Kamis, 07 Januari 2016

Kaleidoskop 2015 : Berkah Nge-Blog

Berkah Ngeblog
Berkah Nge-Blog
Seminggu sudah tahun 2015 berlalu menjauhi kita semua. Dimana tahun ini dipenuhi dengan kegaduhan politik dan juga kontroversi bagi kalangan publik figur atau para artis. Bahkan bisa dibilang hampir setiap harinya kita semua disuguhkan dengan hal demikian, tentunya lewat berbagai media yang ada. Enggak dini hari, pagi, siang, sore, malam, dan mungkin juga ada ke bawa sampai alam mimpi. Entahlah!
 
Saking begitu banyaknya kegaduhan dan kontroversi yang disuguhkan, kita semua sampai bosan dan malas untuk menyaksikannya. Bahkan banyak juga yang sampai eneg dan mau muntah ketika disuguhkan hal yang sama setiap hari. Terlebih lagi unsur positif yang dicari oleh para penikmat media (televisi) hampir punah.

Namun dibalik itu semua, khusus saya pribadi penuh dengan kejutan yang tak terduga. Banyak juga kejadian yang aku lewati di tahun 2015. Susah, senang, galau, sedih, bahagia, menderita, penuh tantangan, sampai di PHP-in pun terjadi padaku. Untungnya, aku selalu berusaha untuk happy, sabar, dan menyerahkan semuanya kepada Sang Pencipta ketika semua rentetan kejadian itu datang menghampiri. Namanya juga hidup di dunia, pasti bakal dipenuhi dengan misteri, intrik, kontroversi, kegaduhan, dan semacamnya. Ya, gak!

Nah... seperti apakah kejutan yang aku maksud? Mau tahu, gak! Yuk, simak rangkumannya dalam kaleidoskop dibawah ini! Oh iya, semua kejutan yang aku dapatkan merupakan berkah dari menulis, baik lewat akun Kompasiana maupun blog pribadi yang sekarang ini.

Bertemu Bupati dan Wakil Bupati Serta Dandim Bantaeng

Bersama Bupati Bantaeng dan Kompasianer
dok. Humas Pemda Bantaeng
Moment ini bisa dibilang moment yang tak terlupakan bagi saya pribadi. Waktu itu, Kompasiana dan Yayasan Peduli Danamon melakukan kerjasama yang bertajuk “Jelajah Pasar Rakyat Nusantara”. Dari kerjasama tersebut, Kompasiana mengundang Kompasianer Makassar untuk turut meramaikannya. Karena aku kuliah di Makassar dan kebetulan juga merupakan Kompasianer, maka aku pun mencoba untuk mendaftar dengan harapan mendapatkan kesempatan tersebut.

Pucuk dicinta ulam pun tiba, apa yang aku harapkan akhirnya terwujud juga. Ya, gak salah lagi, dari 11 orang yang terpilih salah satunya adalah aku. Kami pun berangkat menuju lokasi acara yang bertempat di salah satu pasar tradisional yang dimiliki Kabupaten Bantaeng, namanya Pasar Lambocca.

Ketika itu, acara sungguh meriah sekali. Banyak acara yang diadakan, seperti lomba melukis tong sampah, lomba memasak yang dibagi dua sesi, yakni untuk Ibu-Ibu PKK dan satunya khusus masyarakat aja yang di nilai Mas Ari Parikesit kalau gak salah ingat. Selain itu ada juga jajanan kuliner khas Bantaeng, menanam pohon (penghijauan), pemasangan biopori, bincang-bincang tentang kopi, dan masih banyak lagi.

Mas Ari Parikesit Mencoba Nasi Bambu, dok. Pribadi
Setelah acara selesai dan sebelum balik ke Makassar, kami dan kru Kompasiana Pusat menyempatkan untuk menikmati keindahan Pantai Marina yang sejuk. Waktu itu kebetulan ditraktir oleh Kompasianer asal Bantaeng yang juga merupakan pegawai Pemda Bantaeng. Saat sedang asyik menikmati keindahan dan kesejukan pantai,  tiba-tiba yang mentraktir kami menawarkan untuk bertemu dengan atasannya, yang tak lain adalah Bupati Bantaeng.

Mendengar hal tersebut, kami pun sedikit tidak percaya dan berkata “emang bisa”. Dia pun menjawab dengan santainya “bisa”, kalau kalian mau. Lalu ia pun melanjutkan lagi dengan berkata “sekarang juga boleh”. Hampir serempak kami berkata : “Hah... benaran nih, serius mas”.

Lalu tak berselang lama, ia menerima sms yang segera ia baca. Mau tahu apa isinya! Usai membaca sms tersebut, ia langsung berkata : “Habiskan segera makanan dan minumannya” sekarang kita akan menuju kantor bupati. Kami pun segera menghabiskan makanan dan minuman yang ada di depan kami dan bergegas menuju kantor bupati.

Bertemu Mas Isjet, Mas Nurullah, Dan Kang Pepih Nugraha

Bersama Mas Nurulloh Admin Kompasiana
dok. Pribadi
Masih sama dengan kisah di atas. Berkat nge-blog di Kompasiana, aku bisa bertemu dengan mas Nurullah, mas Isjet, dan Kang Pepih Nugraha (COO Kompasiana).

Dari ketiganya, yang paling pertama aku kenal adalah mas Nurullah. Waktu itu di acara Kompas Kampus yang diadakan di kampus Universitas Hasanuddin (UNHAS), Makassar. Aku bertemu dengan mas Nurullah ketika sedang asyik melihat-melihat booth Kompasiana di lantai dasar. Di tengah asyiknya aku memperhatikan desain baju Kriko yang dipajang, tiba-tiba mas Nurullah muncul dan memperkenal diri sambil menawarkan baju kriko. Setelah itu kami pun berbincang panjang lebar tentang Kompasiana dan event-event yang akan diadakan berikutnya di Makassar. Sayangnya waktu itu aku gak sempat foto bersama mas Nurulloh.

