Selasa, 24 Mei 2016

Pekan Yang Sibuk dan Penuh Gairah


Pekan Yang Sibuk dan Penuh Gairah
Rangkaian Acara Dalam Sepekan
Minggu kemarin, saya seperti orang yang sedang ketiban durian runtuh. Dimana dalam rentang waktu seminggu saya menghadiri tiga acara yang semuanya tidak jauh-jauh dari aktivitas menulis. Dan salah satu di antara acara tersebut sangat penting untuk masa depan saya.

Menariknya, ketiga acara tersebut hampir seminggu full berlangsung. Namun anehnya, saya malah begitu bergairah dan semangat sekali untuk mengikuti ketiga acara tersebut. Rasanya tuh seperti anak kecil yang mendapatkan mainan kesukaannya. Bahkan hampir saja saya meloncat saking begitu bergairah dan semangat dalam diri bangkit.

Masa sih sampai segitunya. Emang acara apaan sih yang di ikuti? Mau tahu nggak. Yuk, simak ceritanya dibawah ini!

Seminar Hasil

Abaikan Latar Yang Berantakan
Setelah sekian lama menunggu selama kurang lebih 3 bulan, akhirnya dua minggu lalu saya mendapatkan kabar bahwa akan ada seminar hasil dipertengahan bulan Mei.

Saat mendengar kabar tersebut, semangat saya yang sempat down langsung mendadak bangkit. Saya pun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Segala persayaratan untuk seminar hasil yang masih kurang segera saya lengkapi dan tak lupa memberikannya kepada pegawai administrasi di jurusan Arsitektur.

Semangat dan gairah itu semakin meningkat lagi tatkala dua hari kemudian, atau tepatnya hari Jum’at tanggal 13 Mei 2016, nama saya tercantum di daftar peserta yang akan mengikuti seminar hasil yang akan diadakan pada hari Senin tanggal 15 Mei 2016.

Terus terang, saya yang telah lama menunggu moment ini sampai tidak bisa berkata-kata karena saking begitu senang dan bahagia. Entah bagaimana dengan orang lain, tapi itulah yang saya rasakan hari itu. Saya senang dan bahagia karena dengan terdaftar sebagai peserta seminar hasil, secara tidak langsung kaki saya tinggal selangkah menggapai gelar Sarjana Teknik Arsitektur (ST).

Kebahagian saat itu terbawa sampai esok harinya yang bertepatan dengan akhir pekan. Masih dengan penuh semangat, saya mengirimkan sms ke kakak (tiri) saya dikampung agar memberitahukan kepada kedua orangtua bahwa do’a dan kesabaran mereka telah di ijabah oleh Allah SWT. Akhirnya, saya bisa seminar hasil juga setelah sekian lama menunggu.

Karena sinyal dikampung saya susah, kedua orangtua saya tidak langsung menelpon pagi itu. Barulah menjelang malam hari mereka bisa menelpon saya. Kami pun berbincang-bincang dalam waktu yang lumayan lama dan dari suara mereka saya tahu mereka lebih senang lagi dari saya, khususnya ibu.

Ah... jadi mewek setiap kali menyebutkan nama ibu.

Sebelum perbincangan usai, seperti biasanya bapak saya menanyakan tentang keuangan. Saya pun menjawab nanti saja kalau mau kirim uang, karena kemarin ada sedikit rejeki dari Chevrolet dan juga Sun Life Financial Indonesia saat mengikuti kegiatan mereka. Yah, nggak banyak-banyak amat sih, tapi lumayan buat dipakai seminggu sama adik saya kuliah di kota yang sama dengan saya.

Singkat cerita, hari senin pun tiba. Berdasarkan jadwal, saya ujiannya pada siang hari jam 2 siang waktu Makassar. Namun rencana Tuhan siapa yang tahu. Tentu hal itu tak lepas juga dari doa orangtua, khususnya ibu. Hari itu, ujian saya malah molor sampai jam 3.30 sore.

Menariknya, saat ujian tidak ada satupun pembimbing skripsi yang mendampingi. Saya pun memaklumi karena ada hal yang tidak bisa mereka ditinggalkan. Semakin menarik lagi karena saya malah tidak di uji, yang ada hanyalah saran dan masukan saja.

Mengikuti Pelatihan Duta Damai Dunia Maya Dari BNPT

Peserta Pelatihan Duta Damai Dunia Maya
Setelah melewati seminar hasil, kegirangan saya malah semakin meningkat. Ya, karena esoknya saya akan mengikuti “Pelatihan Duta Damai Dunia Maya” yang diadakan oleh BNPT selama 3 hari di Hotel Aryaduta, Makassar.

