Selasa, 14 Juli 2015

Belajar Menjadi Pendengar Hebat

Menjadi Pendengar Hebat
Menjadi Pendengar Hebat

*Dalam dua bulan anda akan mendapatkan lebih banyak kawan dengan ketertarikan anda pada orang lain daripada yang anda peroleh dalam dua tahun dengan mencoba membuat orang lain tertarik kepada anda.* By Dale Carnegie

*  *  *

Sebagian besar orang senang berbicara mengenai diri mereka dan hal-hal yang dilakukan. Hal itu manusiawi, dan tidak ada salahnya selama seseorang tidak memonopoli suatu percakapan. Saya yakin bahwa kita semua pernah mengalami saya tahu bahwa saya telah mengalaminya situasi dimana seseorang terus menerus berbicara tentang agenda dirinya dan membuat orang lain tidak berkata sepatah pun.
 
Bayangkanlah ketika Anda berhadapan dengan situasi macam ini. Apa yang anda rasakan mengenai orang itu? Pasti yang pertama adalah tanggapan anda tidaklah terlalu positif. Bukan karena kebiasaannya yang berbicara terus-menerus mengenai dirinya sendiri, sehingga membuat anda jadi tidak ingin menghormatinya dan merasa bosan. Melainkan juga karena hal demikian memberikan kesan bahwa dia seakan tidak peduli dengan orang lain sekelilingnya dan hanya berpusat atau memikirkan dirinya sendiri. Padahal untuk bisa benar-benar menarik bagi orang lain adalah harus lebih dulu tertarik kepada mereka.

Sebagai contoh : Orang-orang sukses menghabiskan lebih banyak waktunya untuk mendengarkan dan bertanya ketimbang berbicara. Bahkan tidak berfokus untuk menemukan saat putusnya percakapan sehingga membuat mereka mampu untuk mengalihkan perhatian orang kepadanya. 

So... Tidak ada salahnya untuk lebih banyak mendengarkan daripada berbicara. Sesekali cobalah lebih banyak meluangkan waktu anda untuk mendengarkan ketimbang berbicara. Misalnya dengan menggunakan presentasi 70-80 persen untuk mendengar dan sisanya 20-30 persen untuk berbicara. Mengapa harus demikian? Karena mendengar juga merupakan salah keterampilan yang perlu di kembangkan dan yang melakukan hal seperti ini baru sebagian orang saja.

Selain itu, mendengarkan juga bisa menjadi bagian dari senjata rahasia seseorang, yang dalam prakteknya tentu masih perlu penyempurnaan dan salah satu kunci untuk mencapai hal itu dibutuhkan kedisiplinan. Seorang pendengar yang baik cukup cerdas untuk mengetahui bahwa dengan semakin banyak mendengarkan berarti semakin banyak yang kita pelajari.

Makassar, 14 Juli 2015

9 komentar:

  1. Yaayaa, emang harus mendengarkan duu ya sebelum akhirnya di dengar. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kurang lebih demikian, harus menjadi pendengar yang baik dulu baru kemudian sebaliknya.

      Hapus
  2. emang ngga mudah mempraktekannya jadi pendengar hebat teh atuh kang, butuh latihan dan ke ikhlasan diri ya kan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. like fanpage "mang tuvli"

      Hapus
    2. Iya sih, tapi selama ada kemauan di sertai latihan dan ikhlas pasti akan bisa menjadi pendengar yang baik.

      Siip... siap ke TKP.

      Hapus
  3. Masya Allah mas. Ini ilmu yang luar biasa :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih untuk apresiasinya mas. Alhamdulillah kalau di rasa demikian.

      Hapus
  4. setuju, semakin banyak mendengarkan semakin tambah tahu, dulu pas sekolah pernah mau ujian, temen-temen pada belajar dengan suara keras, aku dengerin aja, eh soal ujiannya ada yang tadi dipelajari temenku, karena aku denger jadinya tahu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha... tuh teman-temannya sewaktu sekolah lagi belajar apa orasi ampe segede-gede itu suaranya.

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...