Seminggu setelah acara Kompas Kampus di Universitas Hasanuddin, aku kembali bertemu dengan mas Nurulloh lagi. Pertemuan kedua ini di event yang berbeda dan kampus yang berbeda pula, tepatnya di kampus Universitas Negeri Makssar (UNM) dengan event bertajuk teknologi, yang merupakan hasil kerja sama dengan pihak JNE.

Bersama Mas Isjet, dok. Pribadi
Nah... disinilah aku bertemu dengan mas Isjet. Dimana waktu itu mas Isjet merupakan salah satu pemateri workshop dan mas Nurullah sebagai moderatornya. Setelah acara usai dan tidak mau mengulangi kesalahan sebelumnya, maka aku pun menyempatkan untuk berfoto dengan mas Nurullah dan mas Isjet.

Kurang lebih sebulan setelah event di kampus UNM, lagi-lagi aku bertemu kembali dengan mas Nurullah yang kebetulan akan menjadi moderator di acara “Gerakan Non Tunai”, yang diadakan oleh Bank Indonesia dan Makassar merupakan salah satu kota yang di tuju. Saat itu secara tidak terduga Kang Pepih Nugraha berada di tempat acara. Padahal dari informasi sebelumnya tidak ada nama Kang Pepih, baik sebagai salah satu narasumber atau kru yang ikut.

Saat Bersama Kang Pepih Nugraha
dok. Pribadi
Belakangan baru ketahuan, ternyata Kang Pepih sendiri yang meminta untuk ikut di menit-menit akhir sebelum kru berangkat ke Makassar. Hal itu dilakukan karena ia ingin bernostalgia kembali dengan kota yang dulu membuat karirnya jadi seperti sekarang ini. Ya, dulu saat memulai karir sebagai wartawan Kompas, Kang Pepih pernah bertugas selama 2 tahun di Makassar.

Bertemu Cristian Sugiono

Belum Ambil Gaya Udah di Foto
dok. Pri
Untuk pengalaman yang satu ini berawal dari informasi yang aku dapatkan lewat facebook yang di upload di group Angingmammiri, Komunitasnya Blogger Makassar. Saat itu aku sedang asyik-asyik berselancar di smartphone yang belum lama aku beli. Ditengah keasyikan itu, aku melihat sebuah status yang menarik bagiku. Dimana isinya akan ada acara mengenai dunia IT, seperti membuat portal berita, tokopedia, toko bagus, dan sejenisnya. Sedangkan acaranya sendiri akan berlangsung di kantor Walikota Makassar.

Menariknya lagi, acara tersebut di gagas oleh ID BYTE dan salah satu narasumbernya adalah Cristian Sugiono (Founder Malesbanget.com). Semakin menarik lagi karena masa itu untuk Makassar tidak dipungut biaya. Sebagai orang yang suka dengan dunia IT juga, maka mendaftarlah aku sebagai seorang Blogger Makassar.

Dan sesuai jadwal acaranya, aku pun datang lebih awal dan mengikuti acaranya sampai tuntas. Di akhir acara, ternyata ada juga sesi foto bersama dan bincang-bincang dengan para narasumber plus foto bareng bagi yang mau. Awalnya sih aku gak punya niat untuk foto bareng semua narasumber. Tapi karena godain sama si do’i dan bilang “Kapan lagi dapat kesempatan seperti itu”, maka aku pun imanku pun ikut goyah dan mau gak mau ikutan foto bareng juga.

Makassar, 7 Januari 2016

20 komentar:

  1. Foto kulinernya mana ni mas arif

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belum saya pindahkan fotonya dari smartphone. Nanti saya upload lagi.

      Hapus
  2. berkah ngeblog ini gk hanya berupa materi aja ya mas, tp jg berkah ngeblog itu bs brtemu dg org2 luar biasa dan tentu saja menggali ilmu dr mereka.
    nice share :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar bangad, gak selamanya berkah dari nge-blog berupa materi. Tapi juga bisa dalam bentuk lainnya, seperti ilmu pengetahuan, banyak teman, bertemu orang hebat, dan masih banyak lagi.

      Hapus
  3. asik ya ketemu banyak orang hebat dan bisa 'nyuri' ilmunya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah Mbak Kania, menyenangkan bangad.

      Hapus
  4. Seneng ya bisa bertemu orang-orang hebat :)
    Semoga tahun ini tambah banyak #berkahngeblog nya ya mas Arif ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiiin.
      Semoga saja tambah banyak berkah dari nge-blog lagi.

      Hapus
  5. Makin mantab nih setelah ikutan workshop #TravelnBlog Makassar. Keren mas :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe... gak salah sering ikutan workshop, manfaatnya lumayan banyak ternyata.

      Hapus
  6. wah, berkah ngeblognya melimpah ya ... keren

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah Mbak Selvy, lumayan juga berkah yang aku dapatkan lewat ngeblog.

      Hapus
  7. asyik mas, alhmamdullilah, berkah ngeblog
    btw, sekarang kompasiana sering ngadain event di makassar
    kalo ke jakarta, mampir ya kita kopdar :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah mas. Insya Allah ikut kopdar kalau liburan ke Jakarta lagi. Sebenarnya Desember kemarin rencana mau ikut Kompasianival, tapi gagal gara-gara di PHP in, tepatnya uang gambar gak di bayar.

      Hapus
  8. Balasan
    1. Thank's sudah menyempatkan untuk berkunjung ke blog ini.

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...