Senin, 04 Desember 2017

#JadiBisa : Berawal Dari Iklan Traveloka


Traveloka Dulu, Traveling Kemudian

Di tanah Sulawesi, terdapat kisah menakjubkan tentang seorang anak pulau. Tadinya, ia kerap beranggapan bahwa traveling itu tidak ada gunanya. Traveling itu hanyalah kegiatan yang buang-buang waktu saja, tenaga, duit, dan tidak ada manfaatnya. Namun siapa sangka, sejak sering melihat iklan Traveloka yang sering wara wiri di televisi beberapa tahun lalu, pandangannya tentang traveling berubah drastis. Hari-harinya pun berubah, dari sosok yang nggak menyukai traveling menjadi doyan dan merasa kurang jika tidak melakukan traveling sekali saja dalam setahun.
 
*   *   * 
 
Lelaki itu berdiri di salah satu sudut fakultas teknik ketika temannya datang menghampiri. Ia memandangi setiap sudut fakultas hingga jauh ke tengah kampus yang telah memberikan banyak kenangan, pengalaman, dan juga ilmu. Ia melihat satu persatu mahasiswa/mahasiswi yang sedang mendekat ke fakultas dimana ia berdiri. Sesekali ia melemparkan senyum dan juga tak segan menyapa mahasiswa/mahasiswi yang berdatangan.

Namun hal itu tak berlangsung lama. Ia kemudian berbalik melangkahkan kaki menuju bawah tangga, di mana ia sering nongkrong menyeruput kopi di kala jam kuliah lagi kosong atau saat memasuki waktu istirahat. Di tengah asyik menikmati kopi hitam, seorang temannya datang menghampiri. Dengan wajah yang penuh semangat dan belum mendaratkan pantatnya di bangku besi yang ia duduki, temannya langsung berucap, “Bro… setelah wisuda nanti rencana mau kemana? Masih tetap di Makassar, atau berpetualang lagi?”.

Lelaki itu pun menjawab, “Jawabannya belum di pikirkan bro, sementara ikuti arah angin saja dulu. Seperti biasa, rencana selalu dadakan. Ntar juga tau ndiri, tau-tau sudah ada di pulau seberang. Hehehe…”

Ya, lelaki itu memang sedikit misterius. Rencananya susah di tebak, yang jelas seperti ngucapin simsalabim, tau-tau posisi sudah ada di pulau atau kota lain. Itu pun baru terdeteksi saat ia memberikan informasi di mana posisinya berada lewat akun jejaring media social miliknya.

Ia suka membuat teman-temannya terperangah akan pergerakannya. Tapi ia juga tidak sungkan membagikan triknya kenapa bisa sampai cepat berpindah dari tempat yang satu ke tempat lainnya. Ia dikenal amat ringan berbagi dengan sesama. Ia juga suka berbagi kisahnya dan tak jarang mampu menginspirasi orang-orang di sekelilingnya.

Lelaki itu sering di panggil Arif, yang tak lain adalah saya sendiri. Dan tahun ini saya sudah berusia 28 tahun.

Jujur, dulu saya adalah orang yang paling malas bepergian kalau bukan urusan penting. Jangankan untuk traveling, jalan-jalan ke mall yang tidak jauh dari kos saja masih bisa di hitung jari dalam setahun. Saya paling malas kemana-mana dan lebih senang menghabiskan waktu di kost. Kadang suka tidur seharian, hingga hanya duduk-duduk menikmati sekeliling sambil menikmati semilir angin sepoi-sepoi dari lantai 2 kost.

Tak jarang teman-teman kost ngajak jalan-jalan ke pantai atau ke tempat-tempat objek wisata yang ada di kota Makassar khususnya. Tapi saya selalu menolaknya dengan halus, alasan mencucilah, lagi kerjain inilah atau itulah. Padahal sebenarnya itu hanyalah jurus untuk mengelak dan menyamarkan kebiasaan saya yang dari sononya malas kemana-mana.

Bermula dari Iklan Traveloka

Traveloka Versi Website
Saya tak menyangka, iklan traveloka yang sering muncul di televisi, lama kelamaan mampu membuat penasaran dan merubah cara pandang saya akan dunia traveling. Iklan itu berbunyi seperti ini, “Traveloka dulu, traveling kemudian”.

Ya, iklan itu sering sekali saya saksikan di televisi 3 tahun lalu. Awalnya saya cuek saja dan tidak percaya kalau traveling itu nggak selamanya mahal. Dengan traveloka, traveling bisa jadi murah, mudah dan ada banyak tawaran menarik yang bisa didapatkan. Salah satunya tentang informasi jadwal dan harga tiket pesawat. Asyiknya lagi, semua bisa didapatkan dengan modal jempol dan adanya akses internet tentunya.

Akhirnya, saya pun tidak mau ketinggalan juga. Dengan modal kuota internet, saya pun mendownload dan menginstal aplikasi Traveloka di smartphone yang saya miliki. Usai menginstal, saya pun tidak mau melewatkan begitu saja. Segera saja saya coba menelusuri setiap item yang ada di dalam aplikasi itu. Tentunya dan yang pertama saya tes adalah informasi seputar pesawat. Dan benar saja, harga tiket yang ditawarkan memang murah dan membuat adrenalin terpacu hingga ingin traveling saat itu juga. 