Acara ini merupakan hasil tindak lanjut dari kegiatan tahun lalu berupa seminar dan workshop dengan tema “Damai di Dunia Maya”, yang mana diadakan oleh BNPT untuk pertama kalinya di Makassar.

Awalnya pelatihan ini kekurangan peserta, kalau nggak salah baru 30 orang dari kuota seharusnya 60 orang. Dimana dibutuhkan 30 orang penulis/blogger, 10 bidang IT, dan 20 orang yang menguasai desain komunikasi visual (DKV). Hal ini saya ketahui karena panitia sempat menelpon saya awal bulan April lalu, bahkan mereka sempat meminta bantuan juga untuk dicarikan peserta pelatihan.

Bagi saya, acara ini menarik untuk di ikuti dan tentu ada alasannya juga. Yah, kapan lagi coba ikut aktif langsung dalam membela negara dari berbagai ancaman negatif, baik dari dalam maupun luar negeri. Lebih-lebih lagi belakangan ini lagi maraknya propaganda radikalisme yang dilakukan oleh para terorisme, khususnya di dunia maya.

Sedangkan di sisi lain, lumayanlah buat menghibur diri sehabis seminar hasil meski sebenarnya acara pelatihannya lumayan padat (mulai 08.00-22.00 WITA). Yah, setidaknya bisa merasakan empuknya kasur hotel dan view Pantai Losari dari ketinggian.

Selama tiga hari di lokasi pelatihan, saya dan peserta lainnya sebanyak 60 orang digembleng dan diberikan materi tentang berbagai hal yang ada hubungannya dengan dunia maya oleh panitia. Dimana panitianya sendiri merupakan orang-orang berkompeten dan cerdas, baik dibidang menulis opini dan berita, serta bidang jurnalis, IT, dan juga desain komunikasi visual (DKV).

Banyak hal yang saya serap dari mereka. Tak cuma ilmu tentang dunia menulis (opini dan berita), teknologi (IT), dan desain komunikasi visual (DKV). Akan tetapi, diajarkan juga mengenai bekerja sama dalam sebuah team, bagaimana berkolaborasi, menganalisis sebuah berita, opini, dan menulis artikel. Bahkan yang kalah penting adalah bagaimana menjadi orang yang disiplin dengan waktu dan juga dalam sebuah team.

Di hari terakhir ada sebuah kejutan untuk semua peserta, yakni diberikan souvenir dan juga uang saku. Bagi saya yang anak kost, lumayanlah buat biaya hidup untuk dua minggu.

Mengikuti Workshop Forum Bela Negara di Dunia Maya

Pangdam VII Wirabuana, Mayjen TNI Agus Surya Bakti
Sebagai hadiah tambahan untuk peserta “Pelatihan Duta Damai Dunia Maya”, di hari terakhir Pangdam VII Wirabuana Mayjen TNI Agus Surya Bakti yang memberikan materi tentang “Wawasan Kebangsaan”, mengajak dua orang dari tiap Komunitas Duta Damai untuk hadir di acara launching website sekaligus dilanjutkan dengan Workshop Forum Bela Negara di Dunia Maya di gedung Kodam VII Wirabuana.

Singkat cerita, esok harinya saya meluncur ke acara yang dimaksud sekitar pukul 08.30 Wita. Hari itu saya baru sadar kalau bertepatan dengan hari Jum’at tanggal 20 Mei 2016, yang juga bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional.

Ketika sampai dilokasi, ternyata acaranya dimulai lebih awal dari jadwal yang di informasikan sebelumnya. Dengan buru-buru, saya menuju gedung acara dan tak lupa mengisi absen yang tersedia di meja tepat depan pintu masuk. Namun saat sampai di dalam ruangan, saya agak kikuk dan mendadak kaku. Kenapa? Karena baru kali ini saya mengikuti acara workshop yang pesertanya 85% berpakaian dinas, dalam hal ini berpakaian TNI.

Jujur, meski saya mencoba memasang wajah ceria dan berusaha untuk membaur, tetap saja ada perasaan segan dan was-was. Jangankan untuk bertanya, mau duduk dekat mereka pun saya jadi takut. Apalagi yang hadir di dominasi oleh orangtua dengan pangkat yang lumayan bikin takut, seperti Bripka, Kolonel, Letnan, Briptu, sampai Mayjen pun ada.

