Kamis, 16 April 2015

Cara Bijak Menghemat Listrik Dari Dalam Rumah

Penahkah anda merasa kaget hingga dada sesak akibat tagihan listrik membengkak? Atau anda merasa terbebani ketika tarif listrik per Kwh-nya di naikkan, khususnya buat para pelanggan non-subsidi. Sehingga secara perlahan-lahan pengeluaran pun ikut merangkak naik bagaikan timbangan badan, yang mana berdampak pula pada kondisi keuangan.

Berbagai reaksi pun di tunjukkan ketika melihat tagihan listrik membengkak. Yang pertama tentu saja anda kaget, setelah itu langsung sewot yang di barengi dengan nada marah-marah yang gak jelas dan entah di tujukan kepada siapa. Ujung-ujungnya muncullah perasaan berburuk sangka, entah itu di tujukan kepada PLN sebagai penyedia listrik atau kepada sang juru potret meteran listrik yang belum tentu juga salah. Bahkan tak jarang pula yang berpikir bahwa meteran listriknya telah di sabotase, misalnya telah di pasangi alat yang dapat menaikkan angka meteran secara otomatis.

Namun pernahkah anda berpikir bahwa bisa saja hal itu di sebabkan oleh anda sendiri. Entah hal itu anda lakukan dengan sengaja atau bukan. Misalnya menggunakan barang-barang elektronik yang memiliki daya tinggi, menyalakan televisi meskipun tidak ada yang menonton, tetap menyalakan lampu ketika hari sudah siang, membiarkan kran air tetap jalan walaupun tidak ada yang menggunakannya bahkan sampai-sampai meluber keluar dari penampungan, dan masih banyak lagi contoh sederhana lainnya.

Tahukah anda bahwa pemakaian energi di dalam rumah juga termasuk ke dalam golongan besar, terutama yang berhubungan dengan energi listrik dan air. Tak jarang loh... kita temukan pemborosan energi listrik di dalam rumah. Beberapa contoh sederhananya seperti yang saya tuliskan di paragraf sebelumnya. Jika gaya hidup demikian tetap di pertahankan, percaya atau tidak akan menimbulkan pemborosan energi yang sangat luar biasa, termasuk di dalamnya yang berhubungan energi listrik.

Akibatnya, bukan hanya energi seperti listrik saja yang akan habis. Namun akan berdampak pula pada kondisi keuangan anda seperti yang sudah saya katakan di awal paragraf ini. Yang mana mau gak mau, siap gak siap anda harus menyediakan anggaran yang lebih untuk menanggung biaya tagihan bulanan yang mendadak menjadi besar.

Padahal, pemerintah sudah secara intens melakukan sosialisasi kepada masyarakat, termasuk anda yakni dengan menghimbau agar membudayakan berhemat dalam penggunaan energi. Entah itu mengenai pengunaan listrik, bahan bakar minyak, maupun gas sekali pun. Melalui sosialisasi yang di sertai himbauan tersebut, pemerintah berharap sekaligus menuntut kita semua untuk bijak dalam menggunakan energi dengan segala cara yang kita miliki.

Hal ini dilakukan bukan tanpa alasan atau pun tanpa tujuan. Dengan menggalakkan gerakan hemat energi secara nasional, pemerintah bermaksud untuk mencegah timbulnya krisis energi yang mana sangat mungkin terjadi di masa mendatang. Berdasarkan hasil penelitian, survey dan telah di hitung secara matang, pemerintah memprediksi Indonesia akan mengalami krisis energi sekitar tahun 2025 atau paling lambat tahun 2030 nanti.

Bahkan tanpa menunggu pun, gejala krisis energi sudah mulai terlihat beberapa tahun belakangan ini. Contoh sederhananya yakni sering terjadinya pemadaman listrik yang hampir terjadi di seluruh daerah di wilayah tanah air yang kita cintai ini. Kelangkaan bahan bakar minyak pun sering terjadi, yang pada akhirnya membuat pemerintah mencabut subsidi BBM, dan masih banyak lagi contoh lainnya yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk itu, sebelum krisis energi tersebut benar-benar terjadi, maka kita semua harus segera melakukan antisipasi sejak saat ini. Dalam hal ini kita harus bisa melakukan penghematan energi, misalnya dalam penggunaan listrik. Sebagai masyarakat sudah sepatutnya memiliki kesadaran diri untuk berperilaku hemat energi dengan menunjukkan aksi nyata untuk mengurangi konsumsi energi dan menggunakan secara efisien, tanpa harus menunggu imbauan, sosialisasi dan peringatan dari pemerintah.

Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mendukung pemerintah dalam mewujudkan gerakan hemat energi secara nasional. Tidak perlu jauh-jauh kok! Kita bisa memulainya dari dalam rumah sendiri. Kita semua bisa memulainya dari hal-hal yang terlihat sepele, tapi jangan salah sangka meskipun sepele bisa memberikan hasil yang luar biasa kok.

Daripada anda semua penasaran, yuk simak beberapa hal di bawah ini yang konon katanya bisa mendukung gerakan hemat energi, khususnya dalam pemakaian energi listrik. Adapun di antaranya, yakni :
1.  Cobalah secara bertahap untuk mengganti lampu pijar yang selama ini anda gunakan dengan lampu terbaru yang berteknologi LED. Saat ini lampu LED sudah banyak di jual di pasaran dan bisa anda temukan di berbagai toko. Harganya mungkin sedikit lebih mahal, tapi lampu berteknologi LED bisa menghemat pengeluaran biaya listrik anda.

Berdasarkan pengalaman saya, lampu LED menghasilkan warna yang lebih terang dari lampu lainnya meskipun kapasitas lampu tersebut memiliki watt yang lebih kecil. Lampu LED juga telah tersedia dalam berbagai warna cahaya dan ada juga yang menggunakan sensor gerak. Ini sangat cocok bagi yang dikategorikan orang malas bergerak ketika menginginkan lampu padam tanpa perlu menyentuh saklar yang ada di dinding.

2. Kurangi penggunaan mesin cuci karena merupakan salah satu penyebab biaya listrik anda membengkak. Jika anda masih sehat dan kuat, tidak ada salahnya untuk mencuci pakaian secara manual. Selain mengurangi biaya listrik, anda juga bisa memperoleh tubuh yang sehat karena sekalian bisa melakukan olahraga ringan. Dengan mencuci secara manual, secara tidak langsung kalori dalam tubuh anda bisa terbakar dalam jumlah yang lumayan.

3.   Gunakanlah setrika yang memiliki pengatur panas otomatis. Ketika ingin menyetrika lebih baik dalam jumlah yang banyak bukan 2-3 lembar saja. Jangan lupa untuk mengatur tingkat kepanasan setrika anda sesuai dengan bahan pakaian yang ingin di setrika. Jika ingin lebih hemat lagi, saat menjemur pakaian lebih baik menggunakan hanger sehingga pakaian tidak terlalu kusut dan menyetrika pun tidak susah payah lagi.

4. Aturlah suhu AC anda ke suhu yang pas. Tutup baik-baik pintu anda dan jendela saat menggunakannya, serta matikan kembali saat anda tidak menggunakannya atau ketika akan bepergian. Sebenarnya dalam dunia arsitektur, penggunaan AC sangat di hindari karena dapat merusak lapisan ozon yang akhirnya menjadi salah satu penyebab global warming.

5.   Tidak ada salahnya mencabut colokan peralatan elektronik saat tidak digunakan. Mengapa harus di cabut? Karena meskipun tidak di pakai, ternyata tetap saja menyerap daya listrik meski dalam jumlah kecil. Akan tetapi, kita semua tahu bahwa di dalam rumah banyak sekali peralatan elektronik yang di gunakan.

6.  Bagi anda yang suka menggunakan hair dryer, cobalah untuk menguranginya bahkan bila perlu meninggalkannya karena memiliki watt yang lumayan yang besar. Di sisi lain, secara perlahan-lahan rambut indah anda akan rusak akibat keseringan menggunakan alat tersebut.

7.   Jika sampai saat ini anda masih bertahan dengan TV Tabung jadul anda, saya sarankan untuk beralih ke TV LED karena tidak banyak menarik daya listrik.

8.  Cobalah sesekali untuk memasak air dan menyimpannya di termos, sehingga saat anda ingin membuat kopi, teh, menyiram mie tidak perlu lagi menyalakan dispenser yang kapasitas watt-nya lumayan gede.

9.  Bila menggunakan tower air sebagai penampungan air anda, saya sarankan untuk pemanti otomatis pada toren air, sehingga pompa air anda bekerja sesuai dengan kebutuhan. Yang artinya selain listrik tidak terbuang percuma, air pun tidak tumpah ruah kaya habis terkena banjir bandang yang ujung-ujungnya meluber ke mana-mana.
Cara menghemat lainnya yakni dengan menggunakan timba alias manual seperti di kampung halaman saya.

