Senin, 09 Maret 2015

Perhatikan Hal Ini Sebelum Membangun Rumah Idaman Anda

Desain Pribadi
Memiliki rumah idaman merupakan salah satu yang paling di inginkan oleh setiap individu. Bahkan bagi sebagian orang menjadikannya sebagai salah satu motivasi hidup. Terkadang juga dijadikan sebagai bukti bahwa yang bersangkutan telah sukses dan mapan secara ekonomi. Lebih-lebih bila rumah idaman tersebut dibangun dari hasil kerja kerasnya.

Sadar atau tidak, selama kita hidup di dunia ini kebanyakan kegiatan dan aktivitas sehari-hari dilakukan dalam ruangan. Salah satu contoh dekatnya adalah rumah. Entah rumah yang kita miliki adalah rumah idaman atau hanya sebatas rumah ideal saja, yang mana cukup sebagai kebutuhan tempat tinggal saja.

Namun kadangkala ketika membangun rumah, masih banyak di antara kita yang tidak begitu memperhatikan faktor lingkungan serta iklim yang terjadi di sekitar lokasi bangunan. Akibatnya, rumah yang kita bangun pada akhirnya akan cepat mengalami kerusakan. Hal ini tentu saja akan membuat pengeluaran menjadi bertambah, bahkan bisa saja biaya perbaikan lebih besar daripada saat memulai membangun rumah baru.

Kita semua tahu bahwa Indonesia merupakan negara yang beriklim tropis basah. Di mana memiliki dua musim, yakni musim penghujan dan musim kemarau. Kedua musim ini sangat berpengaruh terhadap bangunan seperti rumah dan bisa berdampak pula pada kenyamanan penghuni, jika kita tidak memperhatikannya pada saat merencanakan rumah yang ingin di bangun.

Untuk itu, perlu di pikirkan baik-baik dan matang sebelum anda memulai membangun rumah idaman atau pun rumah ideal. Ada beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan saat membangun rumah, seperti orientasi bangunan, kondisi lansekap, bahan bangunan, serta penghawaan dan pencahayaan.

Orientasi

Orientasi bangunan merupakan hal utama yang harus diperhatikan. Hal ini di karena banyak faktor dapat mempengaruhi orientasi bangunan, seperti faktor cahaya dan faktor angin. Perlu di ketahui bahwa di Indonesia aliran udara kebanyakan bergerak dari arah utara ke selatan atau sebaliknya. Sehingga bangunan yang menghadap utara atau selatan dapat memperoleh cahaya dan aliran udara secara optimal. Kondisi ini baik untuk kesehatan dan tidak memerlukan kehadiran AC. 

Namun perlu di ingat bahwa cahaya yang masuk ke dalam ruangan kadang berlebihan, sehingga membutuhkan adanya filter seperti shading dan titisan yang dapat memfilter cahaya matahari langsung masuk ke dalam ruangan.

Landscape Atau Lansekap

Hunian yang memiliki taman atau pekarangan akan memberikan banyak manfaat, serta membantu kelancaran sirkulasi udara baik ke dalam maupun luar bangunan. Dengan adanya pepohonan di sekitar rumah anda, udara yang masuk akan disaring terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam ruangan. Di sisi lain, pepohonan bisa bermanfaat sebagai peneduh dan penghalang cahaya berlebihan, sehingga membuat ruangan menjadi nyaman. Manfaat lainnya adalah dapat menyerap air saat musim hujan tiba dan menjadikan lingkungan tetap aman.

Bahan Bangunan Atau Material

Bahan bangunan merupakan bagian terpenting untuk mewujudkan rumah yang kita idam-idamkan. Seringkali kita salah dalam memilih material untuk bangunan yang kita inginkan. Pilihlah material yang tidak mudah menghisap air agar bangunan tidak menjadi lembab. Jangan lupa untuk mempertimbangkan material yang konduktivitasnya rendah, sehingga dapat membantu mengurangi panas pada bangunan.

Jika menggunakan material kaca pada jendela, anda wajib memperhatikan orientasi bangunan terhadap sinar matahari serta aliran udara yang akan masuk ke dalam ruangan. Dan perlu di ingat, jangan sampai terperangkap dengan istilah "minimalis" yang sedang trend seperti saat ini. Kita berada di Indonesia bukan di negara yang memiliki 4 musim yang salah satunya bersalju. 

Pencahayaan dan Penghawaan

Setiap orang pasti mendambakan rumah yang sehat dan nyaman. Untuk itu, dalam merencanakan hunian idaman kita perlu memperhatikan banyak faktor, di antara pencahayaan dan penghawaan. Hunian yang memiliki pencahayaan dan penghawaan alami yang baik akan mendukung kenyamanan penghuninya.

Sebagai contoh, jika penempatan bukaan (jendela dan ventilasi) berdasarkan arah sinar matahari dan angin sesuai dengan kondisi iklim negara kita, maka saat siang hari tidak perlu lagi menyalakan lampu untuk membantu penerangan dalam ruangan. Di satu sisi, bisa menghindari penggunaan Air Conditioner (AC) yang berlebihan karena ruangan selalu dalam keadaan nyaman.

