Rabu, 25 Februari 2015

Hunian Vertikal Solusi Perumahan Perkotaan



Dokumen Pribadi : Jakarta dari puncak Monas
Meningkatnya pertumbuhan penduduk membuat permintaan akan perumahan ikut naik, bahkan cenderung tinggi. Namun kondisi tersebut tidak sebanding untuk wilayah perkotaan. Mengapa? Karena kondisi lahan yang tersedia di perkotaan semakin lama semakin sedikit dan cenderung sempit. 

Di sisi lain, harga tanah yang melambung secara drastis menjadi salah satu penyebab susahnya untuk membangun rumah tinggal, utamanya yang bersifat landed house. Selain itu, ditambah dengan tingginya tingkat arus urbanisasi masyarakat, baik secara fisik berupa bentuk hunian, atau pun secara kehidupan sosial yang tergerak untuk beralih pada kehidupan perkotaan.

Semakin lengkap lagi jika hal itu didasari pada pemikiran bahwa kehidupan kota akan membawa kesejahteraan bagi siapa pun yang menjalaninya. Pada akhirnya, kondisi ini hanya membuat kawasan perkotaan menjadi padat akan penduduk, yang mana kebutuhan akan tempat tinggal menjadi semakin meningkat pula.

Bagi mereka yang tidak mendapatkan tempat tinggal akan memberikan dampak negatif pada sebuah kawasan. Contohnya membangun rumah di kawasan yang bukan pada peruntukkannya. Hal ini lambat laun akan membuat wilayah perkotaan menjadi padat akan pemukiman. Dampaknya pun akan membuat lingkungan menjadi kawasan kurang sehat, kumuh, rawan kebakaran, langganan banjir, dan sebagainya.

Padahal itu baru sebatas permasalahan yang di akibatkan oleh arus urbanisasi. Belum ditambah dengan permasalahan yang ada sebelum adanya kaum urban. Contohnya : lahan terbuka hijau yang berfungsi ganda sebagai daerah resapan air yang semakin berkurang. Jika di tambah lagi dengan kaum urban, maka sudah bisa di pastikan lahan terbuka hijau akan semakin berkurang keberadaannya.

Namun, bukan berarti setiap masalah tidak ada penyelesaiannya. Contoh dekatnya seperti yang sedang saya ulas di artikel ini. Salah satu solusinya adalah dengan menerapkan konsep hunian vertikal atau Vertical Housing. Solusi ini bisa diterapkan dalam berbagai lingkup, baik untuk skala kecil, menengah, atau skala besar. Untuk skala kecil bisa anda baca disini.

Sedangkan untuk skala menengah sampai besar sudah mulai marak terlihat, meskipun kita terlambat dari negara tetangga seperti Singapura, Kuala Lumpur, bahkan Manila. Melihat perkembangan setiap kota yang mengalami perubahan setiap tahun dan lahan yang semakin langka, maka konsep Vertical Housing sangat cocok untuk diterapkan.

Selain itu, konsep vertical housing juga bisa diterapkan di kota-kota besar yang memiliki penduduk belum terlalu padat. Sehingga kawasan lahan terbuka hijau bisa tetap terjaga, bahkan bisa bertambah. Konsep ini juga bisa mengatasi tingginya tingkat permintaan akan pembangunan perumahan. Untuk bentuk hunian vertikal dalam skala besar bisa berupa apartemen atau rumah susun. Bahkan saat ini mulai trend pembangunan hunian vertikal lengkap dengan fasilitas pendukungnya, seperti pusat perbelanjaan, pusat kebugaran, kolam renang, jogging trek dan lain-lain.

Selamat membaca, semoga bermanfaat!
Makassar, 26 Februari 2015

 Catatan :
*Menerima Jasa Desain Rumah Tinggal*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...