Batin saya langsung menyala laksana api unggun. Pandangan saya langsung berubah seketika. Meski baru beberapa detik mengutak-atik, Traveloka telah memperluas cakrawala berpikir saya bahwa traveling tak selamanya mahal. Di sisi lain juga mengajak saya untuk semakin melek perkembangan teknologi.

Ada banyak hal yang ditawarkan oleh Traveloka. Khusus tiket pesawat, ada fitur pencari harga terbaik (fitur best price finder). Dan memang benar, harga yang ditawarkan benar-benar murah, bisa dijangkau oleh kantong para traveler dadakan dengan budget pas-pasan seperti saya.

Tak hanya itu saja, jika tiba-tiba ada perubahan jadwal traveling karena sesuatu hal diluar jangkauan, pengguna bisa bisa menjadwal ulang penerbangannya. Traveloka telah menyediakan fitur Easy Reschedule baik dalam aplikasi mobile maupun di website miliknya. Dan dari cerita yang pernah saya saksikan langsung tahun 2015 ketika ada acara Traveloka di Makassar, fitur ini sangat membantu sekali mereka yang tiba-tiba ada sesuatu yang tidak di inginkan dan ingin mengubah jadwal penerbangan.

Fitur lainnya yang saya suka adalah peringatan harga (Price Alert) yang bisa disesuaikan dengan budget masing-masing. Fitur ini paling sering saya gunakan saat punya niat untuk traveling lagi. Semakin menyenangkan lagi karena ada fitur pengingat penerbangan (flight reminder). Jadi nggak ada lagi yang namanya lupa akan jadwal penerbangan, karena otomatis akan ada pesan masuk ke email maupun nomor telepon menjelang sehari sebelum keberangkatan.

Bagaimana jika keberangkatan dibatalkan, atau ada masalah system dari Traveloka? Tenang, uang kamu akan kembali kok ke rekening. Cukup dengan menggunakan fitur 30 days refund guarantee, uang kamu akan kembali ke rekening paling lambat 30 hari kemudian. Dari pengalaman teman yang sudah pernah merasakan hal ini, katanya pengembaliannya malah lebih cepat.

Sebagai referensi tambahan, bisa lihat video dibawah ini :

#JadiBisa dengan Traveloka

Siapa sangka, hanya dalam beberapa detik, magic Traveloka mampu menghipnotis alam bawah sadar saya. Saat itu juga, batin saya berniat semoga bisa merasakan yang namanya traveling.

Dan seiring berjalannya waktu, tuhan pun mendengar doa saya. Setelah beberapa memesan tiket via Traveloka untuk Om saya, akhirnya Desember 2016, saya pun #JadiBisa merasakan yang namanya traveling selama 3 bulan ke Jakarta dan Bandung.

Contoh E-Tiket Traveloka Untuk Traveling Saya Kali Ini (Screenshot)
Balik dari traveling di pusat kekuasaan Indonesia, saya kembali melakukan traveling lagi. Destinasi tujuan saya adalah kampung halaman, Wakatobi yang sudah lama tidak saya sentuh. Lagi-lagi, Traveloka memberikan penawaran harga yang lebih baik ditambah diskon plus promo yang membuatku semakin sumringah dan mulai jatuh cinta dengan dunia traveling. Dan seperti traveling sebelumnya, saya langsung memesan tiket PP karena saking murahnya harga yang ditawarkan.

Tak salah memang jika teknologi mampu mengubah segalanya, termasuk memudahkan pekerjaan manusia. Intinya hanya perlu diakrabi, dipelajari, dan dipahami. Contohnya seperti Traveloka yang mampu membuat semua #JadiBisa melakukan apa saja.

Saya pun sudah membuktikannya.

Depok, 4 Desember 2017

6 komentar:

  1. Wah, mantap banget nih iklan Traveloka, berarti kena banget ke sasarannya.. Dari yang gak suka ke mana-mana, jadi suka traveling 👍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, baru iklan ini yang membuatku penasaran begitu tinggi dan akhirnya mencobanya.

      Alhamdulillah, layanannya memang top dan memuaskan.

      Hapus
  2. Asyiknya liburan dengan Traveloka, buat liburan menyenangkan dan gampang banget jadinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju, liburan jadi nggak ribet, khusus untuk urusan pesan tiket. Yang lain-lainnya juga sih sama, nggak pake ribet.

      Hapus
  3. Saya selama ini juga pakai traveloka, awal pemakaia. Ya karena iklannya yang gencar di tv, makanya saha Download, selain itu katanga juga aplikask ini milik anak bangsa, jadi G ada salahnya juga memaksimalkan penggunaan traveloka

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak sia-sia iklannya begitu gencar. Tapi memang selama saya jadi penggunanya, layanannya memang memuaskan.

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...