Makassar, 9 Maret 2015

Catatan : 
*Menerima Jasa Desain Perencanaan Rumah Tinggal* 

22 komentar:

  1. bahan bangunan emang penting ya, kalau nggak ada itu ya nggak mungkin jadi rumah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau urusan fisik bangunan, maka yang harus di perhatikan paling utama adalah bahan bangunannya. Namun dalam ilmu Arsitektur harus di perhatikan semua aspek agar menjadi satu kesatuan yang padu dan menghasilkan kenyamanan yang di inginkan.

      Hapus
  2. mas, kalau fenshui nya mas , berpengaruh nggak -_- hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Fengshui juga tetap berpengaruh dan itu sudah di terapkan sejak dahulu. Namun baru terkenal sekarang dengan sebutan Fengshui.

      Contohnya, dua rumah yang berhadapan memiliki pintu yang berhadapan pula. Maka dalam Fengshui keduanya akan memiliki rejeki yang berbanding terbalik satu sama lain.

      Alhamdulillah saya sudah melihat buktinya saat liburan ke rumah Om di Surabaya pertengahan 2009. Dan itu baru saya sadari setelah semester 5-6 kuliah di jurusan Arsitektur.

      Hapus
    2. hmm, gitu mas. moga moga kontak di blog ini nggak putus. jadi kapan kapan saya mau bikin rumah. mas arsiteknya ya walau sederhana cukup 4 orang . yang sederhana tapi kelihatan mewah heheh

      Hapus
    3. Insya Allah gak akan putus kontak di blog ini. Siap di bantu bila nanti membutuhkan Arsitek dalam merencanakan rumah tinggalnya.

      Hapus
  3. benar skali bahwa semua parameter atau hal2 tsb haruslah diperhatikan.. siap2 jadi pendesain rumh idaman sy.. hahaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha... Boleh juga. Siap selalu untuk membantu dalam merencanakan rumah idamannya.

      Hapus
  4. Kunjungan perdana Gan.. kenalin ane Insan dari obrolbatu.com, kebetulan sekarang sedang login pake akun Google punya istri :p
    Andai saja saya baca tips ini sebelum bangun rumah :( heheh
    Nice post Gan inspiratif!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal juga mas. Masih bisa di akali kok walaupun bangunannya sudah jadi. Jaman sekarang sudah banyak alternatif material yang bisa di gunakan untuk mengakali segala permasalahan yang di hadapi, khususnya mengenai bangunan seperti ruah tinggal misalnya.

      Terima kasih juga untuk apresiasinya.

      Hapus
  5. wah keren desainnya, btw pake aplikasi apaan mas, auto cad atau revit :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pake aplikasi ArchiCAD mas. Di render langsung dari aplikasinya, gak pake Photoshop soalnya masih belum tahu cara menggunakannya. Hasilnya masih standar seperti gambar di atas.

      Hapus
  6. Iya kalau bangun rumah harus disesuaikan dengan iklim di Indonesia, gak bisa hanya mencontoh bangunan yang ada di luar negeri, iklimnya beda :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah... itu yang harus di hindari. Apalagi saat ini kebanyakan masyarakat Indonesia terkesima dengan yang namanya bangunan minimalis. Padahal minimalis itu awalnya untuk daerah yang bersalju dengan maksud atap rumah tidak patah saat musim dingin (bersalju) datang.

      Hapus
    2. Tulisannya menarik, hanya belum paham istilah minimalis untuk atap ...tanya mbah Gugle dulu ah

      Hapus
  7. elemen penting yang harus diperhatikan semua :)...TFS..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, semua tetap harus di perhatikan sehingga bangunan yang di inginkan dapat memberikan kenyamanan yang maksimal pada penghuninya.

      Hapus
  8. 1. Saya salut. Materi tulisan Anda insya Allah bermanfaat. Saya hanya sarankan, agar tulisan Anda lebih sempurna, tolong diperhatikan kaidah penulisan bahasa Indonesia, terutama penulisan 'kata kerja' dan 'kata sambung'.
    2. Khusus untuk kaum Muslim yang ingin membangun rumah, kalau bisa tolong dimasukkan jarak Masjid dari lokasi yang akan dibanguni rumah. Pilihlah lokasi yang dekat atau yang tak jauh dari Masjid, agar sholat wajib lima waktu kita terjamin karena selalu dilaksanakan berjamaah di Masjid. Mohon maaf dan trimakasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih pak untuk sarannya. Salah malah senang bila ada yang memberikan masukan, apalagi masukannya untuk kebaikan saya sendiri juga.

      Untuk penulisan, saya akui masih banyak kekurangan. Lewat media menulis seperti blog ini saya mencoba untuk terus belajar mengasah kemampuan menulis dan tata cara menyampaikan opini saya kepada publik. Adapun yang ingin memberikan masukan serta saran, saya sangat menghargainya dan menerimanya dengan senang hati.

      Sekali lagi terima kasih pak, sudah memberikan sarannya kepada saya yang masih pemula ini. Salam hangat

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...