Minggu, 27 Maret 2016

Semua Berawal Dari Menulis

Semua Berawal Dari Menulis


Semua berawal dari menulis, dok. Pribadi

Banyak orang-orang di sekeliling saya, khususnya teman-teman kampus bertanya-tanya. Apa yang sebenarnya aku lakukan diluar sana sampai bisa foto bareng bupati, artis, CEO, dan lain sebagainya? Tak hanya itu saja, aktivitas di media sosial seperti facebook dan twitter pun tak lupa ditanyakan. Dalam hal ini karena aku sering sekali alias aktif banged membagikan tautan di dua media sosial tersebut. Dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan lainnya.

Aku yang menyimak aksi detektif mereka, hanya bisa tersenyum dan dengan entengnya menjawab dengan satu kata, yakni menulis. Sekali lagi, dari sekian banyak pertanyaan yang datang, cuma satu kata jawabannya, yaitu “MENULIS”.
 
Sebagian dari mereka yang mendengar jawaban tersebut seakan tidak percaya. Sedangkan sebagiannya lagi malah penasaran seperti arwah yang gentayangan. Aku yang melihat reaksi itu hanya tersenyum dan kembali meyakinkan mereka bahwa faktanya memang demikian. Tidak ada yang dibuat-buat, apalagi di manipulasi alias di edit lewat program canggih, seperti photoshop dan semacamnya.

Sedangkan sebagiannya lagi yang masih penasaran, malah kembali melakukan interogasi layaknya seorang penyidik yang sedang menyelidiki sebuah kasus besar. Pertanyaan demi pertanyaan pun di ajukan, seperti : “Memangnya apa yang kamu tulis hingga bisa bertemu dengan orang-orang berpengaruh itu (Bupati, artis, CEO, dan sebagainya)? Terus, tulisan itu kamu tulis dimana? Memang ada yang membacanya?

Usai menyimak beberapa pertanyaan yang di ajukan oleh teman-teman kampus, aku kembali menjawab. Berikut jawabannya :
Pertama. Aku menulis apa saja yang bisa aku tulis, tentunya sesuai dengan apa yang ada dalam pikiranku atau mengikuti ide yang tiba-tiba saja muncul. Tak cuma itu saja, ada juga yang berdasarkan tema di angkat dan pemenangnya mendapatkan hadiah sesuai yang dijanjikan. Salah satu contohnya bertemu dengan orang-orang hebat atau berpengaruh itu.

Tapi ada juga cara lain agar bisa bertemu dengan orang-orang berpengaruh tersebut dan itu tergantung kamu. Kalau dari pengalamanku sendiri, ada yang lewat komunitas, kadang dari info lomba, info seminar, dan ada juga yang dari teman menulis (blogger). Tentunya tidak semuanya langsung mulus diterima, ada juga yang harus lewat seleksi dulu.

Kedua. Untuk kasus ini jawabannya tak lain adalah lewat blog. Sebagai seorang blogger, aku menuliskan hal-hal positif yang ada dalam pikiran ke dalam blog. Apa pun itu, selama bermuatan positif dan bisa bermanfaat buat orang lain, maka aku tuangkan semuanya ke dalam blog.

Ketiga. Pertanyaan ini sama dengan apa yang aku takutkan dulu sebelum terjun ke dunia tulis menulis, dalam hal ini Nge-Blog. Namun setelah mencobanya, apa yang aku pikirkan ternyata tidak terbukti. Intinya, mulailah untuk mencoba terlebih dahulu. Karena lambat laun pasti akan ada yang membacanya.

Yah... minimal pembaca pertama adalah kita sendiri alias penulis itu sendiri. Tapi, jika ingin tulisanmu cepat dibaca oleh orang lain, saran saya adalah manfaat media sosialmu. Pasti semua sudah punya media sosial dan daripada digunakan untuk curhat tidak jelas. Cara lain dan lebih gampang adalah mintalah teman-temanmu untuk membaca tulisanmu. Jangan lupa juga untuk meminta mereka memberikan kritik dan saran agar tulisanmu berkembang ke arah yang lebih baik.

