Kamis, 05 Oktober 2017

Cara Mudah Menentukan Jumlah Anak Tangga Sesuai Feng Shui

Tangga Unik dan Multifungsi (By Google)

Bagaimana sih cara menentukan jumlah anak tangga yang benar ke dalam sebuah desain?

Pertanyaan itu langsung menyambut ketika direktur diperusahaan tempat aku bekerja mendekati meja kerjaku. Sebenarnya bukan karena aku tidak tahu menentukan jumlah anak tangga ke dalam sebuah desain, melainkan karena rasa penasaran sering menemukan jumlah anak tangga dalam bangunan berbeda. Yang aku maksud berbeda disini dalam artian ada yang jumlah anak tangga terakhir ganjil dan ada juga yang genap.

Sambil memperbaiki kursinya atasan aku yang juga seorang arsitek, langsung meminta kertas dan mencoret-coret kertas tersebut dilengkapi dengan keterangannya. Dari situ barulah aku tahu kalau menentukan jumlah anak tangga ada caranya. Maksudnya adalah harus punya filosofi juga dan harus membawa nilai positif bagi penggunanya.

Nah, filosofi yang dimaksud adalah dari sisi Fen Shui.

Menurut Ilmu Feng Shui, menghitung trap/pijakan atau anak tangga ada konsepnya. Misalnya menggunakan konsep lima, empat atau tiga. Dari masing-masing konsep tersebut ada susunannya juga. Ambil contoh perhitungan jumlah anak tangga menggunakan konsep lima :
Anak tangga pertama sama dengan lahir/hidup, yang berarti baik.
Anak tangga kedua sama dengan sakit, yang berarti baik juga.
Anak tangga ketiga sama dengan sakit, yang artinya buruk/jelek.
Anak tangga keempat sama dengan mati, artinya jelek.
Anak tangga kelima sama dengan sengsara, yang sudah tentu artinya jelek.

Nah, buat kamu yang menginginkan anak tangga terakhir berakhir dengan kebaikan, maka tinggal membagi saja jumlah anak tangga yang di inginkan dengan konsep yang akan kamu gunakan. Ambil contoh, kamu menginginkan jumlah anak tangga dari lantai 1 ke lantai 2 berjumlah 21 anak tangga. Maka jika dibagi lima akan tersisa 1 anak tangga dan ini akan menjadi anak tangga terakhir. Jika merujuk pada konsep lima, maka berakhir di angka 1, yang berarti “lahir/hidup” dan itu artinya baik.

Catatan : Jika kamu menggunakan konsep lima, maka sebaiknya anak tangga terakhir berada pada hitungan ke 21, 22, 26, atau 27.

Lalu, bagaimana dengan konsep empat?

Menurut yang aku dengar dan baca dari penjelasan atasan, serta mencari refensi hitungan anak tangga berdasarkan ilmu Feng Shui, teori kelima dari konsep lima dihilangkan atau ditiadakan. Sehingga yang tersisa tinggal lahir/hidup, sehat, sakit, dan mati.

Meskipun demikian, hasilnya tetap sama dengan konsep lima. Jika tersisa satu atau dua anak tangga, maka itu artinya adalah baik. Setelah aku coba praktekkan dan hitung-hitung, jumlah trap/anak tangga yang baik sesuai versi konsep ini adalah berakhir di jumlah 17,18, 21, 22, dan seterusnya. Konon konsep ini berasal dari daratan China bagian utara.

Tapi jika kamu ingin menggunakan konsep terakhir, yakni konsep tiga, maka sebaiknya hasil pembagian jumlah anak tangga yang kamu inginkan dengan konsep ini berakhir dengan satu anak tangga.

Kenapa? Karena menurut konsep ini, anak tangga pertama menandakan kebaikan. Sedangkan anak tangga kedua dan ketiga berakhir dengan hal buruk, yang bisa diartikan sakit, mati, atapun sengsara. Usahakan anak tangga berakhir dihitungan 16, 19, 22, 25, dan seterusnya.

Untuk konsep ini paling banyak digunakan pada tangga putar. Biasa tangga ini menuju tempat mencuci atau menjemur. Coba saja iseng-iseng hitung jumlah anak tangga putar ketika kamu sengaja maupun tidak menemukan tanggak putar ditempat kamu beraktivitas. Pasti jumlah anak terakhir berada pada jumlah yang aku sebutkan di atas.

So… nggak bingung lagi kan menentukan jumlah anak tangga untuk hunianmu kelak.

Semoga bermanfaat.

BTN Antara A24/4 Makassar, 5 Oktober 2017

6 komentar:

  1. Lama lama Masnya bisa bangun gedung pencakar langit di Kebumen nih. Atau ahli tata kota mirip Walikota Bandung Pak Ridwan Kamil. Btw sukses selalu Masnya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masih jauh bro kalau buat pencakar langit. Baru calon arsitek yang sedang belajar merintis dan menerapkan ilmu arsitektur yang didapat di bangku kuliah.

      Hapus
  2. Wah.. Saya baru tahu, kalo ternyata untuk buat tangga ada ilmu Feng Shui. Keren, Mas. Tambah mantab aja arsitek satu ini. Sukses selalu ya.

    Salam hangat dari Bondowoso.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe... Kalau dalam ilmu Arsitektur, segalanya yang direncanakan dan dirancang harus punya filosofi sendiri.

      Terima kasih untuk doanya. Salam hangat dari anak pulau Wakatobi yang lagi merintis karir di Makassar.

      Hapus
  3. Desain dong tangga yg bisa skalian dijadiin lemari or laci biar barang2 ringan bisa taruh situ

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tenang... nanti kapan-kapan saya ulas mengenai area bawah tangga yang bisa dimanfaatkan.

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...