Selain beberapa cara di atas, anda juga bisa mencoba dengan melakukan pengaturan desain rumah yang ramah lingkungan dan hemat energi. Cara ini cocok bagi anda yang sedang berniat untuk membangun atau merenovasi rumah. Anda mungkin bisa memilih rancangan bangunan yang hemat energi. Salah satunya dengan memasang banyak bukaan atau jendela-jendela besar agar sinar matahari dapat masuk ke dalam rumah secara optimal. Hal ini juga memungkinkan sirkulasi udara menjadi lapang, sehingga udara di dalam rumah tidak terlalu panas dan pengap. Dengan ini, anda mungkin tidak lagi memerlukan AC atau kipas angin.

Di samping itu, anda bisa juga memasang panel surya pada atap rumah Anda. Sistem ini sudah mulai populer di terapkan di rumah-rumah di Indonesia dan saya pun sudah merasakan manfaatnya di rumah saya di kampung. Panel surya ini mampu menyimpan cadangan energi yang didapat dari panas sinar matahari. Perangkat ini pun berguna untuk menyuplai listrik pada beberapa lampu, serta dapat memanaskan air yang ada di bak mandi anda. Meskipun harganya masih agak mahal, melihat kemampuannya dalam mengurangi konsumsi energi dan menyuplai energi cadangan untuk rumah anda, rasanya tidak akan rugi untuk menggunakan alat ini.

Semoga apa yang saya tuliskan ini bisa memberikan manfaat bagi siapa saja yang membacanya dan bisa di terapkan dalam lingkungannya masing-masing. Tidak ada salahnya untuk mengganti alat-alat elektronika anda dengan model yang ramah lingkungan dan hemat energi. Mungkin awalnya agak mahal, tapi saya yakin setelah anda mencobanya malah akan membuat anda bahagia dan tidak akan menyesal.

Semoga bermanfaat! Salam

Makassar, 16 April 2015

Catatan :
*Tulisan ini di ikutkan dalam lomba blog competition yang di adakan oleh Total yang bekerja sama dengan media Bisnis Indonesia. Jika berkenan sempatkan waktunya untuk memberikan vote dan sharenya di link yang saya garis tebal berikut ini (Writing Contest Total)*

15 komentar:

  1. tagihan listrik memang sering bikin ketar ketir... apalagi sekarang hitung2annya juga tidak pasti, harus benar2 menghemat kalau gak mau tagihan tiap bulan bikin kita ngutang... hihi.. makasih tipsnya yaaa :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama mba Orin. Semoga tips yang saya uraikan bisa memberikan manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Hehehe...

      Hapus
  2. makasih sharingnya...sharing yg bener2 bermanfaat :)

    BalasHapus
  3. oh, ternyata colokan yang nyolok tetep nyedot listrik. info mantep nih mas *ikum*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas, meskipun gak terlalu banyak tapi lumayan juga kalau lama kelamaan terbiasa seperti itu.

      Hapus
    2. infonya bagus lah pokonya *toss*

      Hapus
    3. Bisa aja nih mas. Jadi malu deh....

      Hapus
  4. Apalagi klo hari minggu...jdwal utama ya pesti nyalin mesin cuci, nyetrika dan lain lain, yang paling polll nampol daya listriknya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Habis daya listrik yang naik, tiba tanggal pembayaran pikiran yang jadi naik tegangannya. hehehe....

      Hapus
  5. ternyata banyak sekali cara agar dapat menghemat energi, tentunya kita harus berhemat energi karena memang seperti penjelasan diatas, energi semakin berkurang, dan bahkan sudah mulai mengalami krisis. Cara mencegahnya tentunya dengan menghemat energi, seperti yang sudah dijelaskan diatas :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. sudah saya vote mas, hehe.. :)

      Hapus
    2. Kalau pengguna pintar-pintar melihat situasi, dah pasti bakalan menemukan banyak cara untuk melakukan penghematan energi.

      Makasih sudah mau berkenan untuk memberikan votenya mas Aldi Rahman.

      Hapus
  6. Saya mah ga bisa nyuci manual..... soalnya saya mah buka laundry kiloan ..ga kebayang kalo hrs manual nyuci seabreg abreg..... ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah... kalau untuk urusan usaha lain lagi ceritanya. Ntar malah badan jadi gempor lagi kalau harus nyuci manual. Hehehe...

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...