Sabtu, 17 Juni 2017

Ngobrol Seru Bareng Staff Komunikasi Kepresidenan

Foto Bareng Temu Blogger (Dok. Adi Pallawalino)
Setahun yang lalu, saat teman-teman Kompasianer di undang ke istana, saya berharap menjadi bagian dari salah satu penulis alias Kompasianer yang di undang kala itu. Namun karena jarak yang lumayan jauh dan sedang masa-masa kritis mengejar gelar Sarjana di bidang Teknik, khususnya Arsitektur, harapan itu untuk sementara saya simpan dalam-dalam.

Pucuk di cinta, ulam pun tiba. Kemarin siang, mimpi itu bangkit lagi di acara #TemuBlogger bareng Kominfo, MUI Sulawesi Selatan, Diknas Kominfo statistik dan persandian Pemprov Sulawesi Selatan, serta tak ketinggalan juga beberapa dari Staff TIM Komunikasi Kepresidenan.

Di kesempatan yang langka tersebut, saya sempat berbincang-bincang dengan Mbak Lasmi yang merupakan salah satu staff TIM Komunikasi Kepresidenan yang hadir. Acara itu sendiri bertajuk #Pancasila, dimana dikemas dalam bentuk diskusi yang menarik dan di padu dengan lomba menarik pula. Flash Blogging, begitulah mereka menyebutnya. Yah, mungkin karena yang di undang adalah bloger kali yah.

Dari perbincangan tersebut, Mbak Lasmi menanyakan banyak hal. Mulai dari berapa banyak komunitas menulis di Makassar, berapa jumlah anggotanya, dari jumlah anggota tersebut berapa yang yang aktif. Apa saja kegiatannya di luar menulis dan masih banyak lagi.

Sebagai penulis/blogger pemula, saya juga memperkenalkan diri sebagai seorang Kompasianer. Saat Mbak Lasmi tahu saya seorang kompasianer, pertanyaan pun langsung merujuk pada kegiatan tahun lalu. Kurang lebih seperti ini : "Mas bagian dari salah satu Kompasianer yang hadir di istana tahun lalu ya?

Saya pun menjawab, pengen sih hadir. Tapi karena satu dan lain hal, akhirnya nggak jadi. Setelah itu pertanyaan kedua pun menghampiri, "Terus kegiatan Kompasiana Makassar apa saja?"

Karena dua bulan belakangan ini ada beberapa kegiatan yang dilakukan oleh Kompak Tawwa (Komunitasnya Kompasianer Makassar), saya menjawab salah satu diantaranya mengenalkan dunia literasi dan memberikan pelatihan menulis pada anak SMA. Yah, daripada mereka produktifnya lebih banyak di hal-hal yang kurang bermanfaat, mending melakukan hal yang positif seperti menulis. Apalagi SMA lebih eksis di media sosial.

Tak disangka, Mbak Lasmi mengapresiasi hal tersebut dan perlu dilanjutkan. Menurutnya hal itu bagus untuk dikembangkan. Saatnya generadi muda melakukan banyak hal positif, termasuk dalam bermedia sosial.

Handoko Darta, Staf TIM Komunikasi Kepresidenan (dok. Adi)
Oh iya, sedikit gambaran mengenai kegiatan yang saya maksud.

Kegiatan temu blogger itu sendiri mengangkat tema yang sangat menarik untuk dibicarakan. Sebuah tema yang tidak jauh dari aktivitas keseharian kita sebagai pecandu teknologi, khususnya di ranah media sosial. Seperti yang kita semua ketahui, hadirnya teknologi membuat segala berubah drastis, kadang berjalan di luar nalar bahkan dampak yang ditimbulkan tak jarang di luar prediksi.

Namun dibalik semua itu ada banyak manfaatkan yang kita dapatkan. Misalnya bisa mendadak tenar, hal-hal yang di anggap sepele bisa menjadi viral, hingga ada pula yang memang sengaja dibuat menjadi viral. Sayangnya untuk yang satu ini kadang melampaui batas kewajaran, yang tak lain berujung pada sesuatu yang negatif.