Setelah penjelasan singkat itu, teman-teman kampus malah semakin penasaran akan dunia menulis, termasuk blog. Banyak juga yang mulai tertarik akan dunia menulis (blog), meski sampai sekarang belum ada yang mengikuti jejakku itu. Aku pun memakluminya, karena khusus Indonesia Timur, dunia blog gak begitu familiar. Beda dengan Indonesia Barat sana, khususnya Pulau Jawa yang familiar sekali dengan yang namanya blog.

Satu hal yang pasti, karena menulis aku bisa bertemu dengan orang yang menginspirasi dan berpengaruh itu. Ya, semua itu berawal dari menulis.

BTN Antara Makassar, 27 Maret 2016

33 komentar:

  1. Saatnya mereka yang penasaran dikawal, Mas. Diajarkan cara membuat blog. Saya sudah merintisnya di Jepara

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siap Mbak Susindra.

      Lagi saya coba pelan-pelan perkenalkan dunia blog di tempat saya kuliah.

      Hapus
  2. temen-temen dari dunia maya aku juga sudah ada yg mulai tertarik ngeblog nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berarti dunia bog sudah mulai menarik perhatian banyak orang kalau begitu.

      Hapus
  3. setuju mas, menulis itu membuka pintu ke arah yang tak disangka sangka

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, dan aku baru menyadari itu semua.

      Hapus
  4. Pertanyaan serupa juga dilontarkan teman-teman saya mas. Salam kenal ya Mas....semangat menulis :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ternyata bukan aku aja yang pernah mengalami hal seperti ini.

      Insya Allah, semangat menulis harus selalu ada.

      Hapus
  5. betul sekali mas, aku setuju

    BalasHapus
  6. Saya juga menyebar racun ngeblog pada keponakan-keponakan....tp mereka masih sibuk, ada yang UN, skripsi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga tetap ngeblog meski sedang skripsi. Lumayan buat ilangin bete dan penat.

      Hapus
  7. Sempet aku ngira blogger itu banyak, eh ternyata masih lebih banyak yg belum kenalan sama blog dan jadi blogger. Hayuuk.. Sama2 ngeblog yuk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau untuk wilayah Jawa, bloggernya udah banyak. Tapi untuk wilayah Indonesia Timur belum begitu banyak dan masih abu-abu alias kurang familiar.

      Hapus
  8. setujuu.. aku sih mulai dari keluarga aja, adik2ku aku kompori buat nulis meski sekadar nulis cerita atau materi kuliah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe... Aku malah ngomporin teman-teman kampus sama teman-teman kost.

      Hapus
  9. banyak berkah dari menulis ya bang,, khususnya menulis di blog.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belum terlalu banyak sih, tapi bisa di bilang lumayan juga yang aku dapatkan lewat menulus.

      Hapus
  10. Saya percaya dan juga sudah merasakannya. Meski aktif ngeblog ya baru-baru ini. Dulunya lebih aktif nulis ke media cetak. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah... Berarti lebih jago nih di bidang menulis artikel. Kapan-kapan aku berguru dah sama Mbak Dikpa.

      Hapus
  11. aku juga lagi awal-awal mulai nulis nih.. thanks cukup menginspirasi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah jika bisa menginspirasi. Ayo semangat menulisnya dan jangan sampai putus ditengah jalan.

      Hapus
  12. Setuju mbak.
    Ada kutipan yang selalu bikin aku semangat nulis.
    "Pensil yang tumpul lebih baik dari ingatan yang kuat"

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju Gan.
      Ikatlah ilmu dengan tulisan

      Hapus
    2. @Mannjual, quote yang menarik. Sangat cocok untuk dijadikan penyemangat menulis.

      Hapus
  13. setuju mas.. awalnya menulis.. lanjutannya banyak banget... tinggal pilih sesuai selera masing - masing :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, coba saya tau dari dulu manfaat menulis itu banyak.

      Hapus
  14. Dan dengan sebuah tulisan orang bisa melahirkan karya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yups, salah satu contohnya JK. Rowling dengan khayalannya yang menghasilkan cerita Harry Potter dan diangkat ke dalam film yang kemudian menjadi legenda.

      Hapus
  15. sebuah tulisan bisa merubah segalanya, misal jaman searakng lgi heboh berita hoax.. hee

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...