaa :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju bangad sama yang Mbak katakan. Apalagi Kang Arul, sangat menarik dalam menjelaskan plus di bumbui lucu-lucun juga.

      Hapus
  5. jadi blogger emang menyenangkan, apalagi waktu dikejar deadline post, seakan waktu itu berharga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe... sangat berharga bangad sampai sedetik pun gak rela kalau terlewatkan begitu saja tanpa ada yang dilakukan.

      Hapus
  6. Seminar tapi rasanya nggak kayak seminar ya. Orangnya asik-asik kayaknya. :)))
    Buset. Ngeblog bisa ngehasilin uang sampe 50 juta? Wow. Mauuuuuuuuuuu. Haha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seminarnya kebanyakan lucu-lucuan, maklum pesertanya kebanyakan orangtua. Aku juga mau kalau sekali nulis artikel langsung dibayar 50 juta.

      Hapus
  7. NgeBlog dunia yang penuh dengan sejuta warna dan karya bahkan tak terhingga

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...