Nah, melihat hal ini sudah mulai meresahkan bahkan sudah melenceng jauh dari adat kita sebagai orang timur. Yang mana berpegang teguh pada norma-norma budaya yang kental, maka pemerintah dalam hal ini beberapa instansi yang saya sebutkan di atas, mengambil inisiatif untuk meredam kebiasaan negatif tersebut. Di sisi lain ada harapan besar untuk membumikan kembali ideologi bangsa kita, yaitu PANCASILA.

Untuk itulah, tema yang di angkat tidak jauh-jauh dari Pancasila dan aktivitas bermedia sosial yang sudah menjadi bagian dari kehidupan. Tema yang saya maksud tak lain adalah : "Mengaktualisasikan Nilai-Nilai Pancasila Dalam Bermedia Sosial”.

So... Bagaimana menurut teman-teman. Siap mendukung langkah pemerintah dalam tersebut. Dukungan, saran dan kritik sangat diharapkan loh oleh pemerintah. Pintu diskusi terbuka lebar, terlebih lagi TIM Komunikasi Kepresidenan sangat mengharapkan hal itu. Dan sedikit bocoran, tahun 2017 ini pemerintah akan fokus pada pemerataan di luar Jawa demi terwujudnya cita-cita "Indonesia Sentris".

Cita-cita tersebut merupakan salah satu impian Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo. Karena baginya , Indonesia itu milik semua rakyat yang terdiri dari banyak suku, agama, bahasa, hingga beragam agama. Baginya, Indonesia bukan milik golongan tertentu, tapi milik semua.

Terakhir, ada sebuah quote yang menarik dari salah satu pemateri yang merupakan Kepala Pusat Pengkajian Pancasila UGM, DR. Heri Santoso. Quotenya kurang lebih seperti ini :
Jangan mau di kotak-kotakkan, di provokasi (dalam konteks negatif), di adu domba karena domba saja tidak mau di adu

Saya Indonesia, Saya Mencintai Pancasila. Bagaimana dengan anda?
 
BTN Antara Makassar, 17 Juni 2017

10 komentar:

  1. mbak lasmi, mbak lasmi. yang duduk didepan saya berarti. sayakirain dia blogger ternyata dari tim kepresidenan otoh. tau gitu mau kenalan juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, yang itu. Itu salah satu staff juga. Saya tahu pas ngenalin diri sebagai Kompasianer dan orangnya langsung nanyain acara tahun lalu.

      Hapus
  2. Klo saya incar payungnya tp bkn rejeki hahahaa...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha... sepertinya harus ngajuin pertanyaan atau menjawab kuis dari bapak presiden dulu kalau mau dapat payung.

      Hapus
  3. Wah setuju banget sama program pemerintah tsb mas :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk didukung programnya biar sukses dan rakyat semakin banyak yang tahu plus jadi positif berpikirnya alias nggak nyinyir salah arah mulu.

      Hapus
  4. staff komunikasi presiden mmang penting banget krn kadang penyampaian atau thnik komunikasi ke masyarakat memang harus menggunakan diksi atau cara yg mudah dimengerti.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju. Di kesempatan langka tersebut saya tidak menyia-nyiakannya untuk berbincang-bincang tentang banyak hal. Kapan lagi bisa bertukar pikiran dengan orang-orang yang bekerja dekat presiden.

      Hapus
  5. Yg paling di tunggu sih pembangunan Indonesia sentris itu segera terwujud pak, supaya semuanya tidak berpusat di Jawa. BTW salam dari saya kompasianer Kaltim

    BalasHapus
    Balasan
    1. Insya Allah mulai tahun ini pembangunan bakal mulai difokuskan di luar Jawa. Sebagai warga negara, saya pun menunggu hal itu segera terwujud agar pembangunan merata.

      Salam dari Kompasianer Makassar juga.

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...