Selasa, 13 September 2016

Review 9 Cerita Feng Shui : “Angin, Angin & Napas Naga”

Buku 9 Cerita Feng Shui
“The Law of Nature are also The Law of Humanity and since Nature and Humanity are one, harmony is the key to life...
Everything is always and without exception, in motion...”
By I Ching : The Book of Change and The Unchanging Truth; Hua-Ching Ni (1983)
 

Air, angin dan napas naga adalah tiga istilah yang akrab dengan ilmu harmoni China kuno, atau istilah kerennya sekarang adalah Feng Shui. Ketiga istilah mendasar tersebut menginspirasi Dewi Mariana, ST., MT., AIFSA (International Feng Shui Association) untuk menulis sebuah buku berjudul “9 Cerita Feng Shui : Air, Angin dan Napas Naga”.

Buku yang ditulis oleh Dewi Mariana, yang merupakan seorang Arsitek dan Ahli Feng Shui bercerita tentang masalah keharmonisan dan hubungannya dengan perubahan-perubahan yang terjadi dalam kehidupan manusia. Di buku yang tulis, ia mencoba menuangkan beberapa pengalaman menarik dan unik yang pernah ia hadapi, dengar dan alami saat bersama para pemerhati dan pengguna Feng Shui.

Dewi Mariana menuangkan semuanya ke dalam bentuk cerita pendek, yang mana bagi saya menarik untuk di baca sekaligus belajar tentang dunia Feng Shui. Dalam buku “9 Cerita Feng Shui : Air, Angin dan Napas Naga”, Dewi Mariana berharap agar pembaca atau masyarakat umum terbuka pikirannya bahwa Feng Shui hanyalah alat bantu dan bukanlah hal paling utama dala menjadikan kehidupan masing-masing pribadi menjadi lebih baik.

Ya, Feng Shui hanyalah salah satu dari sekian banyak alat bantu atau salah satu cara untuk mengharmonisasikan kehidupan ke arah yang lebih baik.

Kenapa dikatakan hanyalah salah satu alat bantu? Karena kebanyakan dari pengguna Feng Shui menaruh harapan tinggi pada ilmu ini. Ya, banyak sekali yang ingin otomatis merasakan efek baik dan hebat dari Feng Shui. Dalam hal ini mencakup 3 hal utama tentang kehidupan manusia, yakni kemakmuran, kesehatan dan relasi dengan sesama.

Sayangnya, banyak yang lupa akan kodratnya bahwa manusia dilahirkan sudah memiliki kehidupannya masing-masing, yang sudah digariskan oleh Yang Maha Kuasa. Sedangkan untuk membuat kualitas kehidupan lebih baik bisa diperoleh dengan banyak cara, seperti memperbaiki semangat dan niat dalam menjalani kehidupan masing-masing.

So... Bagaimana menurut kamu?

Makassar, 13 September 2016

2 komentar:

  1. Keren kak, pengen baca. Btw judulnya typo ya kak?
    Salam kenal dari saya (:

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukunya termasuk buku lama, tapi cerita di dalamnya menarik untuk di baca. Judulnya nggak typo, sengaja saya pasang typo.

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...