Minggu, 08 Mei 2016

Gara-Gara AADC2, Hati dan Pikiran Dilanda Dilema


Gara-Gara AADC2, Hati dan Pikiran Dilanda Dilema
Gara-Gara AADC2, Hati dan Pikiran Dilanda Dilema
Cinta itu memang sulit untuk di mengerti. Bahkan katanya, deritanya tiada akhir. Cinta bisa memicu terjadinya peperangan, baik dalam skala kecil maupun skala besar. Cinta juga bisa membuat suasana berubah seketika bahkan sampai terasa hambar. 

Karena cinta, kita tidak bisa membohongi hati meski orang yang kita cintai kadang berprilaku buruk atau pun dinilai orang buruk. Cinta itu hitam dan putih, ada gelap ada terang. Ada yang datang, ada juga yang pergi.

Jika di ibaratkan, cinta itu seperti jelangkung. Datang dan pergi begitu saja. Tidak ada yang tahu, kapan ia akan datang dan kapan ia akan pergi. Tapi cinta itu pasti, karena ia datang dari hati. Ketika benih cinta mulai tumbuh, tidak ada yang bisa mencegahnya sekalipun si pemilik hati.

Yah, begitulah cinta. Disatu sisi bisa membuat orang jadi mudah, tapi disisi lain bisa juga membuat orang jadi rumit. Semua kembali lagi ke pribadi masing-masing mau pilih yang mana.

Bicara tentang cinta, dua hari lalu atau tepatnya jum’at tanggal 6 Mei (18.45 WITA), saya dilanda dilema selama kurang lebih 15 menit. Penyebabnya pun hal sepele, antara mau nonton Captain America Civil War dan Ada Apa Dengan Cinta 2 (AADC2). Dimana keduanya sama-sama membuat saya penasaran dan sampai tanggal 6 Mei, peminatnya belum juga surut. Malah yang saya perhatikan semakin bertambah. Entah karena pengaruh libur panjang atau bagaimana, saya juga kurang paham.

Malam itu, saya dihadapkan pada dua pilihan yang lumayan menguras pikiran. Disatu sisi saya sangat menyukai film action, sedangkan disisi lain saya semakin penasaran dengan AADC2 yang merupakan kelanjutan cerita 14 tahun lalu.

Gara-gara kedua film tersebut, hati dan pikiran saya dilanda dilema. Tak cukup sampai disitu, jiwa nasionalisme pun ikutan bangkit. Karena sebagai warga negara yang baik, saya harus mencintai hasil karya anak bangsa dan salah satunya lewat film ADDC2.

Akhirnya, detik-detik menegangkan itu tiba juga. Saya pun mendapatkan giliran untuk memilih film mana yang akan ditonton malam itu. Namun sebelum keputusan akhir ditetapkan, saya mencoba untuk bertanya-tanya film mana yang akan diputar lebih dulu. Semua itu saya lakukan bukan tanpa alasan.

Ya, saya tidak biasa menunggu lama ketika merencanakan sesuatu, termasuk menonton film. Selain itu, mumpung malam itu mood untuk nonton di bioskop untuk kedua kalinya masih tinggi.

Dari iseng-iseng bertanya tersebut, akhirnya saya memutuskan untuk menonton film Ada Apa Dengan Cinta 2 (AADC2) saja. Padahal niat awal keluar dari rumah mau nonton Captain America Civil War. Tapi karena harus menunggu sampai setengah sembilan atau satu setengah jam lagi dan mengingat mood masih ada, maka rasa penasaran jatuh ke film anak negeri.

Tak lama setelah keputusan itu dan satu menit kemudian, tiket pun ada dalam genggaman. Kurang lebih 15 menit kemudian, satu persatu penonton memasuki ruang bioskop, termasuk saya yang tak mau ketinggalan. Dari tiket yang ada digenggaman, saya mendapatkan kursi ketiga dari depan. Posisi yang lumayan pas karena tidak terlalu mendongak ketika menonton.

Namun malam itu, perasaan kembali dilanda dilema saat sudah duduk dikursi sesuai dengan yang ada di tiket. Terasa ada yang kurang ketika itu. Saya pun bertanya-tanya dalam hati, apa gerangan yang kurang. Sambil berpikir, satu persatu saya perhatikan sekeliling dan penonton yang lalu lalang mencari kursi sesuai tiket yang mereka pegang.

Duh... saya baru sadar kalau tidak punya pasangan malam itu. Hal itu baru saya sadari ketika di kiri dan kanan saya duduk sepasang kekasih. Dimana mereka mencoba memaksakan diri agar terlihat romantis di ruangan bioskop yang mulai gelap, sebagai pertanda sebentar lagi film Ada Apa Dengan Cinta 2 akan dimulai.

