Rabu, 04 Maret 2015

Terserang "Virus" Menulis

Menulis Untuk Keabadian
Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”  Pramoedya Ananta Toer

Menulis merupakan salah satu kegiatan yang unik, membahagiakan, serta menyenangkan. Bahkan bagi mereka yang terbiasa menulis, menganggapnya sebagai obat yang mujarab untuk menyalurkan ide yang telah lama mengendap dan memenuhi isi kepala.
 
Di sisi lain, menulis juga bisa dijadikan sebagai alternatif untuk berkarya dan akan tetap abadi sampai generasi sesudah kita. Melalui tulisan kita bisa ikut bersuara tanpa harus berteriak-teriak di bawah terik matahari. Kita bisa membuat perubahan hanya lewat tulisan. Segala belenggu yang selama ini berkecamuk dan membuat kram kepala bisa terlepas saat di tuangkan ke dalam tulisan.

Melalui tulisan, kita bisa berbagi kepada sesama walaupun tidak mengenal satu sama lain. Mengapa? karena tulisan juga bisa menjadi sarana untuk berbagi, memupuk silaturahim, dan mempererat rasa persaudaraan. Sadar atau tidak, melalui tulisan kita bisa menaburkan benih kebaikan demi kebaikan dan suatu saat nanti akan berubah aliran pahala ketika sudah tiada.

Bagi seorang penulis, menulis bisa membuat ide-ide yang melintas dalam pikiran menjadi hidup dan memiliki roh. Tak jarang kita temukan mereka yang menganggap menulis adalah suatu hal yang tak bisa dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Ibarat sebuah penyakit, menulis sudah seperti "virus" yang mematikan, yang mana telah menggerogoti dan menyerang tanpa ampun.

Namun, virus menulis bukanlah seperti virus kebanyakan yang sering kita lihat. Mengapa? Karena bagi mereka yang tertular virus ini pada akhirnya hanya akan merasakan kebahagiaan. Bahkan tak jarang yang merasa menyesal karena tidak tertular sejak dulu. 

Kok bisa! Ya pasti bisa, karena virus ini membuat siapa saja yang terjangkiti menjadi ketagihan. Bukan hanya obat-obatan saja seperti narkoba loh yang membuat ketagihan alias kecanduan. Menulis juga bisa membuat kita merasakan efek seperti pengaruh obat-obatan. 

Kadangkala ketika rasa sakau untuk menulis sudah datang, jari jemari pun tidak ingin berhenti menuliskan apa yang sedang terlintas dalam pikiran. Begitu pula dengan diriku yang tidak ingin beranjak dari depan laptop atau pun komputer.

Seperti inikah rasanya terserang "Virus" menulis? Entahlah!

Makassar, 4 Maret 2015

16 komentar:

  1. virus menulis. perumpamaan yg sepadan ketika sedang giat-giatnya keinginan utk terus menulis. ayo sebarkan virus menulis..

    BalasHapus
  2. Semngat jangan sampai kena vaksin nanti virusnya ilang hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwkwk... vaksinnya harus di musnahkan jauh-jauh, bila perlu di kubur dalam-dalam agar virus menulis tetapi abadi bertahan dalam diri.

      Hapus
  3. terus menulis....semangat ^^
    hal positif kan ^^

    nikmatilah ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Insya Allah selalu hal positif yang di tulis. Tetap berpegang pada komitmen untuk bisa berbagi kepada sesama walaupun dalam bentuk sebuah tulisan.

      Hapus
  4. Setujuh!!! Menulis juga bisa menghilangkan kegalauan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, gak salah lagi tuh. Malah menulis bisa sebagai tempat untuk refreshing diri.

      Hapus
  5. virus baisanya mduah sekali menyebar, akibatnay menulis menjadi semanagat tersendiri bahkan bisa membuat orang lain ikut kena virus menulis

    BalasHapus
    Balasan
    1. Virus yang patut di sebarkan bu Tira Soekardi pada orang lain.

      Hapus
  6. virus yang dicari ini sepertinya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepertinya begitu. Jika biasanya orang akan takut terkena virus, namun untuk urusan yang satu ini malah membuat orang akan semangat dan berharap terserang virus menulis sejak kecil. Hehehe...

      Salam

      Hapus
  7. alhamdulillah mas kalau kena virus dan udah sakau menulis. jangan seperti saya yang males nulis, nggak ada inspirasi... hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe.... nanti juga inspirasinya bakalan datang dengan sendirinya mba.

      Hapus
  8. wah berarti virus ini sangat diperlukan ya
    nice share
    salam kenal n sekalian izin follow ya
    follow back jika berkenan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan cuma di perlukan saja, tapi menjadi bagian dari kebutuhan. Salam kenal juga. Terima kasih untuk kunjungannya.

      Siap menuju lokasi TKP.

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...