Namun demikian, saya juga dibuat takjub oleh mereka. Dibalik baju dinas yang mereka pakai, tersimpan keramahan dan juga pandai bergaul. Bahkan ada yang sampai membawakan makanan ketika saya sedang asyik mendengarkan sambutan dari Pangdam VII Wirabuana, Mayjen TNI Agus Surya Bakti.

Usai Pangdam VII Wirabuana memberikan sambutan dan materi tentang wawasan kebangsaan, acara dilanjutkan dengan launching 2 website baru, yakni www.belanegara.or.id dan www.kodam-wirabuana.mil.id.

Untuk website pertama, siapa pun boleh ikut dalamnya dan bisa ikut berpartisipasi dalam membela negara, baik dalam bentuk tulisan, meme, dan juga video. Sedangkan untuk website kedua berupa forum untuk komunitas-komunitas. Isinya mirip-mirip forum yang dimiliki oleh Kaskus.

Oh iya, di acara launching website hari itu, panitia juga mengadakan lomba, seperti menulis artikel, mengirim foto unik bagi yang sudah foto di booth yang sudah disediakan, menulis puisi dan juga meme di website www.belanegara.or.id, serta menuliskan tweet di twitter dengan hastag “Bangga Bela Negara”.

Awalnya saya ingin menulis artikel, tapi karena log in gagal terus, akhirnya saya beralih menuliskan tweet. Itung-itung biar ada kerjaan gitu daripada kena begal (bete galau).

Dan setelah acara berakhir dan pengumuman tiba, alhamdulillah nama saya nyangkut sebagai Pemenang I menulis tweet. Ketika nama saya disebut, rasanya seperti orang mimpi alias nggak percaya karena tweet yang saya tulis nggak banyak. Saya baru percaya ketika melihat muka saya terpampang dilayar 4 x 3 meter.

Makassar, 23 Mei 2016

14 komentar:

  1. seminar hasil - trs ikutn seminar bnpt - trs ikutan workshop bnpt yg pesertanya sebagian besar pr perwira - trs menang live tweet...
    keceee, tidak ada waktu yg terbuang sia2 yak, sipsip

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, rencana Tuhan siapa yang tahu. Saya hanya coba berusaha, berdoa dan mengikuti alurnya saja. Siapa sangka rejeki yang diberikan dalam sepekan begitu luar biasa.

      Hapus
  2. Wah, agendanya padat merayap yaaa? Semoga semangat tetap menyala, dan lancar segala aktivitasnya. Semoga segera pula meraih gelar ST (A)nya yaaa. :) Ah iya, jangan lupa, seabrek2 kegiatan, tetap luangkan waktu untuk istirahat, ok?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lumayan. Agenda dalam seminggu udah kaya macetnya jalanan kota Makassar.

      Amiiin...
      Terima kasih untuk doanya. Tetap dipikirkan kok soal waktu istirahat.

      Hapus
  3. Wah.. Seru tuch mas timur.. Jadi lunya kenalan berbagai macam kalangan..selain sisi positif lainnya menambah ilmu dan wawasan.. :)

    Beruntungnya dirimu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seru bangad, udah gitu bisa dapat kenalan banyak lagi.

      Hapus
  4. Ini lagi banyak ketiban berkah ni kek nya mas arif bulan ini
    Semoga segera bisa menyandang profesi arsitek
    Setelah ujian n sminar y
    Wah di samping itu ada kegiatan lain yg ga kalah kerennya nih duta damai dunia maya, mang perlu angin segar ya biar isu isu panas di dumay bisa keatasi hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya nih, bulan ini rejeki sedangk berpihak pada saya.

      Insya Allah, isu di dumay akan saya coba redam dengan konten yang positif dan bermanfaat.

      Hapus
  5. benar-benar sibuk ya..pantesan semangat tinggi dan senang liatnya. Semoga berkah selalu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiiin...
      Insya Allah membawa berkah.

      Hapus
  6. hahaha mantap Arif! Minggu yang padat tapi juga sekaligus menghasilkan ya? Selamattt

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe.... Alhamdulillah Daeng Ipul, rejeki juga ngikut kemarin.

      Hapus
  7. selamat yaa walau sibuk dan padat Insya Allah membuahkan hasil

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Mbak Lidya untuk apresiasinya. Alhamdulillah, rejeki sedang berpihak ke saya hari itu.

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...