Tapi bukan berarti saya tidak punya pasangan. Saya sudah punya kok, cuma terpisah oleh jarak yang lumayan jauh. Yah, si doi tinggalnya di Depok dan kerja di Jakarta. Sedangkan saya masih di Makassar berjuang menyelesaikan studi S1 Jurusan Teknik Arsitektur sambil sesekali menerima pesanan desain bangunan.

Ibarat kata, hubungan kami seperti kisah Rangga dan Cinta. Bedanya Rangga dan Cinta sudah lintas benua. Semua sudah tahulah apa yang saya maksud. Benar bangad, Rangga di New York dan Cinta di Jakarta. Sedangkan kami berdua masih di seputaran nusantara, seperti lagu Budi Doremi yang berjudul "Asmara Nusantara".
 
Oh iya, ngomong-ngomong mau tahu seperti apa cerita Ada Apa Dengan Cinta 2 yang saya tonton malam itu? Tunggu ulasannya di artikel selanjutnya.

Makassar, 08 Mei 2016

26 komentar:

  1. aduh mas, kasihan banget, gak apa-apa membayangkan saja kalau sudah ada yg menenami di sebelahnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe... mau nggak mau hanya bisa mengkhayal saja.

      Hapus
  2. Akhirnya .. Nonton juga mas timur

    BalasHapus
  3. selama nonton AADC2 saya malah lebih fokus sama Cinta yang kini telah menjadi milik pria lain...cinta lah yang membuat hidupku merana hingga kini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha... para pejantan kebanyakan fokusnya sama Cinta dan terbukti banyak yang dibuat merana olehnya.

      Hapus
  4. saya sampai sekarang belum nonton aadc 2. pengen banget. mudah2an minggu ini jadi nonton :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo nonton, kapan lagi menyaksikan karya anak bangsa. Filmnya lumayan menghibur, tapi jangan lupa nontonnya dengan pasangan biar romantisnya lebih kerasa.

      Hapus
  5. adu pada posting tentang AADC sementara aku belum nonton hiks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe... Ayo ramein bioskop nonton filmnya mumpung sampai sekarang masih diputar. Sayang kalau nanti nggak nonton.

      Hapus
  6. Saking pengennya nonton,sendiri pun no problem ya hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yah... Begitulah kalau rasa penasaran yang tinggi dipadukan dengan jiwa nasionalisme. Nonton sendiri pun jadi nggak masalah.

      Hapus
  7. asyiikkk akhirnya jumpa dengan neng yang ada di depok hihi

    saya juga dah nonton mas arif
    yapppp, lumayan sesuai dengan ekspektasi endingnya

    ahaahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Filmnya lumayan menghibur, apalagi banyak kocaknya juga.

      Hapus
  8. ahhh ternyata yang di depok blum disamperin lagi ya mas ahihihiii

    sabar mas, sing penting langgeng walo ldr

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya nih belum saya samperin lagi. Tahun kemarin rencana mau samperin, tepatnya November-Desember. Sayang, ujung-ujungnya nggak jadi gegara uang gambar 4 sekolah dan mengawas pekerjaan fisik 2 lokasi tidak dibayar.

      Hapus
  9. Wow. Salut ada pria yang mau sendirian nonton AADC demi memajukan per film an Indonesia. Sementara yang lain karena menemani pasangan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha... mau bagaimana lagi, pasangan saya tinggalnya di Depok. Yah, pura-pura tegarnya meski dalamnya iri melihat orang lain dengan pasangannya.

      Hapus
  10. Aku juga nonton sendirian. Nggak masalah kok nonton sendirian. Asalkan mood nontonnya ada. Iya enggak sih :D

    Jadi baper ya nonton AADC 2. Aku juga baper gitu, Mas. Soalnya ceritanya relate gitu kans. :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, itu yang saya maksud. Selama mood ada, ngapain pusing lihat orang lain bawa pasangannya. Mending cuek sajalah, ya nggak Mbak Icha.

      Hapus
  11. wah-wah,Rangga kamu memang jahat, membiarkan bung arif nonton tanpa pasangan, seperti pasangan2 romantis lainnya. hahah.
    Keren, keren...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha... bisa aja bercandanya mas bro. Cuek sajalah kalau yang lain sama pasangannya.

      Hapus
  12. Beuhh..nekat nonton film romansa cinta sedirian. bisa baper berhari-hari tuh :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tenang... Saya mah orangnya fleksibel, jadi nggak bakalan baper berhari-hari kok. Paling bapernya saat nonton saja, setelah nonton bapernya ikutan ilang juga.

      Hapus
  13. Belum sempat nonton AADC2 samapi saat ini... huaaaa mupeng banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nonton yuk, biar mupengnya ilang. Sayang loh kalau nggak nonton filmnya.

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...